Dzikir Berjama’ah dalam Khatbah

December 25, 2009 at 3:42 pm

Tanya : Aku melihat seorang imam masjid di sebuah kota sedang khatbah di masjid berkata kepada jama’ah,”Esakanlah Alloh!”. Lalu jama’ah mengucapkan takbir dan tahlil dengan suara yang keras. Apakah yang demikian termasuk kewajiban imam ? Apakah jama’ah harus bertakbir atau tahlil ? Apakah makna hadits,”Apabila seorang berkata kepada temannya, diamlah, sementara imam sedang khatbah jum’at maka sungguh ia telah lalai? Kami mengharap jawaban dari anda. Assalamu’alaikum wa rahmatullah.

Jawab : Segala pujian hanyalah milik Alloh, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم, keluarga dan sahabatnya…

Jawab : Jika yang dikehendaki khathib adalah memberi petunjuk kepada hadirin agar mengesakan Alloh dalam tauhid rububiah, asma dan sifatNya untuk meyakininya bukan untuk menirukannya bertahlil dan takbir dengan suara seperti keras dan tinggi, tetapi jama’ah salah paham lalu menirukan dengan takbir dan tahlil dengan suara keras maka tidak mengapa. Bila jama’ah salah paham terhadap apa yang dikehendaki khathib maka khathib harus menasihati mereka sesuai dengan kehendaki. Bila yang dikehendaki khathib adalah takbir dan tahlil denngan mengeraskan suara maka ia dan jama’ah sama-sama salah dan mengadakan kebid’ahan. Karena amalan yang demikian tidak pernah dilakukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم , sahabat dan orang-orang yang mendengarkannya. Yang pernah dilakukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم hanyalah menanyakan kepada sebagian sahabatnya yang duduk di masjid dan belum shalat tahiyyatul masjid lalu Rasulullah صلى الله عليه و سلم memerintahkannya shalat dua rakaat. Juga ketika seorang arab badui menjumpai Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang sedang khatbah dan mengeluhkan musim kemarau kemudian meminta beliau agar mendoakan turun hujan. Rasulullah صلى الله عليه و سلم pun berdoa lalu turunlah hujan. Setelah itu orang badui meminta Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang sedang khatbah agar berdoa kepada Alloh untuk menghentikan hujan. Maka beliau berdoa dan berhentilah hujan dan menjadikannya bermanfaat dan tidak memberi bahaya. Sebagaimana percakapan antara Umar dan Utsman ketika Umar sedang khatbah. Umar menegur Utsman mengapa ia tidak berangkat shalat jum’at lebih awal.,”Hari apa sekarang?” Utsman menjawab,”Demi Alloh aku tidak menambah dari wudlu (tidak mandi jum’at)”. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabada,” Barangsiapa beramal suatu amalan yang bukan dari perintah kami maka ia tertolak”.HR.Bukhari (2697) dan Muslim (1718) “Dan barangsiapa mengadakan perkara baru dalam agama kami yang bukan darinya maka tertolak”.HR.Muslim (1718) (18)

Kedua : hadits yang kamu sebutkan di atas maknanya jika kamu berbicara dengan teman sebelahmu sementara imam sedang khatbah jum’at walaupun kamu bertujuan menasihati dan memerintah perkara yang baik maka kamu telah berbuat jelek dan melakukan apa yang tidak pantas. Yang seharusnya kamu lakukan memperhatikan khathib sehingga khathib memberikan nasihat kepada hadirin agar menahan kejelekan dan menerima kebaikan sehingga hadirin tidak ramai ketika dilangsungkan khatbah. Tidak mengapa kamu memberikan isyarat kepada temanmu yang berbuat salah ketika khathib sedang khatbah.

Wabillahi taufiq, shalawat dan salam semoga tercurah keada nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. (Lajnah Daimah, Fatwa no. 3246)

Entry filed under: Doa dan Dzikir, Hadits. Tags: .

Dzikir Jama’ah setelah Shalat Ibrah Kisah Musa عَلَيْهِ السَّلاَمُ Bersama Fir’aun


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: