Islam dan Pembatal Keislaman

August 14, 2009 at 4:27 am

Segala puji bagi Allah ta’ala yang meridhai Islam sebagai agama bagi kita, menjadikan kita sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, memerintahkan kita berpegang teguh dan koko di atas agama ini sampai mati serta memperingatkan kita dari melepaskan Islam dari diri kita. Allah ta’ala berfirman yang artinya :

“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agama Islam, lalu dia mati dalam kekafiran, maka amal-amal mereka gugur di dunia (tidak termasuk sebagai muslim) dan di akhirat (amalannya tidak berpahala), dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.(AlBaqarah :217)

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah berhak disembah selain Allah tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia hingga ahir jaman.

Amma ba’du : wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya agama Allah itu satu dan jalannya sangat jelas dan lurus. Sedangkan jalan kesesatan banyak dan bercabang-cabang sebagaimana yang Ia katakan yang artinya : “Bacalah hai Muhammad  :  “Ini adalah jalanKu yang lurus (AlQur’an dan as Sunnah), maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain yang bercabang-cabang karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.(berhenti dari apa yang dilarang)”.(AlAnam:153) Dan tiap cabang jalan kesesatan itu terdapat setan menyerukan manusia kepadanya. Maka orang yang berjalan di atas kebenaran banyak rintangan yang menggelincirkannya ke jalan-jalan setan tadi baik dengan perkara-perkara yang menggembiran atau perkara-perkara yang menakutkan sehingga ia membutuhkan ilmu pengetahuan terhadap jalan yang lurus dan ilmu pengetahuan terhadap jalan-jalan yang sesat serta membutuhkan kesabaran dan kokohan di atas jalan yang lurus itu.

Ayyuhal muslimun, maka kemurtadan terkadang bisa dengan cara meninggalkan Islam secara keseluruhan menuju pada agama lain dari agama-agama yang kafir, terkadang dengan melakukan salah satu dari pembatal keislaman bersamaan itu ia masih menamakan diri muslim dan menunaikan syiar-syiar Islam sehingga ia terhitung sebagai muslimin padahal hakikatnya bukan muslim. Masalah ini merupakan perkara yang berbahaya dan posisi halus yang membutuhkan ilmu yang dalam yang dengannya seseorang dapat membedakan antara yang benar dan batil, petunjuk dan kesesatan. Banyak muslimin yang tersamar menilai masalah ini disebabkan ketidaktahuan terhadap hal-hal yang membatalkan keislaman dan factor-faktor kemurtadan. Maka terkadang disangka bahwa seorang yang melakukan syiar-syiar Islam menjadi seorang muslimin walaupun melakukan sekian banyak hal yang dapat membuat dirinya kafir. Ini adalah persangkaan yang tidak benar dan rusak yang berasal dari ketidaktahuan terhadap hakikat Isalm dan perkara yang menggugurkan dari keislaman. Dan itulah fenomena kondisi umat Islam di jaman sekarang, tidak bisa membedakan antara yang benar dan yang batil, petunjuk dan kesesatan. Sehingga mereka menamakan muslimin kepada orang yang melaksanakan sebagian syiar Islam walaupun melakukan perkara yang dapat membatalkannya. Mereka tidak tahu bahwa seorang yang melaksanakan sebagian syiar Islam kemudian melakukan perkara yang dapat membatalkannya maka ia seperti orang yang wudlu kemudian batal wudhunya, maka wudhunya sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi ibadah shalatnya.

Islam bukanlah pengakuan tanpa hakikat dan bukan pula pengumpulan di antara dua hal yang saling bertentangan. Islam adalah agama yang benar dan jujur, Islam maknanya pasrah kepada Allah dengan mengihlaskan ibadah dan tunduk diseratai taat kepadaNya dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.  Islam sendiri itu sempurna, tidak terpisah-pisah dan haruslah kita menegakkan seluruh syiar, hak dan menjauhi semua yang membatalkannya. Islam agama aturan dan kenegeraan, ibadah dan hukum, da’wah dan jihad. Secara umum Islam mengatur seluruh kehidupan dan gerakan pemeluknya.

Wahai hamba Allah, sesungguhnya seorang tidaklah dinamakan muslim dengan semata menasabkan diri kepada Islam bersamaan itu ia tetap melakukan perkara yang membatalkannya – sebagaimana tidak cukup seorang memuji Islam kalau ia tidak melaksanakan hukum-hukumnya. Maka pada jaman sekarang orang yang mengaku Islam sangat banyak akan tetapi muslimin yang benar-benar muslimin sangat sedikit. Pada jaman sekarang kita banyak mendengar dan membaca orang yang memuji Islam akan tetapi bila kita melihat aplikasi dan amalannya kita menemukan jarak yang amat jauh antara orang-orang yang memuji dan hakikat Islam. Tidaklah adil bila menamakan seorang Islam hanya karena ia memuji dan mengaku diri sebagai muslim sementara itu ia jauh dari ajaran Islam. Sebagaimana tidak adil kita menamakan seorang muslim orang yang puasa atau shalat atau sebagian syiar Islam padahal ia melakukan perkara yang membatalkannya. Yang demikian itu disebabkan kebodohan terhadap hakikat Islam atau mengikuti hawa nafsu.

Wahai hamba Allah, sesungguhnya pembatal-pembatal Islam itu banyak, akan tetapi kami hanya menyebutkan sebagiannya yang banyak terjadi di masyarakat kita pada hari ini agar kita di atas kejelasan dan berhati-hati darinya. Maka di antara pembatal keislaman adalah :

Menyekutukan dalam beribadah kepada Allah seperti yang banyak dilakukan banyak orang beribadah di kubur-kubur keramat mendekatkan diri kepada mayat-mayat untuk meminta dipenuhi kebutuhan, bernadzar, menyembelih, atau menyembelih sesembelihan untuk jin untuk kesembuhan, mendatangi dukun meminta kesembuhan penyakit di mana dukun memerintahkan pasien menyembelih sesembelihan tertentu untuk jin. Padahal menyembelih untuk selain Allah ta’ala syirik.

Memperolok sesuatu yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam seperti memperolok orang yang memanjangkan jenggot, siwak, jihad, amar ma’ruf nahi munkar atau selain itu dari syiar Islam. Allah ta’ala berfirman yang artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (olok-olok muslimin dan agama Islam), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya (syiar-syiarNya) dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman disebabkan olok-olokmu”.(AtTaubah :65-66)

Termasuk pembatal keislaman adalah berhukum dengan hukum selain hukum Allah. Maka barangsiapa berhukum dengan hukum selain hukum Allah dengan keyakinan bahwa selain hukum Islam lebih baik dan lebih bermaslahat bagi manusia atau berkeyakinan boleh memilih hukum selain hukum Islam maka ia kafir. Allah ta’ala berfirman : “Barangsiapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah maka ia kafir”. (AlMaidah :44) Walaupun ia shalat dan puasa. Maka Allah berfirman yang artinya : “Maka demi robmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian hati mereka tidak merasa keberatan terhadap hukum yang kamu putuskan dan mereka menerima dan tunduk secara lahir dan batin”.(AnNisa :65) Inilah masalah yang sangat berbahaya, sebab banyak hakim yang melemparkan kitabullah di belakang punggung mereka dan menggantikannya dengan UU yang mereka ambil dari negeri pemikir-pemikir Barat yang kafir kemudian menghukumi manusia dengannya. Maka wajib bagi tiap muslim mengenal hukum Allah terhadap mereka dan menghukuminya dengan hukumNya dan tidak ridha terhadap perbuatan mereka.

Termasuk perkara yang membatalkan Islam adalah meninggalkan shalat dengan menentang dan bila meninggalkannya karena malas maka berdosa besar yang wajib bagi pemimpin atau yang mampu menasihati dan mengajaknya shalat bila tetap menolak maka hak pemerintah (hakim) untuk mengkafirkannya. Allah ta’ala berfirman : “Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui”.(AtTaubah :19) Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak mengerjakan shalat tidak dibiarkan jalannya bahkan dibunuh dan ia bukan saudara kita seagama karena ia kafir. Allah ta’ala mengabarkan bahwa termasuk perbuatan yang dapat memasukkan ke neraka adalah meninggalkan shalat dan tidak bermanfaat syafa’at baginya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam berkata  : Perjanjian antara kita dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat”. Bagi yang tidak shalat maka kafir bukan muslim.

Ayyuhal muslimun : termasuk pembatal keislaman yang tersebar di jaman sekarang adalah pemikiran yang merobohkan bangunan Islam seperti komunisme, liberalisme (Islam liberal), demokrasi, fanatisme kesukuan dan yang lainnya. Bagi yang membela dan menolong pemeluknya maka sungguh ia telah murtad dari Islam. Maka hendaknya seorang beragama di atas ilmu yang kokoh dan dalam agar ia mengetahui apa yang disebut Islam dan pembatal-pembatalnya yang disebutkan ulama dalam kitab-kitab fiqih. Ya Allah, perlihatkanlah Islam yang benar kepada kami, kokohkanlah kaki kami di atasnya sampai kami bertemu denganMu tidak mengganti dan mengubah agama, ya Allah perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu kebenaran dan berilah kemampuan untuk mengikutinya, perlihatkanlah kepada kami kebatilan itu kebatilan dan berilah kemampuan untuk menjauhinya. Akan tetapi semua orang yang dihukumi kemurtadannya haruslah diberi hujjah dan keterangab terlebih dulu tidak langsung mengkafirkannya. Sehingga sangat sulit bagi kita untuk menentukan seseorang itu keluar dari islam. Pembahasan ini hanyalah hukum secara umum bukan untuk mengadili perorangan maupun organisai tertentu. Wallahu a’alam.“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah memperindah kekafiran dan memanjangkan angan-angan mereka dan menjajikan panjang umur. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kamu dalam memusuhi Muhammad “, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah keadaan mereka apabila malaikat maut mencabut nyawa mereka seraya memukul muka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus amal-amal mereka”.(Muhammad : 25-26)

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

Aksi Kelompok Teroris di Tanah Suci Wajibnya Mensyukuri Ni’mat Islam


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: