Wajibnya Mensyukuri Ni’mat Islam

August 14, 2009 at 2:11 pm

makkahSegala pujian untuk Allah yang telah menicipta manusia dalam bentuk yang paling sempurna, memuliakan dan melebihkannya atas seluruh mahluk. Aku memujiNya atas keni’matanNya yang senantiasa tercurah pada hamba dan aku mensyukuriNya, rasa syukur yang dijanjikan akan ditambahNya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, yang memerintahkan menjaga keni’matanNya dengan cara mensyukurinya dan melarang menghilangkannya dengan sebab mengingkarinya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya yang Ia utus untuk menyempurnakan ahlak yang mulia dan menunjuki manusia kepada jalan yang lurus, sebagai rahmat bagi seluruh alam dan keterangan atas kekuasaanNya bagi seluruh manusia. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, sahabat dan pengikut-pengikutnya yang setia selama masih ada perputaran siang dan malam.

Amma ba’du : Wahai manusia semuanya, bertakwalah kepada Allah dan bersyukurlah atas keni’matan Islam yang Ia turunkan pada anda.

Ayyuhal muslimun, di hadapan anda ada satu agama besar yang Allah pilihkan dan karuniakan untuk anda dari millah (agama ) ayahmu Ibrahim, yang meliputi seluruh ajaran para nabi sebelumnya yang seolah sebagai ringkasan dan penutupnya. Allah ta’ala berfirman yang artinya:Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama Islam/tauhid yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (AlQur’an) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama (tauhid, iman, taat kepadaNya dan rasul-rasulNya dan menerima syariatNya) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah memilih kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali taat kepada-Nya”. (AsSyura : 13) Nabi kita adala nabi yang paling baik dan utama yang diketahui semua manusia. Melalui beliau ni’mat Islam menjadi sempurna dan lenyaplah segala kegelapan jahiliah, kesyirikan, kezhaliman dan permusuhan dengan sesama manusia. Allah berfirman : “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri(dari manusia dan bangsa Arab), yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (AlQur’an), membersihkan (jiwa) mereka (dengan amar ma’ruf nahi munkar agar bersih dari kesyirikan dan kemaksiatan), dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah (assunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi Muhammad ) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan dan kejahilan yang nyata”.(Ali Imran :164)

Dan Allah mewasiatkan kita agar berpegang teguh dengan agama ini (alAnam :153).

Ayyuhal muslimun, di hapadan kita terdapat jalan kebahagiaan yang terbuka, mengapa kita tidak menempuhnya ? Di hadapan kita terdapat jalan kemuliaan dan keberuntungan yang jelas, mengapa kita berpaling dan meninggalkannya dan kita menempuh jalan yang lambat, orang celaka dan rugi ? Apakah anda memandang bahwa agama anda kurang menunjuki pada jalan kesuseksan pada seluruh bidang kehidupan lalu anda berpaling darinya ? Bukankah anda telah membaca ajarannya yang berisi amal-amal baik dan ahlak mulia tapi mengapa anda meninggalkannya ? Sekali-kali tidak demikian, sesungguhnya ia adalah agama Allah yang menunjukkan jalan kebahagiaan dan cita-cita yang tinggi pada hari kebangkitan yang tidak ada keutamaan apa pun kecuali telah diserukannya dan tidak ada kejelekan apa pun kecuali telah diperingatkannya dan diterangkan akibat buruknya. Lalu mengapa mengapa masih banyak muslimin yang berjalan bukan pada jalannya dan mengekor jalan hidup orang orang kafir pada perkara yang Islam mengharamkan dan melarangnya. Masih banyak muslimin yang  meremehkan urusan agama, mengabaikan hak-haknya, mempermainkan kewajibannya., berani melanggar larangannya dan menggantikannya dengan ahlak kaum kafir. Betapa jelek penggantian orang-orang yang zhalim itu. (alKahfi :50)

Ayyuhal muslimun, seorang muslim yang benar dan baik selamanya tidak akan ridha menggantikan agamanya bagaiman pun keadaannya dan apa pun cobaannya. Ia kokoh mengahapi segala cobaan hidup dengan tetap memegang agama dan aqidahnya yang murni. Ingatlah kisah Bilal, muadzin rasulullah yang sangat berat menghadapi gangguan kaum kafir, mereka menyeretnya di tengah padang pasir yang amat panas di Mekkah dan di atas dadanya diletakkan sebuah batu yang amat berat agar ia melepaskan aqidahnya. Akan tetapi hatinya kokoh dan tetap gagah di atas agamanya sambil mengucapan :Ahad, ahad. (Sesembahanku itu satu, Allah) Ingatlah sahabat Khabib bin Rabi’ yang diperintah Musailamah si pendusta yang mengaku nabi :”Ucapkanlah laa ilaha illa allah”. Ia pun mengucapkannya. Kemudian Musailamah si pendusta berkata lagi :Ucapkanlah Aku bersaksi bahwa Musailamah rasulullah ! Ia tidak bersedia mengucapkan kalimat kufur itu seraya berkata :Aku tidak mendengar ! Maka Musailamah memotong-motong tubuhnya satu demi satu dan Khabib tetap tidak mau mengucapkan Musailamah rasulullah hingga ia mati dalam keadaan sabar menghadapi cobaan yang amat berat itu. Kisah lain Abdullah bin Huzdafah asSahmi yang dijadikan tawanan perang seorang raja Nasrani dan dikatakan kepadanya :Ikutilah agamaku nanti kamu akan aku jadikan raja di negeri sekutuku. Abdullah tidak menghiraukan ajakan raja penyembah salib itu dan berkata :”Aku tidak akan mengganti agama Muhammad dengan agama lain”. Raja Kristen yang sesat itu marah besar kemudian memanaskan tembaga dan air panas untuk menyiksanya. Pada saat disiksa Abdullah menangis dan raja senang barangkali ia mau murtad dari agamanya disebabkan siksaannya, lalu ia menawarkannya lagi masuk agama Kristen.  Maka Abdullah menolak tawarannya dan berkata : “Aku menangis bukan karena menghawatirkan diriku akan tetapi aku ingin andainya aku punya nyawa sebanyak rambut yang disiksa di jalan Allah lalu mati dan masuk sorga tanpa dihitung amalannya”. Demikian juga Ammar bin Yasir, ayah, ibunya , Sumayah dan keluarganya disiksa kaumnya yang kafir agar ia murtad dari agama Islam. Akan tetapi ia dan keluarganya sabar menghadapi cobaan berat itu. Ketika rasulullah melewati meraka yang sedang disiksa berkata : “Sabarlah hai keluarga Yasir sesungguhnya sorga itu tempat kembalimu yang dijanjikan”.

Ayyuhal muslimun, Aku tambahkan dengan perjuangan para pendahulu kita di dalam menegakkan dan menyebarkan Islam melalui jihad dengan harta dan jiwa yang menelan korban ribuan syuhada di medan perang. Bahkan di antara mereka ada yang rela meninggalkan kampung halaman dan harta demi menjaga agama mereka agar tidak tercampur dan terpengaruh oleh ajaran agama dan kekafiran yang lain. Pengorbanan yang demikian itu tidak lain karena mereka tahu kebaikan dan keutamaan agama ini yang mengakar pada hati sampai menjadilah agama lebih mereka cinta dari diri, keluarga, kampung halalaman, harta dan seluruh manusia.

Ayyuhal muslimun, lalu apa keadaan orang-orang yang ber katepe Islam pada hari ini, bagi mereka ilmu-ilmu Islam sangat rendah sehingga di antara mereka menggantikannya dengan ajaran kaum kafir. Mereka menolak berhukum dengan hukum Islam tetapi malah berhukum dengan hukum dan aturan kafir seperti mengganti hukum rajam bagi pezina muhshan dan potong tangan pencuri dengan hukum penjara dan melarang poligami serta hukum kafir lainnya. Betapa banyak kaum muslimin meniru-niru kaum kafir dalam hal cara hidup, bicara, berpakaian dan bahkan dalam hal cara makan seperti lelaki memakai perhiasan emas, memakai anting, kalung, minum arak, makan daging babi, makan dan minum dengan tangan kiri. Sebaliknya memperolok sebagian muslimin yang memelihara jenggot dan berpakain nyunnah. Banyak orang barat yang kafir yang mencari kebenaran di negeri muslimin tetapi ketika melihat kenyataan penampilan muslimin seperti itu ahirnya mereka tidak tertarik lagi terhadap Islam karena Islam ternyata tidak jauh beda dengan kafir menurut mereka (dalam hal penampilan lahir). Maka menjadilah muslimin sendiri yang menghalangi orang dari jalan Allah.

Ayyuhal muslimun, agama kita adalah agama besar, agama kebaikan bagi seluruh manusia. Jika dianggap remeh dan murah oleh mereka, maka bagi orang-orang yang mencari kebahagiaan hakiki bukanlah agama yang murah.

Agama kita menginginkan kita jujur atau benar dalam beriman, kesabaran, kesungguhan, pengorbanan di jalannya, menjaga dari penyerangan pemikiran agama, dan menggandeng orang yang bodoh yang bermain-main dalam beragama agar serius dalam mempelajarinya. Jika kita tidak bersungguh-sungguh dalam memegang agama dan membelanya maka agama ini akan berpindah ke tangan orang yang lebih baik dan lebih mencintainya daripada kita. Allah berfirman yang artinya :”Jika kamu berpaling dari agamamu maka Ia akan menggantikanmu dengan kaum lain yang tidak sama dengan kamu (yang lebih baik daripada kamu)”. (Muhammad : 38) Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk.

Entry filed under: Adab dan Akhlaq. Tags: , .

Islam dan Pembatal Keislaman Merenungi Rukun Islam


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: