Poligami (Ta’addud)… ?? (1)

November 8, 2009 at 5:58 am 3 comments

PENGANTARpoligami

Allah Ta’ala berfirman :

إن الحمد لله نحمده و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا من يهد ه الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد محمدا عبده و رسوله

Sesungguhnya segala pujian hanyalah milik Alloh, kami memuji, meminta ampunan kepadaNya, berlindung kepadaNya dari kejelekan jiwa-jiwa dan amal-amal kami. Barangsiapa ditunjuki Alloh maka tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa disesatkanNya maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Alloh tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ {آل عمران : 102}

“Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali kalian beragama Islam”. (Ali Imron :102)

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {النساء :1}

“Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada rab kalian yang telah mencipta kamu dari satu jiwa dan mencipta darinya istrinya dan memperkembangbiakkan dari keduanya lelaki dan wanita yang banyak dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan namaNya kamu saling meminta dan menyayangi. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui dan Mengawasi kamu”. (anNisa :1)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا {70} يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {الأ :70-71}

“Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Alloh dan ucapkanlah ucapan yang benar. Niscaya Alloh akan meluruskan amal-amal kamu dan mengampuni dosa-dosamu dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan rasulNya maka sungguh ia mendapatkan keburntungan yang besar”.(alAhzab : 70-71)

فإن أصد الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد و شر الأ مور محدثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل في النار

“Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Rasulullah صلى الله عليه و سلم, sejelek-jelek perkara adalah perkara yang baru dalam agama, tiap perkara yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat serta setiap yang sesat di neraka”.1

Amma ba’du :

“ Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap mahar anak perempuan yatim ( bilamana kamu hendak mengawininya ) maka kawinilah wanita-wanita lain yang bukan yatim yang kamu senangi dua atau tiga atau empat .Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap istri – istrimu maka kawinilah seorang saja atau budak budak yang kamu miliki yang demikian itu dekat kepada keadilan .” ( An Nisaa’ : 3 )

Menafsirkan ayat ini, Al imam Asy Syaukani berkata ,“Yakni jika seorang menanggung anak perempuan yatim dan ia hendak mengawininya maka ia tetap diharuskan membayar mahar. Allah melarangnya menikahi anak perempuan yatim kecuali bila ia memiliki maharnya. Jadi bagi yang tidak mampu berbuat adil dalam pengertian, ia enggan membayar maharnya maka tinggalkanlah ia dan kawini wanita lain yang bukan yatim dua atau tiga atau empat. Kemudian bila kamu tidak mampu adil terhadap istri – istrimu dalam menggilir dan urusan lainnya maka nikahilah satu saja atau kawinilah budak – budak perempuan”.2

Rasulullah صلىالله عليه وسلم bersabda :

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

“Hai para pemuda barang siapa di antara kamu mampu maka kawinlah karena dengan menikah lebih menundukkan pandangan mata dari yang dilarang dan lebih menjaga kemaluan dari perzinaan. Dan bagi yang tidak mampu maka berpuasalah karena puasa melindungi kemaksiatan – kemaksiatan.”3

Seruan nikah ditujukan kepada para pemuda khususnya dan tidak menafikan orang – orang yang berumur di atas umur pemuda bila mempunyai kekuatan atau dorongan syahwat sebagaimana pemuda.Yang dimaksud pemuda baik laki – laki dan perempuan ialah antara usia baliqh sampai 30 tahun. Umur 30 keatas disebut kahul4, 40 tahun ke atas disebut syaikh dan 51 tahun sampai 70 tahun disebut Haram ( tua renta ).

Perintah puasa jika tidak mampu menikah dapat meredam syahwat. Hadist di atas menganjurkan nikah bagi yang mampu dan hukum nikah adalah sunnah.5

Menikah merupakan penambah keturunan sebagaimana yang dikatakan Nabi :

تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم

“ Nikahilah wanita – wanita yang ( bersifat ) banyak anak dan penyayang sesungguhnya aku membanggakan kamu di hadapan umat – umat pada hari Kiamat”.6

Bagi yang mampu disunnahkan menikah lebih dari satu sampai empat istri, sebagaimana dilakukan Rasulullah صلىالله عليه وسلم dan beberapa sahabatnya . Said bin Jubair rodhiyaallahu ‘anhu berkata : Ibnu Abbas bertanya kepadaku, Apakah kamu sudah menikah ? “Belum “, Jawabku.” Menikahlah, sesungguhnya sebaik-baik umat ini adalah yang paling banyak istrinya”.7

Menjelaskan atsar Ibnu Abbas di atas, Ibnu Hajar berkata “ Dikatakan umat ini untuk mengecualikan umat lain misalnya Sulaiman yang beristri 100 orang. Yang dimaksudkan Ibnu Abbas dengan umat ini adalah Rasulullah صلىالله عليه وسلم dan shahabat khususnya. Ia mengisyaratkan bahwa tidak menikah bagi yang mampu khusunya bukanlah akhlaq yang afdhal. Seandainya tidak menikah lebih afdhol daripada menikah tentu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam yang notabene manusia paling bertaqwa tidak menikahi banyak wanita bahkan beliau beristri sembilan wanita yang mengandung banyak maslahat. Di antara maslahat banyaknya istri Nabi adalah menunjukkan mukjizat kekuatan badan dan jimaknya padahal beliau sering lapar, puasa wishal ( puasa dari waktu subuh sampai waktu subuh ) dan bersamaan dengan itu beliau mencampuri semua istri dalam satu malam. Dalam kitab Asy Syifa’ disebutkan bangsa Arab memuji orang banyak istri disebabkan hal demikian menunjukkan kejantanan yang sejati. Akan tetapi banyaknya istri tidak melalaikan ibadah beliau Shalallahu ‘alaihi wasalam bahkan menambah ibadah ghairu mahdhah khususnya menjaga pandangan istri-istrinya dari pandangan laki-laki lain8, mencari nafkah, mengajarkan ilmu kepada istri-istrinya. Menurut ahli ilmu, ada sepuluh hikmah memperbanyak istri9 :

1. Memperbanyak orang yang mempersaksikan keadaan sebenarnya nabi Sholallahu ‘alaihi wasalam sehingga hilanglah anggapan dan tuduhan tukang sihir kepada beliau.
2. Menambah / menaikkan martabat bangsa arab.
3. Menambah persatuan.
4. Memperbanyak keluarga dan penolong.
5. Penyebaran hukum-hukum yang berkaitan khusus dengan wanita melalui istri-istrinya.
6. Diketahuinya akhlaq mulia Nabi, kalau beliau berakhlaq buruk tentu banyak istrinya yang minta cerai.
7. Diketahui mukjizatnya khususnya dalam hal kekuatan tubuh dan jimak.
8. Menjaga istri-istrinya dari hal yang dilarang dan memberi nafkah.
9. Samadengan nomor delapan.
10. Menambah semangat dakwah ( dimana istri-istri tidak mengganggu bahkan mendorong semangat dakwah ). ( Fathul Bari 9 / 136 )

Syaikh bin Baz menjelaskan, disyari’atkan bagi istri yang lama ( pertama ) tidak menentang atau menghalangi suaminya untuk menikah lagi sebaliknya hendaknya memberi kelapangan menikah kepadanya. Di sisi lain suami harus bisa adil dan menjalankan semua hak dan kewajiban suami – istri sebagai realisasi tolong menolong dalam taqwa dan kebaikan10. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda : والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه. “ Dan Allah menolong hambanya selama ia menolong saudaranya”.11 Kamu saudara seiman bagi istrimu dan istrimu saudara seiman bagimu.12

DR. Gustaf Labem, seorang budayawan Nasrani mengakui eksistensi ta’addud yang terungkap dalam pernyataannya : “Sesungguhnya pondasi poligamy di Barat adalah menejemen yang rapi, meninggikan moral masyarakat, menambah hubungan kefamilian, dan menambah kemuliaan dan kehormatan wanita”.13

Seorang dosen wanita di universitas Almania ( Negara bagian Jerman ) mengatakan : “ Sesungguhnya cara mengurangi problem wanita – wanita Almania adalah dengan memperbolehkan poligamy bagi laki – laki, bagiku lebih utama mempunyai suami yang beristri 10 dan sukses dari pada mempunyai suami beristri satu tapi bodoh dan dungu. Ini bukan pendapatku semata, akan tetapi pendapat wanita – wanita Almania yang lain”. 14

Dalam fatwa yang sama Syaikh bin Baz mengatakan bahwa poligamy ( ta’addud ) sunnah hukumnya bagi yang mampu berdasarkan firman Allah15, perbuatan Nabi Sholallahu ‘alaihi wasalam dan beberapa shahabatnya. Dikarenakan ta’addud menghasilkan banyak maslahat bagi laki-laki, wanita dan umat Islam. Dengan ta’addud pandangan mata liar lebih tertahan, menjaga kemaluan dari perzinaan, memperbanyak keturunan, suami dapat menjalankan tugasnya terhadap istri – istrinya yang dapat melindungi mereka dari kejelekkan dan penyimpangan moral. Adapun bagi yang tidak mampu maka cukup satu istri.

Demikianlah saudaraku seiman, sedikit gambaran tentang dasar hukum, keutamaan dan hikmah ta’addud yang selanjutnya pembaca dapat menelaah lebih luas dalam buku ini.

Setelah membaca buku ini ….

Tidak patut bagi laki – laki dan wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menolak dan menentang hukum ta’addud dengan akal, perasaan maupun tradisi yang menyelisihi syari’at Islam…kita menetahui dan mengakui keagungan syari’at Islam…wanita muslimah tidak boleh sekali – kali menyatakan bahwa ta’addud hanya menguntungkan lelaki semata bahkan kehormatan wanita naik dengannya…ta’addud salah satu solusi mengatasi problem kemerosotan moral masyarakat bila diimbangi dengan tarbiyah Islamiyah yang kuat….jangan sekali – kali menyalahkan Islam disebabkan ulah segelintir orang yang gagal dalam berpoligamy. Kesalahan – kesalahan orang tertentu bukan hakim yang dapat menggugurkan hukum poligamy…hendaknya bagi yang mampu merasa bangga dan tidak diperbolehkan takut dihantui kemiskinan karena banyak anak dan istri…

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan memerintahkan kamu berbuat kejahatan dan Allah menjajikan untukmu ampunan16 daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha luas pemberiannya dan Maha Mengetahui siapa yang hendak diberi dan tidak diberi”.17

Wallahu A’lamu Bishshawab.

Entry filed under: Fiqh, Manhaj, Muslimah. Tags: .

Keharusan Bersikap Adil dan Macam-macam Keadilan Fatwa Seputar Poligami (2)

3 Comments Add your own

  • 1. abu abdil halim  |  March 25, 2010 at 4:05 am

    Assalamu’alaikum..

    Bisa minta informasi tentang penulis artikel ini, dari kitab apa. Jazakallaah khoiron.

    Reply
    • 2. millahibrohim  |  April 4, 2010 at 3:27 am

      Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh.
      Artikel ini ditulis oleh Ust.Ahmad Hamdani ketika beliau di Yaman, sebagiannya diambil dari beberapa kitab sebagai rujukan.

      Reply
  • […] Poligami (Ta’addud)… ?? (1) PENGANTAR Allah Ta’ala berfirman : ﺇﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻧﺤﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ ﻭ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﺎﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﻳﻬﺪ ﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ ﻭ ﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ Sesungguhnya segala pujian hanyalah milik Alloh, kami memuji, meminta ampunan kepadaNya, berlindung kepadaNya dari kejelekan jiwa-jiwa dan amal-amal kami. Barangsiapa ditunjuki Alloh maka tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa disesatkanNya maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Alloh tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ } ﺁﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ : 102 } “Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali kalian beragama Islam”. (Ali Imron :102) ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴﺒًﺎ } ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ 1: } “Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada rab kalian yang telah mencipta kamu dari satu jiwa dan mencipta darinya istrinya dan memperkembangbiakkan dari keduanya lelaki dan wanita yang banyak dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan namaNya kamu saling meminta dan menyayangi. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui dan Mengawasi kamu”. (anNisa :1) ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳﺪًﺍ {70} ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ }ﺍﻷ 71-70: } “Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Alloh dan ucapkanlah ucapan yang benar. Niscaya Alloh akan meluruskan amal-amal kamu dan mengampuni dosa-dosamu dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan rasulNya maka sungguh ia mendapatkan keburntungan yang besar”.(alAhzab : 70-71) ﻓﺈﻥ ﺃﺻﺪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻫﺪﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﺷﺮ ﺍﻷ ﻣﻮﺭ ﻣﺤﺪﺛﺎﺗﻬﺎ ﻭ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻭ ﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ ﻭ ﻛﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ “Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ , sejelek-jelek perkara adalah perkara yang baru dalam agama, tiap perkara yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat serta setiap yang sesat di neraka”.1 Amma ba’du : “ Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap mahar anak perempuan yatim ( bilamana kamu hendak mengawininya ) maka kawinilah wanita-wanita lain yang bukan yatim yang kamu senangi dua atau tiga atau empat .Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap istri – istrimu maka kawinilah seorang saja atau budak budak yang kamu miliki yang demikian itu dekat kepada keadilan .” ( An Nisaa’ : 3 ) Menafsirkan ayat ini, Al imam Asy Syaukani berkata ,“Yakni jika seorang menanggung anak perempuan yatim dan ia hendak mengawininya maka ia tetap diharuskan membayar mahar. Allah melarangnya menikahi anak perempuan yatim kecuali bila ia memiliki maharnya. Jadi bagi yang tidak mampu berbuat adil dalam pengertian, ia enggan membayar maharnya maka tinggalkanlah ia dan kawini wanita lain yang bukan yatim dua atau tiga atau empat. Kemudian bila kamu tidak mampu adil terhadap istri – istrimu dalam menggilir dan urusan lainnya maka nikahilah satu saja atau kawinilah budak – budak perempuan”.2 Rasulullah ﺻﻠﻯﺎﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda : ﻳﺎ ﻣﻌﺸﺮ ﺍﻟﺸﺒﺎﺏ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ﻣﻨﻜﻢ ﺍﻟﺒﺎﺀﺓ ﻓﻠﻴﺘﺰﻭﺝ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﻄﻊ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺼﻮﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻪ ﻭﺟﺎﺀ “Hai para pemuda barang siapa di antara kamu mampu maka kawinlah karena dengan menikah lebih menundukkan pandangan mata dari yang dilarang dan lebih menjaga kemaluan dari perzinaan. Dan bagi yang tidak mampu maka berpuasalah karena puasa melindungi kemaksiatan – kemaksiatan.”3 Seruan nikah ditujukan kepada para pemuda khususnya dan tidak menafikan orang – orang yang berumur di atas umur pemuda bila mempunyai kekuatan atau dorongan syahwat sebagaimana pemuda.Yang dimaksud pemuda baik laki – laki dan perempuan ialah antara usia baliqh sampai 30 tahun. Umur 30 keatas disebut kahul4, 40 tahun ke atas disebut syaikh dan 51 tahun sampai 70 tahun disebut Haram ( tua renta ). Perintah puasa jika tidak mampu menikah dapat meredam syahwat. Hadist di atas menganjurkan nikah bagi yang mampu dan hukum nikah adalah sunnah.5 Menikah merupakan penambah keturunan sebagaimana yang dikatakan Nabi : ﺗﺰﻭﺟﻮﺍ ﺍﻟﻮﺩﻭﺩ ﺍﻟﻮﻟﻮﺩ ﻓﺈﻧﻲ ﻣﻜﺎﺛﺮ ﺑﻜﻢ ﺍﻷﻣﻢ “ Nikahilah wanita – wanita yang ( bersifat ) banyak anak dan penyayang sesungguhnya aku membanggakan kamu di hadapan umat – umat pada hari Kiamat”.6 Bagi yang mampu disunnahkan menikah lebih dari satu sampai empat istri, sebagaimana dilakukan Rasulullah ﺻﻠﻯﺎﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dan beberapa sahabatnya . Said bin Jubair rodhiyaallahu ‘anhu berkata : Ibnu Abbas bertanya kepadaku, Apakah kamu sudah menikah ? “Belum “, Jawabku.” Menikahlah, sesungguhnya sebaik-baik umat ini adalah yang paling banyak istrinya”.7 Menjelaskan atsar Ibnu Abbas di atas, Ibnu Hajar berkata “ Dikatakan umat ini untuk mengecualikan umat lain misalnya Sulaiman yang beristri 100 orang. Yang dimaksudkan Ibnu Abbas dengan umat ini adalah Rasulullah ﺻﻠﻯﺎﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dan shahabat khususnya. Ia mengisyaratkan bahwa tidak menikah bagi yang mampu khusunya bukanlah akhlaq yang afdhal. Seandainya tidak menikah lebih afdhol daripada menikah tentu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam yang notabene manusia paling bertaqwa tidak menikahi banyak wanita bahkan beliau beristri sembilan wanita yang mengandung banyak maslahat. Di antara maslahat banyaknya istri Nabi adalah menunjukkan mukjizat kekuatan badan dan jimaknya padahal beliau sering lapar, puasa wishal ( puasa dari waktu subuh sampai waktu subuh ) dan bersamaan dengan itu beliau mencampuri semua istri dalam satu malam. Dalam kitab Asy Syifa’ disebutkan bangsa Arab memuji orang banyak istri disebabkan hal demikian menunjukkan kejantanan yang sejati. Akan tetapi banyaknya istri tidak melalaikan ibadah beliau Shalallahu ‘alaihi wasalam bahkan menambah ibadah ghairu mahdhah khususnya menjaga pandangan istri-istrinya dari pandangan laki-laki lain8, mencari nafkah, mengajarkan ilmu kepada istri-istrinya. Menurut ahli ilmu, ada sepuluh hikmah memperbanyak istri9 : 1. Memperbanyak orang yang mempersaksikan keadaan sebenarnya nabi Sholallahu ‘alaihi wasalam sehingga hilanglah anggapan dan tuduhan tukang sihir kepada beliau. 2. Menambah / menaikkan martabat bangsa arab. 3. Menambah persatuan. 4. Memperbanyak keluarga dan penolong. 5. Penyebaran hukum-hukum yang berkaitan khusus dengan wanita melalui istri-istrinya. 6. Diketahuinya akhlaq mulia Nabi, kalau beliau berakhlaq buruk tentu banyak istrinya yang minta cerai. 7. Diketahui mukjizatnya khususnya dalam hal kekuatan tubuh dan jimak. 8. Menjaga istri-istrinya dari hal yang dilarang dan memberi nafkah. 9. Samadengan nomor delapan. 10. Menambah semangat dakwah ( dimana istri- istri tidak mengganggu bahkan mendorong semangat dakwah ). ( Fathul Bari 9 / 136 ) Syaikh bin Baz menjelaskan, disyari’atkan bagi istri yang lama ( pertama ) tidak menentang atau menghalangi suaminya untuk menikah lagi sebaliknya hendaknya memberi kelapangan menikah kepadanya. Di sisi lain suami harus bisa adil dan menjalankan semua hak dan kewajiban suami – istri sebagai realisasi tolong menolong dalam taqwa dan kebaikan10. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda : ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻋﻮﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﻋﻮﻥ ﺃﺧﻴﻪ . “ Dan Allah menolong hambanya selama ia menolong saudaranya”.11 Kamu saudara seiman bagi istrimu dan istrimu saudara seiman bagimu.12 DR. Gustaf Labem, seorang budayawan Nasrani mengakui eksistensi ta’addud yang terungkap dalam pernyataannya : “Sesungguhnya pondasi poligamy di Barat adalah menejemen yang rapi, meninggikan moral masyarakat, menambah hubungan kefamilian, dan menambah kemuliaan dan kehormatan wanita”.13 Seorang dosen wanita di universitas Almania ( Negara bagian Jerman ) mengatakan : “ Sesungguhnya cara mengurangi problem wanita – wanita Almania adalah dengan memperbolehkan poligamy bagi laki – laki, bagiku lebih utama mempunyai suami yang beristri 10 dan sukses dari pada mempunyai suami beristri satu tapi bodoh dan dungu. Ini bukan pendapatku semata, akan tetapi pendapat wanita – wanita Almania yang lain”. 14 Dalam fatwa yang sama Syaikh bin Baz mengatakan bahwa poligamy ( ta’addud ) sunnah hukumnya bagi yang mampu berdasarkan firman Allah15, perbuatan Nabi Sholallahu ‘alaihi wasalam dan beberapa shahabatnya. Dikarenakan ta’addud menghasilkan banyak maslahat bagi laki-laki, wanita dan umat Islam. Dengan ta’addud pandangan mata liar lebih tertahan, menjaga kemaluan dari perzinaan, memperbanyak keturunan, suami dapat menjalankan tugasnya terhadap istri – istrinya yang dapat melindungi mereka dari kejelekkan dan penyimpangan moral. Adapun bagi yang tidak mampu maka cukup satu istri. Demikianlah saudaraku seiman, sedikit gambaran tentang dasar hukum, keutamaan dan hikmah ta’addud yang selanjutnya pembaca dapat menelaah lebih luas dalam buku ini. Setelah membaca buku ini …. Tidak patut bagi laki – laki dan wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menolak dan menentang hukum ta’addud dengan akal, perasaan maupun tradisi yang menyelisihi syari’at Islam… kita menetahui dan mengakui keagungan syari’at Islam…wanita muslimah tidak boleh sekali – kali menyatakan bahwa ta’addud hanya menguntungkan lelaki semata bahkan kehormatan wanita naik dengannya…ta’addud salah satu solusi mengatasi problem kemerosotan moral masyarakat bila diimbangi dengan tarbiyah Islamiyah yang kuat….jangan sekali – kali menyalahkan Islam disebabkan ulah segelintir orang yang gagal dalam berpoligamy. Kesalahan – kesalahan orang tertentu bukan hakim yang dapat menggugurkan hukum poligamy…hendaknya bagi yang mampu merasa bangga dan tidak diperbolehkan takut dihantui kemiskinan karena banyak anak dan istri… Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan memerintahkan kamu berbuat kejahatan dan Allah menjajikan untukmu ampunan16 daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha luas pemberiannya dan Maha Mengetahui siapa yang hendak diberi dan tidak diberi”.17 Wallahu A’lamu Bishshawab. sumber : https://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/poligami/ […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: