Faidah Hadits Arba’in

April 13, 2014 at 8:17 am Leave a comment

Hadits no. 2

2. عَنْ عُمَرَ بن الخَطَّابِ – رضي الله عنه -، قال : بَينَمَا نَحْنُ جلوس عندَ رَسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – ذاتَ يومٍ ، إذْ طَلَعَ علينَا رَجُلٌ شَدِيدُ بياضِ الثِّيابِ ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ ، لا يُرى عليهِ أثَرُ السَّفَر ، ولا يَعرِفُهُ مِنّا أحدٌ ، حتَّى جَلَسَ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فأسنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلى رُكْبَتَيْهِ ، ووضع كَفَّيه على فَخِذيه ، وقالَ : يا مُحَمَّدُ ، أخبِرني عَنِ الإسلامِ . فقال رَسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : (( الإسلامُ : أنْ تَشْهَدَ أنْ لا إلهَ إلاَّ الله ، وأنَّ محمَّداً رسولُ اللهِ ، وتُقيمَ الصَّلاةَ ، وتُؤتِي الزَّكاةَ ، وتصومَ رمضَانَ ، وتَحُجَّ البَيتَ إن استَطَعتَ إليه سبيلاً )) . قال : صَدَقتَ ، قال : فَعَجِبنا لَهُ يسأَلُهُ ويصدِّقُهُ .قال: فأخْبِرني عَنِ الإيمان . قال : (( أنْ تُؤْمِنَ باللهِ وملائِكَته وكُتُبِه، ورُسُله، واليَومِ الآخِرِ ، وتُؤْمِنَ بالقَدرِ خَيرِهِ وشَرِّهِ )) . قالَ : صَدَقتَ . قالَ : فأخْبِرنِي عنِ الإحْسَانِ ، قال : (( أنْ تَعبُدَ اللهَ كأنَّكَ تَراهُ ، فإنْ لَمْ تَكُنْ تَراهُ فإنَّهُ يراكَ )) .قال : فأخبِرني عَنِ السَّاعةِ ؟ قال : (( مَا المَسؤُولُ عَنْهَا بأعلَمَ مِنَ السَّائِل )) .قال : فأخبِرني عنْ أَمارَتِها ؟ قال : (( أنْ تَلِد الأمَةُ رَبَّتَها وأنْ تَرى الحُفاة العُراة العَالةَ رعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلونَ في البُنيانِ )) . ثُمَّ انْطَلَقَ ، فلبثْتُ مَليّاً ، ثمَّ قال لي : (( يا عُمَرُ ، أتَدرِي مَنِ السَّائل ؟ )) قلتُ : الله ورسولُهُ أعلَمُ . قال : (( فإنَّهُ جِبريلُ أتاكُم يُعَلِّمُكُم دِينَكُم )) . رواه مسلم

_

2.Dari Umar rodhiallohu ‘anhu juga : Ketika kami duduk-duduk di sisi rosululloh pada suatu hari tiba-tiba seorang laki-laki yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, tidak terlihat dari bepergian dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya, muncul di antara kami sampai ia mendekat kepada nabi lalu menyandarkan lutunya ke lutut rosululloh dan meletakkan tangannya d atas pahanya lalu berkata,’Hai Muhammad kabarkan kepadaku tentang Islam’, maka rosululloh berkata,’Islam kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh dan Muhammad adalah rosululloh, menegakkan sholat, berpuasa di bulan romadlon, membayar zakat dan hajji ke baitulloh jika kamu mampu menempuh jalannya’, ia berkata,’Kamu benar’, kami heran, ia bertanya dan membenarkannya. Lalu ia berkata,’Kabarkan kepadaku tentang Iman’, rosul berkata,’Iman kamu beriman kepada Alloh, malaikat-malaikatNya, rosul-rosulNya, kitab-kitabNya, hari ahir dan takdir yang baik dan buruk’. Ia berkata,’Kamu benar’. Ia berkata,’Kabarkan kepadaku tentang ihsan’. Rosul menjawab,’Ihsan kamu beribadah kepada Alloh seolah kamu melihatNya, jika tidak melihatNya maka Ia melihat kamu’. Ia berkata,’Kamu benar’. Ia berkata,’Kabarkan kepadaku tentang hari kiamat’. Rosul berkata,’Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya’. Ia berkata,’Kabarkan kepadaku tanda-tandanya’. Rosul berkata,’Kamu melihat budak perempuan melahirkan tuannya dan kamu melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang dada dan mengambal kambing saling berlomba meninggikan bangunan’. Kemudian lelaki tadi pergi, lalu diam beberapa lama, kemudian rosul berkata,’Hai Umar apakah kamu tahu siapa yang bertanya tadi ? Aku berkata,’Alloh dan rosulNya yang lebih mengetahui’. Rosul berkata,’Dia adalah Jibril datang mengajarkan agama kalian”. (HR.Muslim dalam Shohihnya)[1]

[1] FAIDAH : Pentingnya hadits di mana rosul menyebutkan tingkatan-tingkatan agama, di antara cara mengajar adalah tanya jawab, adab tholabul ilmu didahulukan atas tholabul ilmu sehingga Jibril beradab lalu bertanya, adab pencari ilmu di hadapan guru, memakai baju putih dan mengatur rambut bukan termasuk kesombongan, bertanya termasuk kunci ilmu barangsiapa yang malu bertanya atau enggan terhadap ilmu maka tidak mendapat ilmu, menghadiri majlis ilmu karena padanya terdapat faidah-faidah yang terkadang terluput, sadar dan konsentrasi di majlis ilmu memberikan faidah dalam hapalan dan menyebarkannya sehingga Umar menghapal pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawabannya, jika pertanyaannya umum maka yang utama membatasi jawaban pada masalah yang amat penting, misalnya pertanyaan tentang Islam dan bagian-bagiannya adalah pertanyaan yang umum yang masuk di bawahnya amal-amal luar semuanya akan tetapi rosul membatasi jawabannya pada masalah yang amat penting yaitu rukun Islam, jika berkumpul Islam dan Iman dalam satu nash maka Islam diartinya amalan-amalan yang nampak dan iman ditafsirkan dengan amalan-amalan batin, agama tidak satu tingkatan tetapi bertingkat-tingkat sebagiannya di atas sebagian yang lainnya, paling rendah Islam kemudian Iman kemudian Ihsan, semangat berlomba dalam kebaikan diketahui ketika rosul menyebutkan Ihsan ada dua tingkatan yang satu lebih tinggi dari yang lainnya, jika hati telah menerima iman maka anggota badan tunduk mengamalkan amalan Islam yang nampak, merasa diawasi Alloh dalam ibadah tingkatan Ihsan yang tertinggi yaitu menyembah Alloh seolah melihatnya dan ini menghasilkan rasa takut, jujur dan ikhlas, jika tidak bisa menggapai derajat tertinggi maka hendaklah merasakan dilihat Alloh, rohmat Alloh dilihat dengan bermacam-macam dalil-dalil petunjukNya untuk manusia yang terkadang berupa wahya langsung kepada Nabi, terkadang mengutus Jibril, terkadang berupa lelaki Badui dan terkadang berupa Dahyah alKalbi rodhiallohu ‘anhu, dalil wajibnya sholat dilihat dari perintah sholat selalu memakai kalimat “menegakkan sholat” bukan menunaikan, karena tujuan sholat adalah meluruskannya sampai tidak bengkok dengan menegakkan semua rukun-rukun, kewajiban- kewajiban dan sunnah- sunnahnya sampai terlihat buahnya, perkataan : Aku tidak tahu, tidak mengurangi kehormatan seseorang, jika seseorang ditanya dan tidak tahu jawabannya mengucapkan Allohu a’lam meskipun di majlis yang besar, ahlus sunnah menghususkan kecintaannya kepada Jibril dibanding malaikat-malaikat yang lainnya karena : ia penyampai wahyu kepada Nabi صلى الله عليه وسلم , pujian Alloh kepadanya, membantu orang-orang beriman dalam peperangan melawan kaum kafir, semangatnya mengajarkan agama kepada kaum muslimin, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui perkara ghoib kecuali sedikit yang Alloh kabarkan kepada beliau, menjawab pertanyaan lebih dari apa yang ditanyakan, tidak ada yang mengetahui kapan terjadi hari kiamat, hari kiamat memiliki tanda-tanda yang menunjukkan akan segera terjadi, di antara tanda-tandanya disebutkan Nabi di atas, hadits menunjukkan perubahan keadaan di mana orang-orang pedalaman berkuasa dan menguasai negeri-negeri dengan paksa, lalu harta mereka bertambah banyak dan cita-cita mereka terfokus pada peninggian dan kebanggaan bangunan, tercelanya meninggikan bangunan kecuali bila diperlukan, terjadinya kerusakan di jaman mendekat kiamat di mana ahlak rusak, anak-anak durhaka kepada orang tua dan memperlakukan orang tua seperti memperlakukan budak, urusan-urusan berbalik dan bercampur sampai orang-orang rendahan menjadi raja-raja dan penguasa, segala urusan diserahkan kepada selain ahlinya, banyak harta di tangan manusia dan kemewahan, manusia berbangga-bangga dengan tingginya bangunan rumah, banyak barang rumah tangga dan perhiasan, terjadi banyak kesombongan dan urusan manusia dipegang oleh orang rendahan. Hadits ini dinamakan induk sunnah (Ummus Sunnah) karena meliputi pokok-pokok ilmu sunnah.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Disyari’atkannya Sholat Memakai Sandal Faidah Hadits Arba’in

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: