Menjawab Kerancuan Berpikir Tentang Poligami (4)

November 8, 2009 at 6:15 am 3 comments

Orang – orang yang menolak poligami menentangnya dengan dalil yang sebagiannya syar’i dan sebagian lainnya akal – akalan yaitu :

Firman Allah Ta’ala :

“ Dan kamu sekali – kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Mereka berkata : “ Ayat ini menegaskan tidak ada kemampuan bagi laki – laki untuk berbuat adil kepada istri – istrinya dan penafian kemampuan berbuat adil berarti penafian ta’addud.”

Bantahan : Ayat ini menunjukan hakikat kehidupan rumah tangga yaitu tidak ada kemungkinan adil terhadap istri – istri walaupun ia dari orang yang paling sholih, karena wanita berbeda – beda kondisinya. Satu orang menyukai satu jenis makanan, pakaian, rumah, kendaraan, perabot rumah tangga atau yang lainnya. Istri pertama berbeda dengan istri kedua dalam banyak kesukaan, kecondongan dan permintaan sebagaimana mereka berbeda – beda keinginan seksualnya. Seolah Allah ta’ala mengisyaratkan hal ini dalam ayat bahwa ketidak mampuan berbuat adil bukan penghalang berpoligamy. Tetapi yang dimaksudkan dengan adil adalah suami memperhatikan semua istri dengan satu neraca bukan memperhatikan salah satu dan membiarkan yang lainnya.

Penulis kitab Manar as Sabil fi Syarh ad Dalil berkata : “ Wajib bagi suami menyamakan bermalam pada istri – istrinya dan tidak wajib baginya menyamakan jimak dan dorongan – dorongannya karena panggilan jimak adalah cinta dan syahwat dan tidak ada persamaan dalam hal syahwat dan cinta. Allah ta’ala telah berfirman :

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( An Nisa’ : 129 )

Ibnu Abbas berkata : “ Kamu tidak bisa adil dalam jimak dan cinta….( Manar as Sabil 2/221 – 223 )

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam manusia yang paling adilpun mencintai Aisyah melebihi kecintaan terhadap istri – istrinya yang lain. Karena hati terletak diantara jemari Ar Rahman yang ia bolak – balik sesuai dengan kehendaknya. Sehingga Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berkata setelah menggilir istri – istrinya21: “ Ya Allah ini pembagianku yang aku miliki maka jangan Engkau ala aku pada apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki.” ( HR. Abu Dawud no. 2134 dan Hakim no. 187/2 )

2. Mereka berdalil dengan kisah Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu ketika meminang anak perempuan Abu Jahl di jaman Fathimah masih hidup, maka mendengar Ali meminang anak perempuan musuh Allah berkata : “ Aku tidak mengijinkan ( 3 x ) kecuali jika Ali menghendaki talak anakku dan menikahi anaknya. Fathimah adalah bagian dariku menyenangkanku apa yang menyenangkannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya.” Dan mereka tidak menyampaikan lafadz hadits yang lengkap. Mereka hanya menukil cuplikan kisah untuk dijadikan dalil pelarangan ta’addud bahkan sebagian mereka terus terang mengharamkan ta’addud dengan kisah ini. Mereka main – main dan mengadakan kedustaan atas nama Allah dan RosulNya. Kemudian kisah selanjutnya mereka tinggalkan yaitu ucapan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam : “ Dan aku tidak mengharamkan apa yang halal dan menghalalkan apa yang haram. Akan tetapi demi Allah tidak boleh berkumpul anak Rasulullah dan anak musuh Allah ditempat yang satu selamanya.” ( HR. Bukhari dan Muslim )

Syaikh Ahamad Syakir menguatkan pendapat diatas, katanya : “ Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam tidak menghalangi mengumpulkan antara Fathimah dengan anak Abu Jahl pada posisi sebagai pribadi yang memimpin keluarga yang didalamnya terdapat Ali anak pamannya dan Fathimah anak kesayangannya. Terbukti keluarga Abu Jahl datang minta ijin pada Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam terhadap permintaan Ali. Kepala keluarga harus ditaati khususnya bila pemimpin itu ada tokoh Quraisy pemimpin Arab dan seluruh manusia.” ( Umdah At Tafsir 3/106-107, Ahmad Syakir )

3. Termasuk kerancuan berpikir mereka : Memiliki dua istri atau lebih mengakibatkan permusuhan dan kebencian diantara istri – istrinya dan pada umumnya menurun kepada anak – anak atau paling tidak anak – anak terkena debunya.

Bantahan kekacauan pikiran ini adalah : Tidak lazim ( mesti ) dan sebaik – baik saksi adalah kisah tuduhan zina kepada Aisyah Radhiallahu’anha. Aisyah berkata : “ Zainab ditanya tentang urusanku, Ia menjawab “ Hai Rasulullah aku menjaga pendengaranku dan penglihatanku, aku tidak melihat kecuali kabaikan .” Aisyah berkata : “Dialah salah satu istri Nabi yang membaggakanku lalu Allah lindungi dia dengan sikap kehati –hatian.” ( Fathul Bari, Kitab tafsir Hadits no. 4750 )

Dan kisah Aisyah lainnya, ia berkata : “ Bila Rasulullah hendak bepergian mengundi istri – istrinya untuk untuk menentukan siapa yang menemani beliau. Undian jatuh pada Aisyah dan Hafshah, lalu mereka pergi bersamam – sama. Pada suatu malam Rasulullah singgah di kediaman Aisyah sambil berbincang – bincang. Lalu Hafshah berkata : “ Maukah kamu menunggang ontaku malam ini dan aku menunggang ontamu lalu melihat dan kamu melihat ? Ya, jawab Aisyah. Aisyah menunggang onta Hafshah dan Hafshah menunggang onta Aisyah. Rasulullah mendatangi onta Aisyah yang sedang ditunggangi Hafshah, lalu salam dan berjalan bersama sampai turun disuatu tempat. Aisyah kehilangan Nabi shalallahu’alaihi wasalam dan kecemburuannya bangkit. Ketika Rasulullah dan rombongan berhenti, ia letakkan kakinya diantara alat – alat perang dan berkata : “ Ya Robb, datangkan seekor kalajengking ke sini agar ia menggigitku, Rasulmu ya Allah, aku tidak mampu bicara apa – apa kepadanya.!” ( HR. Bukhari no. 5211 dan Muslim no. 2445 ). Pembaca lihatlah dua kisah diatas, apakah anda melihat sesuatu yang disangka oleh orang – orang yang rancu jalan pemikirannya ? Bahkan nampak sebaliknya, nampak dari ucapan Zainab keadilan yang pada umumnya tidak dikatakan kecuali oleh orang –orang yang saling mencintai. Kemudian bacalah dialog yang ramah antara Aisyah dan Hafshah, apakah mengandung kebencian dan kedengkian sebagaimana diduga mereka ? Meskipun demikian, terkadang muncul sikap – sikap saling menjauh diantara istri – istri, bukan saling membenci secara tabiat ( alami ) yang timbul dari kecemburuan yang dimiliki wanita. Himah, ketegaran, kemampuan suami dalam memenejemen keluarganya, keadilan dan kedekatannya kepada Allah sangat menentukan terpecahkannya problem para istri. Bila ia melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, maka keluargapun baik dan tidak ada pertengkaran dalam rumah tangganya. Bila ia tidak memiliki sifat ( karakter – karakter ) diatas, maka timbullah pertengkaran dan percekcokan dalam rumah tangganya. Apakah ia beristri satu atau lebih !

Inilah kisah Rasulullah yang kokoh akhlaqnya bersama istri – istrinya sebagai ibrah suami dan istri. Dikisahkan bahwa Shafiah mendengar Aisyah dan Hafshah berkata : “ Kami lebih mulia disisi Allah dibandingkan Shafiah.” Shafiah kemudian mengadukan perkataan mereka kepada Nabi. Beliau berkata : “ Mengapa kamu tidak mengatakan, “ Mengapa kamu mengatakan lebih utama dari pada aku, sedangkan suamiku Muhammad, ayahku Harun dan pamanku Musa ? ( HR. Tirmidzi no. 3892 dan Al Hakim 4/29 ). Zainab pernah menjuluki Shafiah dengan perempuan Yahudi. Setelah itu Zainab dibiarkan selama satu bulan oleh Rasulullah.

Dari Aisyah radhiallahu’anha berkata : “ Aku berkata pada Nabi shalallahu’alaihi wasalam, “ Cukup bagi anda Shafiah yang pendek “. Nabi langsung membantah ucapan Aisyah, “ Kamu telah mengucapkan satu kalimat seandainya dicampurkan dalam air laut niscaya mengotorinya .” ( HR. Abu Dawud no. 4875 dan Tirmidzi no. 2502 ).

Dalam kehidupan sehari –hari kita melihat sesama saudara hidup dalam kondisi saling dengki, kaku dan dingin. Ada pula yang hidup saling mencintai dan bersatu. Kita temukan pula orang yang beristri lebih dari satu jelek kehidupan rumah tangganya. Kondisi terakhir perlu penyelesaian sampai akar masalah. Akan tetapi, solusi problem rumah tangga tidak bisa jadi alasan penolakan ta’addud yang mempunyai banyak manfaat. Bila kita perhatikan muamalah masyarakat, kita akan mengetahui bahwa mereka bermuamalah dengan perilaku yang tidak sehat dan lurus…karena mereka telah rusak akhlaqnya dan kehilangan sisi – sisi kehidupan yang terpuji. Lalu apakah kita harus meninggalkan semua muamalah gara – gara sebagian orang menyimpang dari kebenaran, kebaikan dan hidayah – hidayah ?

Apakah orang berakal akan berprinsip meninggalkan interaksi terhadap sesama orang demi menjauhi problem – problem yang dilakukan beberapa anggota masyarakat ? Apabila beberapa anggota masyarakat yang bodoh itu telah berpandangan jelek terhadap ta’addud maka pandangan itu tidak perlu dianggap terlebih jika kita melihat manfaat besar dari ta’addud dan kerusakan tereduksi dengan sebab ta’addud.” ( Al Islam wa Ta’addud az Zaujat, Ibrohim An Ni’mah, 47 – 48 )

4. Mereka berkata : “ Poligamy menyebabkan banyak kelahiran yang menyebabkan kemiskinan dan banyak pengangguran.”

Membantah pernyataan mereka DR. Muhammad Abadus Salam berkata : “ Telah diketahui dari dulu hingga sekarang banyak anak dengan pendidikan yang baik termasuk salah satu sebab terbesar bertambahnya kekuatan Islam. Contoh yang paling jelas adalah bangsa Jepang dan Cina yang terdidik dalam tarbiah yang jelek bukan karena banyak anak menjadi bangsa yang buruk akhlaq dan aqidahnya. Pengangguran banyak ditemukan di Arab padahal negeri – negeri Arab sangat luas dan kekayaannya dapat mencukupi seluruh penduduknya.

Kalau dampak buruk itu dianalogikan pada maslahat – maslahat ta’addud yang telah terbukti nyata tentu kemaslahatan – kemaslahatan ta’addud lebih kuat dikarenakan ta’addud menambah beribu – ribu kebaikan atas perkara – perkara yang mungkin telah rusak dengan merujuk pada pendidikan Al Qur’an yang telah memerintahkan adil dan tarbiah yang bagus.” ( Al Kalimah fi Bayan mahasin Ta’addud az Zaujat, Hasyim bin Hamid Ar Rifa’I, 68 )

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ditanya hukum orang yang mengatakan bahwa kemiskinan, kelemahan dan kemunduran kaum muslimin pada jaman sekarang akibat dari kepadatan penduduk dan banyaknya kelahiran ?

Beliau menjawab : “ Pernyataannya salah besar. Karena Allah yang mencurahkan rizki kepada siapa yang dikehendaki dan menyempitkannya. Sebabnya bukan kepadatan penduduk. Tak ada seekor binatang melatapun kecuali rizkinya telah Allah jamin. Akan tetapi Allah memberi dan menahan rizki untuk suatu hikmah tertentu. Aku menasihatkan pada orang yang berkeyakinan seperti itu agar bertaqwa, dan meninggalkan keyakinannya dan hendaknya ia tahu bagaimanapun padatnya jumlah penduduk, Allah mampu memenuhi rizkinya. Akan tetapi Ia berfirman dalam kitabNya :

“ Seandainya Allah membentangkan rizki yang banyak pada manusia niscaya mereka berbuat aniaya di bumi, akan tetapi Allah menurunkan rizki sesuai ukuran yang Ia kehendaki. Sesungguhnya Ia maha mengetahui dan melihat hamba – hambaNya yang pantas diberi rizki dan siapa yang tidak pantas.” ( Asy Syura : 27 ) ( Dari fatawa tertulis, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin yang beliau tanda tangani )

Entry filed under: Manhaj, Muslimah. Tags: .

Poligami : Kebenaran Yang Diakui Musuh Islam (3) Mencela Ta’addud (Poligami) Adalah Kemurtadan (5)

3 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: