Merenungi Rukun Islam

August 29, 2009 at 10:04 am

    بِسْمِ اللهِ الرَّمنِ الرَّحِيْمِ


Segala pujian hanyalah milik Allah pencipta, pemilik dan pengatur seluruh alam, yang membuatkan bagi umat ini syariat yang paling lengkap, sempurna dan agama yang paling mudah di antara agama-agama yang lain. Dan menjadikan mereka umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Mereka adalah umat terahir akan tetapi umat pertama yang didahulukan pada hari kiamat disebabkan agamanya mencakup seluruh ajaran agama-agama selainnya, agama penutup seluruh agama langit yang dibawa oleh manusia terbaik. Ia membawa agama yang terbaik sumber, hukum dan syariatnya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tidak ada sekutu baginya dan Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, keluarga, sahabatnya dan orang-orang yang menempuh jalannya dan berpegang teguh dengan sunnahnya.

Amma ba’du, ayyuhal muslimun, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa agama Islam adalah nikmat terbesar yang Ia anugerahkan kepada hambaNya di mana Ia mengatakan yang artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kusempurnakan ni`matKu kepadamu dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu”. (alMaidah :3) Agama Islam yang besar ini dibangun di atas lima pondasi utama. Jika kita renungkan maka kita akan menemukan tiap pondasi itu mencakup banyak kemaslahatan yang besar dan kemanfaatan yang tidak terhitung. Pada ruang yang sempit kami hanya mencukupkan isyarat sebagian kemaslahatan dan kemanfaatannya sesuai dengan dalil yang ada dan dikuatkan oleh kenyataan dan panca indera. Sesungguhnya orang yang mensyukuri nikmat maka ia membicarakannya. (AdDhuha :11)

Maka pondasi pertama adalah syahadat Laa ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah. Pondasi (rukun) pertama ini maknanya adalah mengihlaskan ibadah kepada Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah صلى الله عليه و سلم dalam ibadah. Barangsiapa benar-benar menegakkan rukun yang pertama ini pasti ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan ahirat. Adapun kebahagiaan di dunia adalah ia keluar dari agama kafir kepada agama Islam dan terjaga harta dan darahnya. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata :Aku diperintah Allah untuk memerangi seluruh manusia sampai mereka mengucapkan kalimat : Laa ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah, dan barangsiapa yang mengucapkannya maka mereka menjaga dariku harta dan darah mereka kecuali hak Islam”. Dan Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata :”Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illa Allah dan ingkar terhadap sesembahan selain Allah maka Allah memasukkannya ke dalam sorga dengan amal yang ia bawa”. Dan mengikuti ajaran Rasulullah صلى الله عليه و سلم melindungi diri kita dari kebid’ahan yang menyesatkan dan menghasilkan kecintaan dan ampunan Allah pada kita. Allah berfirman yang artinya : Katakanlah, hai Muhammad, jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad) pasti Ia mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. (Ali Imran : 31) “Barangsiapa mentaati rasul maka sungguh ia mentaati Allah”. (AnNisa :80) Maka mengikuti Rasulullah صلى الله عليه و سلم ialah makna syahadat Muhammad rasulullah. Maka seorang muslim yang baik tidak akan melakukan amalan dan acara yang tidak ada dalilnya dari AlQur’an dan AsSunnah walaupun banyak orang melakukannya. Sebab semua perkara agama yang tidak pernah ada dan dilakukan di jaman Rasulullah صلى الله عليه و سلم dinamakan bid’ah dan tiap bid’ah adalah sesat dan tiap yang sesat menjerumuskan pelakunya ke neraka. Inilah syarat diterimanya amalan, ihlas dan mengikuti dalil yang shahih dari AlQur’an dan AsSunnah dan ijma’ sahabat. Bila ihlas tetapi tidak sesuai dengan dalil maka ditolak dan bila sesuai dalil tetapi tidak ihlas maka ditolak. Jadi harus memenuhi syarat keduanya.

Adapun rukun kedua adalah menegakkan shalat. Maka shalat adalah hubungan antara hamba dengan khaliqnya, sebagai sarana mendekatkan diri kepadaNya, mensucikan dosa-dosa dan shalat mencakup berbagai macam ibadah ucapan dan perbuatan, ibadah hati dan anggota badan yang tidak dikandungi oleh ibadah lainnya. Shalat merupakan penolong ketika terjadi malapetaka dan kesulitan hidup. Allah ta’ala berfirman : “Dan minta tolonglah kepada Allah melalui shalat dan kesabaran”. (AlBaqarah :45). Adalah Rasulullah صلى الله عليه و سلم ketika mendapatkan urusan yang menyulitkan segera mengerjakan shalat dua rakaat. Karena dengan shalat beliau menemukan ketenangan batin, kenikmatan ruh yang sebelumnya terlalaikan oleh kesedihan kehidupan dunia dan membantunya di dalam menghadapi beratnya kehidupan serta membukakan pintu-pintu kemudahan. Shalat juga dapat meluruskan ahlak seseorang, mengarahkan kepada kebaikan dan menjauhkan perbuatan dan ucapan yang tidak baik. Allah ta’ala berfirman yang artinya :Sesungguhnya shalat itu dapat melarang dari perbuatan keji dan kemunkaran”. (AlAnkabut :45) dan yang lebih tinggi daripada itu shalat mencakup dzikir kepadaNya. Dan dzikir kepada Allah adalah sesuatu yang paling besar. (AlAnkabut :45) Shalat dapat membersihkan jiwa dan menjadikan seseorang sabar menghadapi kesempitan-kesempitan dan bersyukur menghadai kesenangan-kesenangan. (AlMa’arij :19-22) Shalat amalan ibadah pertemuan hamba dengan penciptanya dan berdialog kepadaNya.

Adapun rukun yang ketiga adalah membayar zakat. Banyak manfaat yang dihasilkan dari pembayaran zakat antara lain mensucikan jiwa dari sifat kikir yang merupakan penyakit hati yang paling jelek. Allah berfirman yang artinya : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik (bermanfaat) bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk (madharat) bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat (berupa api)”.(Ali Imran :180)

Dengan membayar zakat maka harta menjadi berkembang dan turunnya barakah dari langit. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata :”Harta tidak berkurang dengan disedekahkan bahkan bertambah”. Zakat membantu orang-orang miskin, mujahidin, orang-orang yang dalam perjalanan dan kehabisan bekal, membebaskan budak dan orang-orang yang berhutang. Allah ta’ala berfirman yang artinya : Ambillah zakat (zakat wajib) dari sebagian harta orang-orang beriman, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan dosa dan ahlak tercela dan menambah ahlak yang baik dan pahala di ahirat bagi mereka”.(atTaubah :103) “Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan yang membutuhkan nafkah dalam perjalanannya”.(ArRum :38) “. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, 25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (tapi yang tidak mau meminta)(AlMa’arij :24-25) Ayat-ayat tersebut mengisyaratkan bahwa zakat memberikan kemanfaatan kepada pemilik harta, penerima dan pembangunan masyarakat Islam.

Rukun keempat yaitu puasa yang mempunyai banyak kemanfaatan yang besar. Di antara kemanfaatannya adalah mendahulukan ketaatan kepada Allah daripada ketaatan nafsu. Karena orang yang puasa melaksanakan perintah Allah dengan meninggalkan nafsu di mana sesuatu yang paling berat bagi nafsu untuk meninggalkannya adalah makan, minum dan bersenang-senang dengan istri, ia lakukan demi mendapatkan keridhaanNya. Orang yang puasa (shaim) tertididik menjadi manusia yang sabar. Sehingga bulan ramadhan dinamakan bulan kesabaran. Tidak diragukan bahwa kedudukan sabar adalah kedudukan yang agung dalam Islam yang diterangkan dan dipuji pelakunya dalam ayat dan hadits.

Puasa juga mensucikan jiwa, menahan untuk tidak mengganggu orang lain dengan ucapan dan perbuatan karena orang yang puasa dilarang mengghibah, adu domba, mencela dan mengumpat dan tidak sepantasnya orang yang puasa membalas kejelekan dengan kejelekan. Puasa juga mengingatkan manusia akan kenikmatan Allah berupa makanan dan minuman di mana ketika ia puasa menemukan beratnya menjauhi makanan dan minuman serta kebutuhan akan keduanya ketika ia membutuhkannya. Puasa mengingatkan orang yang puasa akan kebutuhan orang-orang miskin yang tidak menemukan apa yang mereka inginkan sehingga ia berbuat baik kepada mereka. Puasa melemahkan nafsu dan mempersempit  jalan setan di dalam tubuh karena kenyang dan memuaskan nafsu dapat mengundang kejelekan dan dosa. Puasa adalah factor ketakwaan yang dikaitkan di atasnya semua kebaikan. (AlBaqarah :183)

Rukun kelima :haji. Adapun kemanfaatan haji banyak sekali tak terhitung baik kemanfaatan dunia maupun ahirat. Disebutkan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم bahwa tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali sorga.

Wahai hamba Allah, inilah agama Islam yang dibangun di atas lima pondasi yang besar yang baru kami sampaikan sebagian manfaatnya. Di antaranya ada rukun yang tiap saat harus kita perhatikan dan pegang adalah dua kalimat syahadat, ada yang sehari semalam lima kali, ada yang dituntut dilakukan sekali dalam setahun yaitu zakat dan puasa ramadhan, dan ada yang dituntut dikerjakan hanya sekali seumur hidup yaitu haji. Dan selain itu maka ibadah sunnah yang sangat baik dilakukan. Maka pujilah Allah yang telah menunjukkan anda kepada agama Islam, mohonlah kepadaNya kekohan di jalannya sampai mati.

Entry filed under: Manhaj. Tags: .

Wajibnya Mensyukuri Ni’mat Islam Membaca AlQur’an dengan Berjama’ah


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: