Membaca AlQur’an dengan Berjama’ah

August 29, 2009 at 11:19 am

Dzikir Untuk Membaca AlQur’an Setelah Subuh dan Ashar

Tanya : Sebagian saudara kita keluar untuk bepergian, umrah atau selain itu yang sebagian mereka atau salah satu dari mereka memerintahkan satu hari pada waktu pagi dan sore agar membaca dzikir pagi dan sore yang berasal dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم sedangkan jama’ah yang lainnya mendengarkannya. Apa hukum amal ini?

Jawab : Rasulullah صلى الله عليه و سلم melakukan dzikir dan berdoa pada waktu pagi dan sore sendiri, memperdengarkan dan mengajarkannya kepada sahabat. Sahabat pun berdzikir dan berdo’a dengannya pada waktu pagi dan sore sendiri-sendiri mencontoh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Tidak ada berita dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم maupun sahabat, mereka mengucapkan dzikir-dzikir dan membaca AlQur’an dengan berjama’ah atau sebagiannya membaca dan yang lainnya mendengarkkannya. Maka hendaknya bagi tiap muslim mengambil petunjuk Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan sahabatnya dalam dzikir, doa dan caranya serta seluruh apa yang beliau syariatkan. Karena semua kebaikan ada dalam mengikuti petunjuknya dan kejelekan dalam menyelisihinya. Dzikir Berjama’ah dan menjadikannya sebagai kebiasaan termasuk bid’ah. Rasulullah صلى الله عليه و سلم “Hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adaka dalam agama karena tiap apa yang diada-adakan adalah bid’ah dan tiap bid’ah adalah sesat”.99“Barangsiapa mengadakan suatu perkara baru dalam agama yang bukan dari agama kami maka ia tertolak”.100 (Fatawa Islamiah 4/4/510)(Lajnah Daimah)

Membaca AlFatihah dan Shalawat Ibrahimiah Dengan Berjama’ah

Tanya : Kami adalah sekelompok muslimin awam yang baru masuk Islam dari Perancis. Kami bermkumpul dalam ketakwaan, mengikuti sunnah nabi kita  Muhammad  صلى الله عليه و سلم dan dengan kehendak Alloh kami diberi taufik menunaikan shalatl lima waktu. Kami telah mengangkat seorang imam masjid, semoga Alloh menolongnya dalam mengemban tugas yang berat di pundaknya. Di samping shalat yang kami adakan kami mengadakan pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat. Ahir-ahir ini jama’ah mengadakan suatu amalan. Sebab terjadinya amalan itu ialah ketika kami menyelesaikan shalat masing-masing kami bertasbih 33 kali, takbir 33 kali dan tahmid 33 kali melaksanakan h Rasulullah صلى الله عليه و سلم sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah dalam ahir hadits,”Beberapa orang miskin menemui Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan berkata,”Orang-orang kaya memperoleh derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, mereka mempunyai kelebihan harta untuk haji, umrah dan sedekah. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,”Maukan aku beritahukan pada kalian jika kamu mengambilnya kamu dapat memperoleh apa yang mereka capai dan salah seorang dari mereka tidak akan dapat mecapai yang kamu capai dan kalian lebih baik dari mereka kecuali bila seorang dari mereka mengamalkan yang semisalnya?” “Tentu”, Jawab sahabat. Rasulullah صلى الله عليه و سلم ,”Bertasbih, tahmid dan takbir tiap selesai shalat 33 kali…”. Cara mengucapkan dzikir menurut hadits dengan pelan dan sendiri-sendiri. Setelahnya jama’ah membaca alfatihah dan shalawat Ibrahimiah dan menutup dengan subhana rabbika rabbi izzati amma yashifun wa salamun alal mursalin wal hamdu lillahi rabbil alamin. Salah seorang dari kami berdiri lalu berkata,”Aku berlepas diri dari perbuatan kalian”. Berilah kami fatwa, apakah membaca alfatihah, shalawat Ibrahimiah dan ayat-ayat terahir dari surat asshaffat: 180-182 sunnah yang baik ataukan bid’ah. Akibat dari amalan itu saudara-saudara kami tidak mau shalat bersama kami kecuali bila jama’ah menghentikan amalan ini. Jika kami tidak di atas petunjuk maka kami siap melepasnya dan meminta ampunan Alloh dan bila termasuk amalan sunnah maka kami meminta kepadaNya agar Ia memberi petunjuk. Dan cukuplah perselisihan memecah persatuan dan melemahkan kekuatan muslimin.

Jawab : Segala pujian hanyalah milik Alloh, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم, keluarga dan sahabatnya…amma ba’du :

Amalan yang kamu sebutkan di atas termasuk bid’ah yang munkar.

Adapun saudara-saudara kita yang meninggalkan shalat bersama kamu karena menghindari bid’ah maka tidak sepantasnya mereka meninggalkan shalat berjama’ah bersama kamu bahkan mereka wajib shalat bersama kamu dengan tetap mereka menasihati berbuat yang ma’ruf. Semoga Alloh meluruskan semuanya.

Wabillahi taufiq, shalawat dan salam semoga tercurah keada nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. (Lajnah Daimah, Fatwa no. 6917)

Entry filed under: Doa dan Dzikir, Hadits. Tags: .

Merenungi Rukun Islam Tanya Jawab Seputar Dzikir Jama’ah


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: