Poligami : Kebenaran Yang Diakui Musuh Islam (3)

November 8, 2009 at 6:12 am 1 comment

Saudara pembaca, setelah kita mengetahui hukum ta’addud, tidak salah bagi kita bersama – sama mengetahui pandangan – pandangan sebagian cendekia dan pemikir barat yang notabene kafir mengenai “ POLIGAMI “ karena kebenaran, sebagaimana yang dikatakan pepatah : Apa yang diakui musuh – musuh (dan bukan mengambil pengakuan dan ucapan musuh – musuh sebagai dalil kebenaran yang telah kita miliki. Kebenaran kita terlalu mulia untuk diambilkan dari ucapan kafir dari barat maupun timur. Sesungguhnya kebenaran mereka hanyalah secara suara, kebenaran yang diakui oleh pengalaman – pangalaman keluarga di masyarakat yang mana Islam telah terlebih dahulu mengaplikasikan teori – teori ilahi secara langsung di jaman shahabat rodhiallahu ‘anhum ).

DR. Gustaf Labem berkata : “Sesungguhnya pondasi poligamy di barat adalah menejemen yang rapi, meninggikan moral masyarakat, menambah hubungan kefamilian, dan menambah kemuliaan dan kebahagiaan wanita yang sebelumnya mereka tidak melihat hal ini di Eropa.” ( Al Mar’ah baina al Fiqh wa Al Qoum, Mushthofa as Siba’i, 78 )

Ia berkata : “Dan aku tidak tahu kaidah apa yang dibangun diatasnya satu hukum oleh masyarakat Eropa yang meremehkan dan memandulkan menegemen poligamy dan memilih penetapan beristri satu dengan kedustaan dan kemunafikan? Disana aku banyak melihat faktor yang mendorongku lebih mengutamakan menejemen poligamy dari pada selainnya dalam pernikahan dan aku tidak heran orang – orang timur memandang kami yang mendukung poligamy orang – orang kaku….( Limadza al Hajum ‘ala Ta’addud az Zaujat, Ahmad bin Abdil Aziz al Hushain, 29 )

Atin Dainih berkata : “ ….Fakta menunjukkan bahwa poligamy adalah sesuatu yang akan memasyarakat diseluh penjuru dunia dan akan tetap ada selama adanya alam ini bagaimana kerasnya UU manusia melarangnya . Akan tetapi tinggal satu problem yaitu mengenal perkara poligamy afdhol disyari’atkan dan dibatasi atau dinaunginya satu macam kemunafikan yang tersembunyi yang tidak ada sesuatupun penentang untuk menghadapi dan menghalangi ? ( sumber yang sama, 41 ) Dia berkata : “ Pandangan pelarangan poligamy adalah pandangan yang ditransfer dari ajaran al masih, nampak jelas kejelekan – kejelekan yang banyak dan telah terbukti membuahkan musibah – musibah yang berbahaya yaitu : 1. Perzinaan, 2. Banyak perawan tua atau wanita –wanita yang tidak kawin, 3. Anak – anak zina. ( sumber yang sama, 32 )

Dalam Koran yang bernama Laghus wa yuhli wa kaurid th 20 / 4 / 1901 M menukil dari Koran London Tanics, disebutkan makalah yang ditulis oleh seorang tokoh wanita Inggris berbunyi : “Banyak anak perempuan kita yang terabaikan tidak menikah, meluasnya musibah dan sedikit sekali peneliti yang mengamati sebab – sebabnya jika kamu seorang wanita, memandangku yang sedang melihat anak – anak perempuan itu, dan hatiku sedih melihat mereka, lalu apa manfaat kesedihanku bagi mereka jika semua orang melakukan perbuatan yang sama denganku ? Tidak ada guna kecuali berbuat / melakukan apa – apa yang memberi manfaat terhadap kondisi yang rusak ini. Dunia telah terkena penyakit dan sekaligus telah ditemukan obatnya yang menyembuhkan dengan sempurna yaitu “ Bolehnya lelaki menikah lebih dari satu istri .“ Dengan cara ini malapetaka akan segera sirna, pasti menjadilah anak – anak perempuan kita tuan rumah yang baik. Maka memaksa seseorang menikah hanya satu istri adalah prahara besar bagi orang – orang Eropa19. Pembatasan satu istri menjadikan anak – anak perempuan kita terlantar dan mereka di tuduh tidak mau terhadap lelaki. Kejelekan akan segera menyebar bila lelaki – lelaki dilarang berpoligamy. Persangkaan apa terhadap banyak lelaki yang telah beristri tetapi memiliki anak –anak diluar nikah ? Menjadilah mereka ( anak – anak ) itu beban masyarakat. Seandainya poligamy diresmikan tentu anak –anak dan ibu – ibu tidak tertimpa adzab yang menghinakan. Kehormatan ibu – ibu dan anak selamat….Sesungguhnya memperbolehkan poligamy menjadikan tiap wanita menjadi ibu rumah tangga dan ibu anak – anak yang baik.” ( Huquq an Nisa’ fi al Islam, Muhammad Rosyid Ridho, 74 – 75 ).

Seorang filosof terkemuka dan ternama Syan bin hur berkata dalam bukunya “Kalimat an Nisa’“ : “ Sesungguhnya UU pernikahan di Eropa rusak, dibangun diatas persamaan lelaki dan perempuan, memerintahkan kita untuk menikah satu orang istri saja sehingga menghilangkan separuh hak – hak kita dan menambah berat kewajiban – kewajiban kita. Selama UU itu memberikan hak – hak wanita seperti hak – hak lelaki sudah lazim UU itu menyamakan akal wanita dengan akal lelaki….Selanjutnya ia berkata : “ Di negeri –negeri yang membolehkan poligamy tak ada seorang istripun yang kehilangan suami yang tidak menanggung seluruh urusannya. Sedangkan di Negara kita, Eropa, wanita – wanita yang telah kawin sangat sedikit dan yang belum kawin tak terhitung. Tidak ada yang menanggung kehidupan mereka. Golongan yang belum kawin itu terdiri dari perawan – perawan tua yang perlu dikasihani dan perawan – perawan muda yang lemah yang harus bekerja berat untuk menghidupi diri dan terkadang menanggung keluarganya serta terkadang mereka hidup sengsara dan menghinakan. Di kota London sendiri terdapat 88 ribu wanita semacam ini ( dijaman penulis ). Kehormatan dikorbankan demi prinsip menikah satu istri dan ini merupakan buah dari program pemimpin Eropa yang berlebihan memberatkan rakyat serta dorongan nafsunya yang bathil. Melihat kondisi ini, sekarang kita menganggap bahwa ta’addud suatu yang hakiki demi keselamatan jenis wanita. Bila kita melihat akar masalah segala sesuatu niscaya kita tidak menemukan satu sebab yang menghalangi seorang suami ber-ta’addud terlebih jika istri terkena sakit yang terus menerus atau mandul atau telah menjadi tua. Kelompok Al Maurimun – yang membolehkan ta’addud, mempunyai gereja – gereja yang tersebar di Eropa dan Amerika – tidak sukses kecuali setelah membuang prinsip mencukupkan satu istri saja. (Al Mar’ah baina al Fiqh wa Al Qoum, Mushthofa as Siba’i, 76 – 77 )

Awi Baizamat seorang tokoh wanita di India dalam bukunya “ Al Adyan Al Muntasyiroh fi Al Hind “ berkata : “ Aku membaca kitab taurat bahwa seorang nabi yang diberi wahyu mempunyai banyak istri, sedang kitab al Injil ( perjanjian baru ) tidak melarang ta’addud kecuali terhadap pemimpin agama Nasrani dan khodim gereja yang dipaksa memiliki satu istri saja dan aku menemukan hal yang sama dalam kitab – kitab suci Hindia lama. Musuh – musuh Islam tidaklah menuduh jelek Islam melainkan karena islam memudahkan manusia untuk mengoreksi kerusakan – kerusakan agama lain dan memberitahukannya kepada halayak. Akan tetapi bagaimana bangsa barat berani melawan prinsip membolehkan ta’addud yang telah dibelenggu di negeri – negeri timur sedangkan perzinaan di negeri mereka marak ? Bagi yang memperhatikan, pasti tidak akan menemukan lelaki yang punya satu istri mampu menahan perzinaan kecuali lelaki – lelaki suci yang menjaga agamanya. Maka tidak benar suatu masyarakat dikatakan “ Penduduknya hanya punya satu istri “ selama dimasyarakat itu terdapat gundik – gundik perempuan di balik kelambu. Bila kita menimbang sesuatu dengan timbangan yang adil, akan nampak bagi kita bahwa ta’addud Islami yang menjaga, melindungi, memberi pakaian dan makan wanita adalah timbangan yang lebih adil daripada timbangan lelaki – lelaki hidung belang barat yang membolehkan suami / lelaki mengambil seorang wanita untuk memuaskan nafsu seksualnya kemudian ia buang wanita itu kejalanan setelah ia lampiaskan nafsunya.” ( sumber yang sama, 229 )

Seorang dosen wanita di Universitas Al Mania ( bagian Jerman ) berkata : “ Sesungguhnya mengurai problematika wanita – wanita al mania adalah dengan membolehkan ta’addud…bagiku aku lebih afdhol ( utama ) punya suami yang beristri 10 dan sukses daripada jadi istri seorang lelaki beristri satu tetapi bodoh dan dungu…Ini bukan pandanganku saja tetapi pandangan wanita –wanita al Mania.” ( Al Islam wa At Ta’addud Az Zaujat, Ibrohim An Ni’mah, 56 )

Penulis asal Inggris Bustar Indar Sar berkata : “Sesungguhnya prinsip satu istri cukup dan mengaplikasikannya dengan paksa berarti hendak menyamakan keinginan seksual semua orang ( lelaki ). Selama kondisi seksual lelaki bertingkat – tingkat sesungguhnya aplikasi prinsip diatas adalah tindakan kekerasan bagi wanita – wanita dan memaksa mereka untuk hidup menyendiri selamanya.“ ( sumber yang sama , 34 )

Seorang ahli filsafat Inggris Sabinsar berkata dalam bukunya “Ushul Ilmi Al Ijtima’“, “ Ta’addud adalah perkara yang mendesak bagi umat yang lelakinya banyak terbunuh dalam peperangan dan lelaki sisanya yang beristri satu. Apabila keadaan umat tiba – tiba membutuhkan lelaki

untuk berperang dan tinggal wanita – wanitanya berjumlah banyak tanpa suami maka berakibat kekurangan angka kelahiran yang mencolok. Apabila dua bangsa berperang salah satunya tidak dapat memanfaatkan seluruh wanitanya dengan kelahiran anak – anak maka bangsa ini tidak mampu menghadapi lawannya yang lelakinya mampu melahirkan anak – anak dari istri – istrinya yang lebih dari satu dan hasilnya bangsa yang punya prinsip satu istri cukup akan kalah menghadapi bangsa yang mendorong dan membolehkan ta’addud.” ( Hukum Ibahat Ta’addud Az Zaujat, Ahmad bin Zaid bin Ali Mahmud, 10 – 19 )20

DR. Baun berkata : “ Aplikasi ta’addud sangat penting ( darurat ) demi menjaga hubungan seksual antara lelaki dan perempuan .” ( Limadza al Hajum ‘ala Ta’addud az Zaujat, Ahmad bin Abdil Aziz al Hushain, 31 )

DR. Nadhmi Luqa berkata dalam kitabnya : “ Muham ar Risalah wa ar Rosul “ : “ Tidak diragukan bahwa aturan menikah satu istri saja merupakan aturan yang tidak sempurna.

Melihat fakta dan kehidupan manusia dan sejarah bangsa – bangsa dahulu dan sekarang kita akan mengetahui adanya ta’addud pada kehidupan seorang laki – laki apakah secara terang – terangan, rahasia, keringanan dari UU setempat atau dari agama, atau dengan anjuran UU dan aqidah. Tidak ada orang yang berakal yang lebih mengutamakan ta’addud karena ia satu – satunya pemecah yang selamat bagi pondasi masyarakat semuanya. Kaidah mengatakan : “ Kedaruratan Menghalalkan Kehormatan “. Apa sikap suami yang istrinya sakit – sakitan ? Apa sikap suami yang istrinya mandul ? Apa sikap suami yang istrinya lemah syahwat ? Apa sikap suami yang istrinya sakit syaraf ? Apakah cerai lebih menunjukkan rasa sayang atau lebih baik kawin lagi ? masalahnya jelas, kawin lagi adalah keringanan bagi suami bukan keharusan.” ( Ta’addud az Zaujat, Abdullah NU, 24 )

Demikianlah jeritan – jeritan para cendekia Barat setelah mereka melihat realita mesyarakatnya dan merosotnya masyarakat di bidang akhlaq, peribadatan dan banyaknya keluarga broken home. Hal tersebut terjadi disebabkan UU manusia yang dijalankan menyelisihi fitrah dan tabiat manusia , Allah ta’ala berfirman :

Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri. ( An Nahl : 33 )

Setelah kita tahu keterangan – keterangan diatas sadarlah para budayawan, cendikia, pemikir

Islam yang mereka telah mengetahui budaya dan akhlaq Barat dengan segala kesalahan dan kejelekan –

kejelekannya. Kemudian mereka rujuk kembali dengan dengan rendah hati kepada hukum – hukum Islam dan ilmu – ilmu ilahinya yang merupakan referensi kebanggaan dan kemuliaan mereka sampai hari kiamat. Maha Besar Allah yang telah mengatakan :

“ Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” ( Al Hajj : 46 )

Entry filed under: Fiqh, Manhaj, Muslimah. Tags: , .

Fatwa Seputar Poligami (2) Menjawab Kerancuan Berpikir Tentang Poligami (4)

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: