Beberapa Hikmah Ta’addud/Poligami (7)

November 8, 2009 at 7:10 am 1 comment

hikmahpoligamiIslam adalah agama yang telah diridhoi Allah dan yang diserukanNya kepada seluruh umat manusia Allah ta’ala berfirman :

“Barang siapa mencari selain islam sebagai agama tidak diterima darinya dan dia termasuk orang – orang rugi diakhirat dan dunia. ( Ali Imron : 85 )

Agama kita mengandung ajaran yang bijaksana dalam seluruh syariatnya karena ia berasal dari

Allah yang maha mengetahui dan bijaksana yang mengetahui seluruh kondisi makhlukNya ia memerintahkan apa yang bermanfaat dan melarang apa memundhoratkan ta’addud mempunyai hikmah yang banyak, baik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui .Seorang muslim wajib menerima dan tunduk terhadap apa yang disyariatkan apakah ia mengetahui hikmah atau tidak. Keimanannya mengharuskan dirinya beriman terhadap semua syariat Allah yang mensyariatkan perkara – perkara yang mendatangkan kebaikan dan menolak perkasa – perkara yang jelek di dunia maupun di akhirat. Ta’addud mengandung banyak hikmah yang terlihat dengan jelas oleh pandangan orang – orang yang beriman dan memiliki mata hati. Berikut ini kami sebutkan beberapa hikmah ta’addud :

1. Memperbanyak umat Muhammad shalallahu’alaihi wasalam tentunya dengan pendidikan yang baik sehinga umat ini menjadi tenaga – tenaga diberbagai bidang kehidupan : pertanian ,perdagangan dan perindustrian serta ketenaran. Sebelum itu ada yang paling utama mereka memegang peranan penting dalam dakwah mengajarkan agama yang benar jihad fi sabililah dan menjaga keamanan kaum muslim. kemudian diakhirat umat Muhammad menjadi umat terbanyak, sebagaimana sabda nabi :

“Kawinilah wanita-wanita yang penyayang dan banyak anak sesungguhnya aku membanggakan kalian dihari kiamat di hadapan para manusia’’(Abu dawut no 2050&Nasai no 327)

2. Melihat fakta manusia didunia angka kematian lelaki lebih banyak di banding wanita bersamaan jenis laki-laki lebih sedikit dibanding wanita. Hal ini dijelaskan dalam majalah Al mujtama no. 84 tanggal 24/4/1408 H : Bahwa jumlah wanita terus naik sampai pada perbandingan angka 1:4 di Swedia, 1:5 di Uni soviet ada 1:6 dijepang pertambahan ini bukan hanya terjadi di Negara-negara Arab, misalnya di sebagian propensi Cina mencapai 1:10 dan juga di sebagian di negara – negara arab mencapai angka yang tidak jauh dari itu dan angka ini akan terus naik menjadi 4 kali lipat sebelumnya. Di Afrika negeri muslim sendiri perbandingannya mencapai 1:5 faktor berkurangnya angka leleki karena yang maju di garis depan dalam menghadapi tantangan maut (perang) yang mengakibatkan lebih banyak wanita di banding lelaki dan menambah problem negara hingga diketahuilah tidak ada solusi paling halal dan aman selain ta’addud.

3. Ta’addud menjamin banyak wanita dimana Allah mewajibkan mata pencaharian kepada lelaki ( suami ) atas istri –istrinya bahkan nafkah kepada istri lebih di dahulukan daripada kerabat-kerabat dekat. Oleh karena itu islam memerintahkan suami memberi nafkah kepada sejumlah wanita bahkan sejumlah keluarga, kalau kita tidak perhatikan sisi ini niscaya kita akan menjumpai sisi negatif di bidang perekonomian dan kemiskinan pada banyak wanita. Hal ini adalah problem yang berbahaya bagi masyarakat secara akhlak di perekonomian. Bahkan terkadang seorang wanita terpaksa harus minta-minta dan mengorbankan kehormatannya disebabkan himpitan kemiskinan. Namun Allah ta’alla mensyariatkan ta’addud untuk menutup celah-celah tersebut, adapun orang-orang pura-pura menangisi nasib wanita padahal mereka musuh berat bagi wanita. Terkadang banyak dari mereka mengetahui hikmah – hikmah ini. Akan tetapi mereka telah mengidam penyakit syahwat dan pelecehan terhadap agama. ( Syubuhat fi Thariq al Mar’ah al Muslimah, Abaul Jalali, 15 )

4. Seorang laki – laki kuat melakukan hubungan seksual dari umur baligh sampai umur 100 tahun pada umumnya, sedangkan wanita kuat sampai umur kurang lebih 50 tahun. Seandainya suami dilarang mengawini perempuan lain niscaya alat kelaminnya“ terbengkalai “ dalam waktu cukup lama yaitu antara akhir kemampuan wanita sampai akhir kemampuan lelaki dan ini berarti menghilangkan22 tujuan daripada perkawinan yaitu adanya keturunan dan tetapnya jenis manusia. ( Huquq al Mar’ah fi al Islam, Muhammad Al Arifah, 71 )

5. Setiap wanita siap untuk menikah sedang lelaki banyak yang tidak siap disebabkan ketidak mampuan memberi nafkah istri. Jadi lelaki yang siap menikah lebih sedikit daripada wanita. Seandainya diharuskan menikahi satu istri niscaya banyak wanita yang tidak menikah disebabkan tidak adanya calon – calon suami. Kondisi ini menjadi faktor hilangnya keutamaan, maraknya kejelekkan, merosotnya akhlaq dan turunnya derajat kemanusiaan. ( Fiqh at Ta’addud az Zaujat, Musthofa Al Adawi, 10 – 11 )

6. Terkadang istri mandul dan suami mengiginkan anak – anak atau istri sakit – sakitan dimana suami tidak dapat mempengaruhinya dengan selayaknya. Pada dua kondisi ini, seorang suami dituntut memilih salah satu dari dua pilihan : Menceraikannya atau menikah lagi dan tetap memelihara dan menjaga istri pertamanya. Tidak diragukan, bahwa pilihan kedua lebih mulia dan menjamin kebahagiaan suami istri. ( Ta’addud az Zaujat, Nashih ‘Ulwan, 30 )

7. Terkadang suami mempunyai kekuatan seksual yang cukup besar yang baginya satu istri tidak mencukupi kebutuhan seksualnya disebabkan beberapa faktor dari istrinya : Ketuaan, kelemahan, banyaknya hari larangan jimak misal haidl dan nifas, sakit keras dan sebagainya. Pada keadaan ini seorang suami dipilihkan pada pilihan melampiaskan keinginan seksual pada wanita lacur atau menikahi wanita lain. Tidak diragukan lagi bahwa akhlaq yang baik dan syariat memilihkan menikah lagi baginya daripada berhubungan intim dengan wanita yang tidak halal. ( Ta’addud az Zaujat fi al Islam, Nashil Al ‘Ulwa, 31 )

8. Nikah dapat memperbanyak persaudaraan dan hubungan dan Allah telah menjadikannya sebagai bagian dari nasab :

“ Dan dia (pula) yang menciptakan manusia dari air mani lalu dia jadikan manusia itu bernasab…”

Maka ta’addud menyambung persaudaraan dengan banyak manusia. Misal salah satu sebab yang mendorong Nabi shalallahu’alaihi wasalam menikahi banyak wanita. ( Az Zawaj, Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin, 27 )

9. Terkadang seorang suami mempunyai pekerjaan yang menuntut banyak keluar kota dan tinggal beberapa bulan disana. Ia tidak mampu membawa istri dan anak tiap kali pergi. Ketika itu ia berpikir : Melampiaskan nasfu lelakinya dengan jalan tidak halal, misal nikah muth’ah atau zina atau menikah lagi. Tentu menikah lagi adalah kemaslahatan agama dan akhlaq serta masyarakat. ( Ta’addud az Zaujat fil Islam, Abdullah ‘Ulwan, 31 )

10. Suami yang bergaul dengan banyak orang bisa jadi ia orang yang : pemurah, alim yang dibutuhkan banyak orang, tokoh masyarakat atau pekerjaan yang ia geluti membutuhkan orang – orang yang membantunya. Maka dalam kondisi ini ia membutuhkan beberapa istri yang dapat membantu urusan anak – anak di satu sisi. Sehingga ta’addud adalah solusi banyak problem seperti ini. ( Az Zawaj wa Fawaidihi wa atsarihi an Nafiah, Abdullah al Jarallah, 209 )

Dan hikmah – hikmah besar lainnya yang dapat diketahui orang yang memperhatikan menejemen Islam dengan benar atau ia mengaplikasikan ke dalam kehidupannya lalu ia dapat menyentuh implikasi – implikasinya yang berguna dan merealisasikannya. Demikian juga orang yang mengamati kondisi masyarakat sekarang yang menolak ta’addud dan cenderung kepada selain ta’addud serta akibat – akibat buruk dari sikap mereka, ia menemukan hikmah yang menakjubkan.

Entry filed under: Adab dan Akhlaq, Fiqh, Muslimah. Tags: .

Golongan Yang Memerangi Sunnah Ta’addud (6) Bantahan Terhadap Penentang Poligami (8)

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: