Posts filed under ‘Manhaj’

Nasihat Asy-Syaikh Al-‘Allâmah Al-Muhaddits Al-Imâm Yahyâ bin ‘Alî Al-Hajûrî Untuk Salafiyyîn Indonesia

Hanif : Assalamu’alaikum ya syaikh kami,

Syaikh Yahyâ : Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barokatuh.

Hanif : Apa kabar anda ya Syaikh kami?

Syaikh Yahyâ : Alhamdulillah, baik.

Hanif : Anda bersama Hanif dari Indonesia dan di sampingku ada Abu Hazim. Ikhwan telah berkumpul menginginkan nasihat dari anda ya Syaikh.

Syaikh Yahyâ :Ya ini termasuk kebaikan dari Allôh, semoga Allôh memberkahi kalî an.

Hanif : Baik, silakan ya Syaikh.

Syaikh Yahyâ :

Bismillahirrohmanirrohim,

إِنَّ الحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Sesesungguhnya segala pujian adalah milik Allôh , kami memujiNya dan meminta ampunan kepadaNya, berlindung dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan-kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa Allôh tunjuki maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang Ia sesatkan maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ilah yang haq selain Allôh dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rosûl-Nya. Amma ba’du,

Sesungguhnya ini adalah satu kesempatan dari banyak kesempatan pertemuan apakah pertemuan secara langsung dengan tatap muka atau pun secara maknawi melalui telpon bersama saudara-saudaraku ahlus sunnah yang di Indonesia, semoga Allôh menjaga kalîan semuanya.

Dan ini adalah termasuk satu kenikmatan Allôh yang Ia katakan

$tBur Nä3Î/ `ÏiB 7pyJ÷èÏoR z`ÏJsù «!$# ( ¢OèO #sŒÎ) ãNä3¡¡tB •Ž‘Ø9$# Ïmø‹s9Î*sù tbrãt«øgrB ÇÎÌÈ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allôh -lah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”.[2]

Insya Allôh melalui pertemuan ini kita saling menasihati dengan apa yang Allôh mudahkan dan kita semuanya berharap demikian. Aku nasihatkan pada diriku dan kalian untuk :…. selengkapnya download di sini.


[1] Nasihat ini disampaikan melalui telphon pada dauroh nasional yang diselenggarakan di Masjid Agung Ngawi, Jawa Timur pada jam 11.30. wib, hari sabtu tanggal 25 Rajab 1430H /18 Juli 2009 M.

[2]An Nahl :53.

Advertisements

February 25, 2010 at 1:50 am Leave a comment

Sajak Nuniah Kunar

Berikut ini aku sampaian sajak bela yang dinamakan dengan sajak Nuniah Kunar yang mengilustrasikan makar pembunuhan Syaikh Jamilur Rahman dan sekaligus ungkapan bela sungkawa segenap ahlus sunnah di seluruh dunia.

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala pujian bagimu hai penunjuk manusia, kemudian shalwat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad r

Inilah kisah yang menyinari jalan orang-orang yang kebingungan

Agar jalan orang-orang bodoh jelas

Kefanatikan berdiri tegak untuk berupaya memerangi satu kabilah

Menumpahkan darah di Kunar

Membunuh kakek-kakek dan wanita

Membantai tentara (mujahidin) dan memporak-porandakan rumah

Mereka memukul Abu Anas, amir kami

Meninggalkan kehidupan untuk berjihad

Apakah mereka membunuh pencuri

Ataukah mereka menginginkan jihad

Ataukah mereka menolak masuknya pasukan ke Kunar

Mengapa kalian menghalalkan darah tokoh-tokoh kami

Mereka menjawab,”Karena mereka tidak mau berpegang kepada salah satu madzhab”.

Maka teladanilah mereka hai pembalik agama tauhid

Engkau hakim yang membentuk hizbi-hizbi yang jelek

Engkau menjulurkan lidah di belakang kabilah Muhammad

Engkau berusaha bertahun-tahun denga semua sarana

Bagaikan anjing yang makan semua makanan

Hari-hari melaluinya di atas permusuhan

Tiba-tiba seorang yang dicurigai datang berniat ke rumah AsSyaikh

Dengan tujuan membunuhnya dengan tangannya sendiri yang dibayar

Mengeluarkan revolver dengan rasa dengki hai orang yang membunuh

Dengan membunuh Syaikh mereka menyangka aqidah dan jama’ah yang Shahihah segera lenyap.

Agama ditolong melalui beliau dan penolong-penolong, Allah yang menolongnya.

Dakwah yang baik tetap kokoh

Aku memohon kepada Allah keberlangsungan jihad

Aku memohon kepada Allah rahmat dan syahid.

Dari saudaramu Abu Abdillah Handhalah AlQashimi

January 15, 2010 at 2:05 pm Leave a comment

Bantahan Terhadap Penentang Poligami (8)

Mungkin seorang bertanya : Dalam keadaan lelaki lebih banyak daripada wanita, mengapa tidak diperbolehkan seorang wanita menambah suami ?

Jawab : Persamaan lelaki dan perempuan dalam masalah ta’addud adalah masalah yang mustahil secara tabiat ( alami ) tidak hamil kecuali pada satu waktu dan sekali dalam setahun tidak seperti laki – laki yang memungkinkan terjadi seorang lelaki mempunyai banyak anak dan istri ( max 4 ) tetapi wanita tidak mungkin punyak satu anak dari banyak suami. Ta’addud bagi wanita menghilangkan nasab anaknya pada orang tertentu beda dengan lelaki yang ta’addud.

Disisi lain lelaki mempunyai wewenang untuk memimpin keluarga menurut seluruh aturan agama. Bila kita membolehkan istri / wanita menikahi banyak suami, maka siapa kepala keluarganya ? Apakah seluruh suami mau tunduk pada istri ? Tidak mungkin karena keinginan mereka ( suami ) berbeda – beda. Apakah istri mengkhususkan untuk memimpin satu suami yang lain ia biarkan ? Suami lain pasti akan marah padanya. Masalah lain berkaitan dengan masalah anak kepada satu suami dan hubungan seksual, bagi orang yang mempunyai sedikit mata hati sekalipun akan menilai suatu pembeda terhadap wanita apa – apa yang tidak mampu, terjatuhnya pada problem keluarga, penyakit – penyakit luar dan jiwa dan bahaya – bahaya serta akibat yang jelek.

Dengan demikian ta’addud bagi wanita perkara yang menjijikkan bagi akal sehat, haram menurut syari’at dan mustahil menurut tabiat dan fakta. Tidak ada yang membolehkan kecuali orang – orang yang kotor hatinya, rusak akalnya, tidak punya kecemburuan dan kemuliaan serta harga diri. ( Ta’addud az Zaujat, Nashih al ‘Ulwan, 29 – 30 )

November 8, 2009 at 7:12 am 1 comment

Golongan Yang Memerangi Sunnah Ta’addud (6)

Adapun golongan – golongan yang memerangi sunnah ta’addud, maka mereka salah satu dari 3 golongan yaitu :

1. Orang yang memusuhi dan dengki terhadap Islam, menjalankan makar – makar musuh Islam serta membantu urusan – urusan penting mereka. Ia tahu bahwa ta’addud memperbanyak jumlah kaum muslimin. Sementara itu ia selalu mengintai kaum muslimin dan mengharapkan hancurnya muslimin. Sebagaimana kita mengetahui disebagian negeri yang mengajak muslimin mencukupkan satu istri. Pada satu waktu kita melihat Nasrani mengajak umatnya memperbanyak keturunan dan nikah muda seperti yang terjadi di Mesir. Sehingga hari – demi hari orang – orang Nasrani bertambah banyak dan di kuatirkan pada suatu saat jumlah mereka mendominasi penduduk Mesir karena mereka sedang merencanakan Mesir Andalusia kedua – Wallahul Musta’an. Dan kita telah tahu persis disisi lain ada ajakan pembatasan kelahiran dan memutus anak keturunan.

2. Seorang yang bodoh dengan agama Islam. Ia mendengar manusia berkata sesuatu lalu ia menirunya seperti burung beo. Betapa banyak orang seperti ini, dan juga pelajar – pelajar dijaman ini sebagian besar belajar dari budaya timur dan barat. Semua ilmu mereka pelajari kecuali ilmu agama. Kami mengajak mereka untuk mengenal dan membahas ilmu Din dan mengadakan studi kritis terhadap masalah ini dengan dasar Al Qur’an dan As Sunnah. Hendaknya mereka jangan menjadi corong bagi musuh – musuh Islam. Allah ta’ala berfirman :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

3. Orang yang baik akan tetapi mereka lemah iman dan cinta barat. Bagi mereka Islam adalah penjara bagi tuduhan yang buruk dan mereka tidak suka dianggap orang – orang kolot atau beragama kolot. Hakikatnya mereka telah kehilangan jati diri muslim yang benar. Aku takut mereka berperilaku jahiliah ditengah perjalanan dalam kondisi mengalah demi dakwah Islamiyah. Justru dengan kepribadian mereka seperti itu membuat lari orang – orang yang di dakwahi. Inilah kesalahan dan kejelekan yang menyebar.

November 8, 2009 at 6:40 am 1 comment

Mencela Ta’addud (Poligami) Adalah Kemurtadan (5)

‘Ulama sepakat murtadnya orang yang mengingkari sesuatu dari Al Qur’an atau mengingkari perkataan yang telah diketahui secara umum. Mereka yang mengingkari ta ‘addud atau memandangnya kedholiman terhadap wanita atau membenci pensyari’atannya, tidak diragukan lagi kemurtadannya. Otolak poligamileh karena itu aku memperingatkan mereka yang bermain – main dengan agama dan aku mengkuatirkan kafirnya orang – orang yang selalu mengkritik ta’addud dan selalu membicarakan dampak – dampak negatifnya tanpa menyebutkan dampak – dampak positifnya, menakut – nakuti manusia untuk ta’addud dan membuat kerancuan berpikir di negeri – negeri Islam. Allah Ta ‘ala berfirman dalam ayat-Nya (QS.Al Ahzab) :

60. Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, Kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,

61. Dalam keadaan terlaknat. di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.

62. Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan terhadap ketetapan Allah ini.

Dan ketika pada suatu hari Abul ‘ala berkata : “ Bila mana kamu mempersekutukan seorang wanita bersamanya, sungguh kamu salah dalam berpikir seandainya bersama – sama sekutu diharapkan kebaikan niscaya illah bersekutu.

Demikian pemikiran Abul ‘Ala seorang penyair yang meninggalkan kehidupan dunia pandai berfilsafat, mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah seperti daging, susu, telur dan selain itu serta mengharamkan kawin untuk dirinya. Ia memandang bahwa perkawinan merupakan tindakan pelanggaran orang tua terhadap anak laki – laki. Teorinya jelas menyelisihi tabiat kemanusiaan dan berlawanan dengan agama yang lurus. Maka pandangan yang ia ungkapkan tertolak dan dianggap angin lalu.

November 8, 2009 at 6:26 am 1 comment

Menjawab Kerancuan Berpikir Tentang Poligami (4)

Orang – orang yang menolak poligami menentangnya dengan dalil yang sebagiannya syar’i dan sebagian lainnya akal – akalan yaitu :

Firman Allah Ta’ala :

“ Dan kamu sekali – kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Mereka berkata : “ Ayat ini menegaskan tidak ada kemampuan bagi laki – laki untuk berbuat adil kepada istri – istrinya dan penafian kemampuan berbuat adil berarti penafian ta’addud.”

Bantahan : Ayat ini menunjukan hakikat kehidupan rumah tangga yaitu tidak ada kemungkinan adil terhadap istri – istri walaupun ia dari orang yang paling sholih, karena wanita berbeda – beda kondisinya. Satu orang menyukai satu jenis makanan, pakaian, rumah, kendaraan, perabot rumah tangga atau yang lainnya. Istri pertama berbeda dengan istri kedua dalam banyak kesukaan, kecondongan dan permintaan sebagaimana mereka berbeda – beda keinginan seksualnya. Seolah Allah ta’ala mengisyaratkan hal ini dalam ayat bahwa ketidak mampuan berbuat adil bukan penghalang berpoligamy. Tetapi yang dimaksudkan dengan adil adalah suami memperhatikan semua istri dengan satu neraca bukan memperhatikan salah satu dan membiarkan yang lainnya.

Penulis kitab Manar as Sabil fi Syarh ad Dalil berkata : “ Wajib bagi suami menyamakan bermalam pada istri – istrinya dan tidak wajib baginya menyamakan jimak dan dorongan – dorongannya karena panggilan jimak adalah cinta dan syahwat dan tidak ada persamaan dalam hal syahwat dan cinta. Allah ta’ala telah berfirman :

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( An Nisa’ : 129 )

Ibnu Abbas berkata : “ Kamu tidak bisa adil dalam jimak dan cinta….( Manar as Sabil 2/221 – 223 )

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam manusia yang paling adilpun mencintai Aisyah melebihi kecintaan terhadap istri – istrinya yang lain. Karena hati terletak diantara jemari Ar Rahman yang ia bolak – balik sesuai dengan kehendaknya. Sehingga Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berkata setelah menggilir istri – istrinya21: “ Ya Allah ini pembagianku yang aku miliki maka jangan Engkau ala aku pada apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki.” ( HR. Abu Dawud no. 2134 dan Hakim no. 187/2 )

(more…)

November 8, 2009 at 6:15 am 3 comments

Poligami : Kebenaran Yang Diakui Musuh Islam (3)

Saudara pembaca, setelah kita mengetahui hukum ta’addud, tidak salah bagi kita bersama – sama mengetahui pandangan – pandangan sebagian cendekia dan pemikir barat yang notabene kafir mengenai “ POLIGAMI “ karena kebenaran, sebagaimana yang dikatakan pepatah : Apa yang diakui musuh – musuh (dan bukan mengambil pengakuan dan ucapan musuh – musuh sebagai dalil kebenaran yang telah kita miliki. Kebenaran kita terlalu mulia untuk diambilkan dari ucapan kafir dari barat maupun timur. Sesungguhnya kebenaran mereka hanyalah secara suara, kebenaran yang diakui oleh pengalaman – pangalaman keluarga di masyarakat yang mana Islam telah terlebih dahulu mengaplikasikan teori – teori ilahi secara langsung di jaman shahabat rodhiallahu ‘anhum ).

DR. Gustaf Labem berkata : “Sesungguhnya pondasi poligamy di barat adalah menejemen yang rapi, meninggikan moral masyarakat, menambah hubungan kefamilian, dan menambah kemuliaan dan kebahagiaan wanita yang sebelumnya mereka tidak melihat hal ini di Eropa.” ( Al Mar’ah baina al Fiqh wa Al Qoum, Mushthofa as Siba’i, 78 )

Ia berkata : “Dan aku tidak tahu kaidah apa yang dibangun diatasnya satu hukum oleh masyarakat Eropa yang meremehkan dan memandulkan menegemen poligamy dan memilih penetapan beristri satu dengan kedustaan dan kemunafikan? Disana aku banyak melihat faktor yang mendorongku lebih mengutamakan menejemen poligamy dari pada selainnya dalam pernikahan dan aku tidak heran orang – orang timur memandang kami yang mendukung poligamy orang – orang kaku….( Limadza al Hajum ‘ala Ta’addud az Zaujat, Ahmad bin Abdil Aziz al Hushain, 29 )

Atin Dainih berkata : “ ….Fakta menunjukkan bahwa poligamy adalah sesuatu yang akan memasyarakat diseluh penjuru dunia dan akan tetap ada selama adanya alam ini bagaimana kerasnya UU manusia melarangnya . Akan tetapi tinggal satu problem yaitu mengenal perkara poligamy afdhol disyari’atkan dan dibatasi atau dinaunginya satu macam kemunafikan yang tersembunyi yang tidak ada sesuatupun penentang untuk menghadapi dan menghalangi ? ( sumber yang sama, 41 ) Dia berkata : “ Pandangan pelarangan poligamy adalah pandangan yang ditransfer dari ajaran al masih, nampak jelas kejelekan – kejelekan yang banyak dan telah terbukti membuahkan musibah – musibah yang berbahaya yaitu : 1. Perzinaan, 2. Banyak perawan tua atau wanita –wanita yang tidak kawin, 3. Anak – anak zina. ( sumber yang sama, 32 )

Dalam Koran yang bernama Laghus wa yuhli wa kaurid (more…)

November 8, 2009 at 6:12 am 1 comment

Older Posts


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 49,192 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda