Fatwa Seputar Dzikir Berjama’ah

September 21, 2009 at 1:56 am Leave a comment

Fatwa-fatwa Ulama Seputar Dzikir Berjama’ah

Talbiah Dengan Berjama’ah

Syaikh Muhammad bin Shalih al’Utsaimin rahimahullah :

Sebagian orang yang melaksanakan manasik haji bertalbiah dengan suara koor. Satu orang di antara mereka maju, atau di tengah atau di belakang lalu ia bertalbiah dan diikuti oleh orang-orang yang di belakangnya dengan satu suara. Amalan ini tidak pernah ada pada masa sahabat bahkan Anas bin Malik berkata,”Pada haji wada’ (perpisahan) bersama nabi, di antara kami ada yang bertakbir, tahallul dan bertalbiah. Inilah yang disyariatkan untuk kaum muslimin ketika haji, bertalbiah sendiri-sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain”.91

Syaikh Muhammad bin Shalih al’Utsaimin ditanya :Apa hukum talbiah dengan berjama’ah?”

Beliau menjawab : Amalan mereka tidak memiliki dasar sama sekali dalam sunnah dan bid’ah. Maka sudah sepantasnya bagi pencari ilmu menerangkan kepada mereka bahwa hal itu bukan dari petunjuk nabi shallallahu alai wa sallam. Adapun berhenti antara hajar aswad dan ka’abah pernah dilakukan sahabat dan tidak mengapa dikerjakan. Akan tetapi bila dilakukan dengan berdesakan seperti sekarang maka tidak boleh. Tidak sepantasnya seorang muslim melakukan sesuatu yang mengganggu atau menyakiti muslim yang lain yang mana perbuatan itu bukan masalah yang wajib.92

Doa Berjama’ah Ketika Thawaf

Syaikh Shalih bin Fauzan ditanya :

Banyak terjadi kesalahan pada rangkaian ibadah haji ketika thawaf, apa hukumnya?

Jawab:

1. Banyak jama’ah haji yang menetapkan doa-doa husus pada waktu thawaf dan terkadang mereka dipimpin oleh satu orang dan mengulang-ulang dengan satu suara. Amalan ini merupakan kesalahan dilihat dari dua sisi:

Pertama : Menetapkan doa-doa yang tidak sepantasnya ditetapkan pada tempat itu karena tidak pernah ada dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم doa husus pada waktu thawaf.

Kedua : Doa berjama’ah adalah bid’ah yang membuat gaduh. Yang disyariatkan tiap-tiap orang berdoa sendiri-sendiri dengan suara pelan.

  1. Di antara kesalahan haji, sebagian jama’ah haji mencium ruknul Yamany. Karena ruknul Yamany hanya diusap dengan tangan tidak dicium. Yang dicium adalah hajar aswad jika memungkinkan dan bila tidak memungkinkan misalnya karena berdesakan maka isyarat dengan tangan. Rukun-rukun yang lainnya tidak diusap dan tidak juaga dicium.93

    Dzikir Berjama’ah Dengan Satu Suara Mengucapkan : Alloh Alloh atau Huwa Huwa

Pertanyaan : Kami anggota jama’ah tarekat Tijaniyah, mereka berkumpul tiap malam Juma’at dan Senin untuk berszikir dengan mengucapkan laa ilaha illa Alloh dan di terahirnya mengucapkan Alloh Alloh dengan suara tinggi, apa hukum amalan mereka?

Jawab :

Keyakinan tarekat Tijaniyah termasuk keyakinan yang bid’ah dan tarekat (metode) yang munkar. Banyak kemungkaran, kebid’ahan dan keharaman serta kesyirikan pada mereka yang harus ditinggalkan dan tidak boleh ajaran mereka diambil kecuali apa yang mencocoki syariat yang datang dari sisi Rasulullah صلى الله عليه و سلم .

Dzikir Berjama’ah dengan satu suara tidak ada dalilnya dalam syariat bahkan bid’ah. Demikian juga ucapan Alloh Alloh atau huwa huwa. Dzikir yang disyariatkan adalah : laa ilaha illa Alloh, subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar walaa haula walaa quwwata illa billah, astaghfirullah atau allahummagh fir li.

Wajib bagi tidap muslim meninggalkan kebid’ahan karena Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,”Barangsiapa mengadakan suatu perkara dalam agama kami yang bukan darinya maka ia tertolak”.94“Barangsiapa beramal suatu amalan yang bukan dari agama kami maka tertolak”.95

Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,”Jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru dalam agama. Sesungguhnya tiap perkara yang baru dalam agama adalah bid’ah dan tiap bid’ah sesat”.96 Dalam suatu khatbah beliau bersabda,”Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kalamullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad    صلى الله عليه و سلم dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap bid’ah sesat”.97

Tiap muslim harus /wajib menjauhi bid’ah apakah bid’ah Tijaniyah atau selainnya dan harus berpegang teguh dengan apa yang telah disyariatkan Alloh melalui RasulNya sebagaimana yang Ia perintahkan:

وَمَآءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَانَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan apa yang datang dari rasul itu (Muhammad ) maka ambillah dan apa yang ia larang maka berhentilah. Takutlah kepada Alloh sesungguhnya ia Maha Keras Siksanya”. (alHasyr :7)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِى اْلأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ

“Hai orang-orang beriman taatilah Alloh dan taatilah rasulNya dan pemimpin kalian. Jika kamu berselisih dalam satu uursan maka kembalikanlah kepada Alloh dan rasulNya”. (AlQur’an dan assunnah)(AnNisa :59)

وَمَااخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَىْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللهِ

“Dan perselisihan apa saja maka kembalikanlah kepada Alloh”. (asySyura : 10)

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan tegakkanlah shalat, bayarlah zakat dan taatilah rasul agar kamu beruntung”. (anNur :56)

Maka wajib bagi tiap muslim laki-laki dan perempuan mentaati Alloh dan rasulNya dan menjauhi bid’ah. Karena Alloh telah menyempurnakan kenikmatanNya dan agama bagi kita sebagaimana Alloh terangkan

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

”Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan nikmatKu atas kamu dan Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu”.(alMaidah : 3) Maka agama Islam yang telah Alloh ridhai dan sempurnakan wajib kita pergang erat-erat, istiqomah di atas jalannya, menjaganya dan tidak mengadakan perkara baru dalam di dalamnya sedikitpun yang tidak Alloh syariatkan. Kita memohon hidayah kepada Alloh untuk kita semua.98

Entry filed under: Doa dan Dzikir, Hadits. Tags: , .

Do’a Berjama’ah di Sisi Kubur Keharusan Bersikap Adil dan Macam-macam Keadilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: