Poligami:Penutup dan Nasehat (14)

November 8, 2009 at 8:01 am 2 comments

Ukhti muslimah….

Janganlah kamu menolak hukum ta’addud. Ta’addud adalah hukum Allah. Dia lebih mengetahui apa yang membuat maslahat manusia. Ia berkata :

“ Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari dan hukum siapa yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang – orang yang yakin ?” ( Al Maidah : 50 ) ( Tiap hukum yang menyelisihi hukum Allah adalah hukum jahiliyah walaupun banyak orang yang memakainya – penerj ). Aku tidak memerintahkan kamu. Mintalah pada suamimu agar agar ia menikah lagi.” Karena hal ini menyelesaikan fitnahmu. Akan tetapi aku katakan : “ Tidak ada hak bagimu menghalangi suamimu berta’addud, kamu hanya berhak minta keadilan saja.

Ukhti muslimah….

Darimanakah kamu takut suamimu tidak akan berbuat adil terhadap istri – istrinya ?

Apakah kamu mengetahui kejadian yang akan datang atau ketakutan yang samar ? Hati – hatilah terhadap pengaruh sebagian orang yang lemah imannya dan dungu yang membiarkan istri kedua menyakiti istri – istri dan tidak adil. Islam tidak mengakui perbuatan mereka dan kondisi muslimin bukanlah dalil ( hujah ) atas Islam.

Janganlah kamu cepat minta cerai pada suamimu tanpa alasan yang dibenarkan. Sesungguhnya kamu tidak bisa mengambil lebih banyak dari pembagian Allah. Hati – hatilah jika kamu mengetahui suamimu mau kawin lagi, kamu menghalanginya. Yang demikian itu berarti kamu mempermudah baginya menempuh jalan haram dan di kuatirkan kamu bergabung dalam dosa bersama suamimu karena kamulah penyebabnya.

Teladanilah para shahabat wanita, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam teladan terbaik manusia dan para shahabat mempunyai beberapa istri. Orang tua sekarang yang menikahkan anak perempuannya dengan lelaki yang telah beristri membuktikan bahwa anak mereka hidup lebih berbahagia daripada istri – istri yang suaminya tidak ta’addud.

Aku nasihatkan kepada para suami yang ta’addud…

Bertaqwalah kepada Allah, jangan menjadikan ta’addud tujuan utama memuaskan nafsu birahi semata. Orang – orang yang hanya ingin merasakan kenikmatan seksual yang berganti – ganti pasangan dicela syari’at dan masyarakat. Terkadang mereka masuk ke dalam nikah muth’ah ( sebagaimana syi’ah ). Manakala ia kawin dan berniat mencerai dan tidak ingin tinggal lama bersama istrinya, maka niatnya akan terlihat.

Seorang penyair berkata :

“ Barang siapa mengumpulkan wanita – wanita hanya mencari kepuasan, Sungguh ia bersama dalam mara bahaya.”

Jangan lupa, Allah mengharamkan kedholiman apapun macamnya.

Kamu hendaknya mengikhlaskan niat dalam menikah dan meneladani Rasulullah dan shahabatnya. Ingatlah firman Allah :

“ Hai manusia, takutlah kepada Allah yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Ia ciptakan istrinya dan dari keduaya Ia kembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling mencintai dan menyambung silaturrahim. Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu.” ( An Nisaa’ : 1 )

Kita memohon kepada Allah mudah – mudahan menjauhkan kita dari maksiat – maksiat dan fitnah – fitnah yang nampak dan terselubung.

Entry filed under: Adab dan Akhlaq, Muslimah, Mutiara Hikmah. Tags: , .

Adil dalam Poligami (13) Dzikir Jama’ah setelah Shalat

2 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: