Kesalahan dalam Mendidik Anak

May 13, 2010 at 11:23 pm 1 comment

Sesungguhnya Alloh تَعاَلىَ  menciptakan anak cucu Adam, memuliakan, mengangkut mereka di daratan dan di lautan, memberi rizki yang baik-baik dan melebihkan mereka di atas mahluk lainnya.

Alloh تَعاَلىَ mencipta mereka tidak dengan main-main, tidak meninggalkan mereka sia-sia bahkan mencipta mereka dengan menugasi perintah-perintah dan larangan-larangan, mewasiatkan dengan wasiat-wasiat dan menguji dengan ujian-ujian dan cobaan-cobaan.

Kemudian pada hari kiamat Ia mengumpulkan mereka untuk meminta pertanggungjawaban atas tugas yang mereka pikul dan tentang perintah-perintah dan larangan-larangan, apakah mereka telah menjalankan tugas itu dengan sebaik-baiknya, melaksanakan perintah-perintah, berhenti dari larangan-larangan dan menegakkan wasiat-wasiatNya atau tidak ?

Kemudian, apakah mereka bersabar terhadap ujian-ujian dan cobaan-cobaan atau tidak ?

Termasuk tugas yang Alloh تَعاَلىَ pikulkan kepada anak Adam adalah pendidikan dan perbaikan anak keturunan ke arah yang lebih sempurna.

Alloh تَعاَلىَ berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka[1] yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar (yang tidak memiliki sifat sayang), yang keras badannya, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.[2]

Alloh تَعاَلىَ berfirman :

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ   “Allah mewasiatkan `atkan bagimu tentang anak-anakmu”.[3]

Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  bersabda :

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

“Tiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, maka imam adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang ayah adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang ibu rumah tangga adalah pimimpin di rumah suaminya dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”.[4]

Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  bersabda :

وَإِنَّ لِوَلَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

“Dan sesungguhnya bagi anakmu ada hak atasmu”.[5]

Maka anak-anak yang merupakan karunia sekaligus ujian bagi orang tua, apakah mereka mensyukuri nikmat Alloh tersebut atau tidak ?

Apakah para orang tua menegakkan hukum-hukum Alloh pada anak-anak atau tidak ?

Apakah para orang tua menempuh jalan dan membimbing anak-anak pada perintah Alloh atau tidak ?

Apakah para orang tua tergoda oleh kejelekan anak-anak ataukah kokoh di perintah Alloh atau tidak ?

Itulah beberapa pertanyaan yang mesti dijawab dengan baik oleh para orang tua dalam bentuk tindakan riil yang sesuai dengan aturan sang pencipta dan utusanNya agar mereka selamat di dunia dan ahirat.

Oleh sebab itulah saya ingin menyampaikan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orang tua sebagai pendidik pertama anak-anaknya untuk mereka jauhi supaya tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang sangat fatal yang sulit diperbaiki dan akibatnya menghasilkan generasi yang tidak diridhoi oleh Alloh تَعاَلىَ .

Selengkapnya dapat dibaca di sini


[1] Menjaga diri dan keluarga adalah dengan mendidik, mengajarkan ilmu dan mengarahkan mereka untuk taat kepada perintah Allah Ta’ala. Seorang tidak selamat dari azab neraka kecuali dengan menegakkan perintah Allah Ta’ala pada diri dan orang yang di bawah kekuasaannya. (AsSa’dy, Taisir alKarimir Rahman – penerj )

[2] AtTahrim :6. Mereka selalu mampu mengerjakan tugas-tugas mereka tidak pernah merasa tidak mampu – penerj .

[3] AnNisa :11.

[4] HR. Bukhori  no. 2554 dan Muslim no. 1829 dar Ibni Umar رَضِيَ اللهُ عَنْهَُ .

[5] HR. Muslim juz 6 hal 41.

Entry filed under: Adab dan Akhlaq. Tags: , , , , .

Nasihat Asy-Syaikh Al-‘Allâmah Al-Muhaddits Al-Imâm Yahyâ bin ‘Alî Al-Hajûrî Untuk Salafiyyîn Indonesia Pelajaran Manhaj (Pelajaran Pertama)

1 Comment Add your own

  • 1. neisya soffia  |  August 21, 2012 at 12:20 am

    nice

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: