Adil dalam Poligami (13)

November 8, 2009 at 7:58 am 1 comment

Berlaku adil termasuk agama yang telah Allah perintahkan. Allah ta’ala berfirman :

“Sesunguhnya Allah memerintahkan manusia berbuat adil dan membari nafkah /sedekah kepada karib kerabat.”( An Nahl : 90 )dua_mawar

“Berbuat adillah sesunguhnya ia lebih dekat pada ketakwaan ”( Al Maidah : 8 ).

Maka tiap muslim wajib berusaha berbuat adil pada seluruh kondisinya, pada kehidupan dunia agamanya hingga menjadi akhlak yang terpatri pada dirinya dan ia wajib menjauhi kedholiman ( aniaya ) dan nafsu sehinga menjadi sebab dicintai Allah sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang adil.

“Dan berbuat adilah sesunguhnya Allah mencintai orang – orang yang adil “( Al Hujurat : 9 )

Adil terhadap istri – istri adalah aspek fundamental. Wajib bagi suami memberi hak – hak istri meneladani rasulullah. Beliau adalah manusia yang paling adil tak terkecuali adil kepada semua istrinya. Hal ini terbukti ketika beliau sakit keras yang mengantarkan pada kematian dan ketika itu sedang di rumah Maimunah, memanggil semua istrinya untuk minta ijin kepada mereka untuk tinggal dirumah Aisyah selama sakit lalu diijinkan.

Muslim yang benar tidak mendholimi seorangpun terlebih mendholimi istri. Allah ta’ala telah melarang kedholiman dan mengancam pelakunya dengan ancaman neraka :

“ Dan kamu melihat orang – orang dholim tatkala melihat adzab mengatakan “Apakah ada jalan keluar darinya?” ( Asy Syura : 44 )

Demikian juga rosulullah mengingatkan kita akan doa orang – orang yang terdholimi :

“ Sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa orang yang didholimi dengan Allah.” (HR.Bukhori No. 2448)

Maka tiap muslim wajib takut terhadap adzab Allah dan menjauhi tiap perbuatan yang menyebabkan dosa. Apabila ia merasa dirinya tidak bisa berbuat adil maka sebaiknya urungkan niat ta’addud sebagaimana Allah ta’ala perintahkan :

“ Apabila kamu takut tidak bisa berbuat adil maka nikahilah satu wanita atau budak – budak wanita yang kamu miliki.” ( An Nisaa’ : 3 )

Hendaknya ia menjaga iffah (kehormatan dan sabar) sampai Allah memberi kecukupan dan keadilan pada jiwanya

Entry filed under: Adab dan Akhlaq, Muslimah. Tags: , .

Pemuda dan Poligami (12) Poligami:Penutup dan Nasehat (14)

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: