Sebab dan Cara Menumpas Teroris

July 23, 2009 at 3:30 pm

pohonتفريغ لمحاضرة الشيخ صالح السحيمي

الارهاب اسبابه وعلاجه وموقف المسلم من الفتن

Judul Asli :

Penulis : AsySyaikh DR. Shalih asSuhaimi

Judul terjemah : Sebab-sebab dan Cara Menumpas Teroris Serta Sikap Muslim Terhadapnya Teror

Penerjemah : Ahmad Hamdani

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده .. وبعد ..

Alloh telah memuliakan kita dengan kemuliaan yang terbesar dengan mengutus nabinya, mengeluarkan kita dari kegelapan kebodohan kepada cahaya Islam yang terang benderang, memuliakan kita setelah kehinaan, mempersatukan kita setelah berpecah dan menjadikan kita bersaudara di jalan Alloh yang saling mencintai. Tidak ada keutamaan di antara kita kecuali dengan ketakwaan.

{ إن أكرمكم عند الله أتقاكم }

‘Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara di sisi Alloh kamu adalah orang yang bertakwa’.(Hujurat)

Alloh ta’ala mengingatkan akan kenikmatanNya yang diberikanNya kepada kita dalam FirmanNya

{ واعتصموا بحبل الله جميعاً ولا تفرقوا واذكروا نعمة الله عليكم إذ كنتم أعداء فألف بين قلوبكم فأصبحتم بنعمته إخواناً ، وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها كذلك يبين الله لكم آياته لعلكم تهتدون } .

‘Dan berpegan teguhlah dengan tali agama Alloh dan janganlah kamu berpecah belah dan ingatlah kenikmatan Alloh yang diberikan kepada kalian yaitu ketika kalian dahulu bermusuhan lalu Ia menyatukan hatimu lalu melalui kenikmatanNya kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu waktu itu berada pada bibir jurang api neraka lalu Ia menyelamatkanmu darinya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk’.

Kaum muslimin di jaman sahabat hidup dalam kenikmatan tersebut sampai datanglah perselisihan di kalangan mereka ketika Abdullah bin Saba dan pengikutnya memberontak Utsman bin Affan. Sedangkan bibit-bibit khawarij telah nampak di jaman Rasulullah صلى الله عليه و سلم ketika Dzul Khuwaishirah atTamimi memprotes pembagian ghanimah yang dilakukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم pada peperangan Hunain. Ia berkata,”Adil hai Muhammad, kamu belum adil’. Ia berkata juga,’Pembagian ini tidak lillah’. Rasulullah صلى الله عليه و سلم langsung menjawab,’Celaka kamu, siapa yang akan adil jika aku tidak adil. Mengapa kamu tidak percaya kepadaku sedangkan aku orang yang dipercaya oleh zat yang di langit ?’. Ketika Umar hendak membunuhnya Rasulullah صلى الله عليه و سلم mencegah dan berkata,”Biarkan dia, sesungguhnya akan keluar dari keturunannya suatu kaum yang kalian meremehkan sholat kalian, kalian meremehkan puasa kalian, mereka membaca alQur’an tidak melampaui tenggorokan mereka dan keluar dari agama seperti busur panah keluar dari buruannya’. Kemudian kekacauan semakin menjadi di jaman Utsman disebabkan fanatisme golongan dan pertentangan terhadap dalil yang memukul Islam dari dalam dan bertambah besar pada waktu terbunuhnya Ali, menghalalkan darah dan harta kaum muslimin dan memerangi Allah dan rasulNya. Kemudian Ali membunuh Dzulhuwashirah. Sampai hari ini fitnah khawarij terus ada terkadang muncul dan terkadang tersembunyi sampai di ahirjaman mereka bergabung bersama Dajjal sebagaimana yang Rasulullah صلى الله عليه و سلم beritakan.

Pada jaman sekarang Allah menguatkan negeri kita melalui ‘burung elang jazirah Arab’ Raja Abdul Aziz semoga Allah memperbagus tanah kerajaannya sehingga ia dapat mempersatukan perpecahan umat setelah dalam jangka waktu yang amat panjang diwarnai oleh peperangan, kedendaman, kekacauan, kebodohan yang mengtorinya, fanatisme kabilah yang mengakar dan banyak kaum muslimin yang kembali kepada kesyirikan dan syariat yang telah hilang, yang kuat memakan yang lemah. Allah mentakdirkan beliau menjadi pemimpin yang kokoh, menyatukan rakyat di bawah bendera tauhid dan menyebarkan keamanan. Dengan kepemimpinannya bertambah kesenangan, ilmu, hilangnya kegelapan kebodohan dan persaudaraan Islam memimpin berdiri di atas realisasi tauhid dan berjalan di atas petunjuk Rasulullah صلى الله عليه و سلم .

Elang padang pasir ini mengokohkan pondasi-pondasi negerinya. Sepeninggalnya, anak cucunya menjunjung tinggi dan berjalan di atas manhaj pendahulunya, berhukum dengan syariat Allah dalam semua perkara baik yang besar maupun yang kecil. Pemerintah rakyat satu hati, pemuda selalu berhubungan dengan ulama dan pemerintah menetapkan satu jamaah dan manhaj dalam satu kekuatan yang jauh dari sifat ekstrim. Kondisi yang baik ini terlihat di dalam manhaj pengajaran dan program-program pelajaran yang didasarkan pada seruan alQur’an dan as sunnah sebagaimana yang Allah Firmankan,

{ وكذلك جعلناكم أمه وسطاً }

’Demikianlah Kami jadikan kamu umat yang bai dan adil’, di antara umat-umat yang ada. Sehingga negeri ini menjadi suri tauladan yang baik di dalam menempuh ajaran agamanya.

Ahir-ahir ini bermunculan suara-suara, tulisan-tulisan dan siaran-siaran radio dari sebagian orang-orang kerdil mengajak orang-orang yang tidak mengerti kepada fanatisme golongan yang sempit dan memecah belah jama’ah yang benar(ahlus sunnah) dengan cara-cara licik, tipu daya dakwah yang menyebabkan masuknya pemikiran khawarij pada pemikiran para pemuda. Dengan itu musuh-musuh Islam mengambil kesempatan menjaring buruan di dalam air yang keru di bawah seruan hak asasi manusia atau pembaruan metode dakwah yang lama dengan alasan dakwah ahlus sunnah menyebabkan perpecahan umat dan ekstrimisme di kalangan jamaah maupun individu. Mereka memasarkan pemikiran khawarijnya dengan banyak cara antara lain ;

Pertama : Meremehkan dakwah tauhid di bawah slogan bahwa aqidah adalah perkara yang telah maklum bagi umat dan bisa dipahami selama beberapa menit bahkan mereka tidak mau mendasari dakwah mereka dengan tauhid karena dakwah  tauhid memecah belah umat Islam.

Kedua : mencaci ulama ahlus sunnah dan mengesankan kepada umat agar mereka tidak membutuhkan ilmu mereka dengan slogan bahwa ulama tidak memahami kondisi umat dan bukan ahlinya untuk memecahkan problematika umat islam dan bangkit meluruskannya.

Ketiga : memandang negatif para pemimpin/pemerintah muslim dan menyebutkan aib-aib pemerintah atau apa yang mereka kira sebagai aib di atas mimbar-mimbar masjid atau di media masa dan menafsirkan dalil-dalil yang memerintahkan taat kepada pemerintah dengan tafsir bahwa yang dimaksudkan dengan pemerintah dalam ayat adalah pemimpin umat secara keseluruhann(halifah). Mereka lupa atau pura-pura lupa terhadap apa yang telah disepakati ulama bahwa apabila dalam keadaann banyak negara Islam maka tiap-tiap rakyat di dalam walayah tersebut mempunyai kewajiban dan hak-hak, mereka wajib taat kepada pemerintahnya dalam perkara yang ma’ruf dan diharamkan memberontak atau menentang selama pemerintah menegakkan hukum Allah.

Keempat : menjauhkan para pemuda dari ilmu agama (alqur’an dan assunnah) dan mempersibuk pemuda dengan nasyid-nasyid yang memberi semangat jihad dan apa yang disebarkan dari mana-mana melalui  media-media masa dan yang sejenisnya.

Kelima : dakwah untuk menyerukan jihad yang berisi gambaran menghalalkan darah dan harta muslimin, memberi semangat pengrusakan, teror dan memutus jembatan-jembatan dengan alasan bahwa negeri muslimin adalah negeri perang yang wajib diperangi. Mereka menyebarkan pemikiran rusak ini melalui nasyid-nasyid bahwa terkadang sampai pada pelatihan para pemuda dengan senjata-senjata tajam di tempat-tempat yang jauh dari masyarakat atau tempat yang terlindung. Mengumpulkan orang-orang yang sedang didakwahi  dan pemuda serta mencuci pikiran mereka dalam pertemuan-pertemuan rahasia yang diadakah di kemah-kemah atau waktu rekreasi sambil mendoktrin agar mereka tidak berhubungan dengan ulama.

Ketujuh : pembagian buku-buku, selebaran-selebaran, buletin-buletin dan kaset-kaset yang mengajak kepada pemikiran khawarij dan pengkafiran muslimin terutama ulama dan pemerintah. Di antara kitab yang mereka sebarkan adalah buku-buku :

  1. Karya Sayyid Quthub, yang berbahaya dari bukunya yang berisi mengafirkan muslimin dan mencaci sahabat bahkan mencaci sebagian nabi misal kitab Fi Dlilal alQuran, Syakhsiyat dan Ma’alim fit Thariq.
  2. Buku-buku Hasan AlBanna
  3. Buku-buku Sa’id Hawwa
  4. Buku-buku ‘Isham al’Athar
  5. Buku-buku Abil Fath alBayanuni
  6. Buku-buku Muhammad bin Ali ash Shabuni
  7. Buku-buku Muhammad Hasan Hanbakah alMaidanai
  8. Buku-buku Hasan atTurabi
  9. Buku-buku alHadhaibi
  10. Buku-buku atTilmisani
  11. Buku-buku Ahmad Muhammad Rasyid (nama haraki) bukunya yang paling merusak ialah alMisar, al’Awaiq, alMunthaliq dan arRaqaiq.
  12. Buku-buku ‘Isham alBasyir
  13. Buku-buku dan kaset-kaset Muhammad Surur bin Zainal Abidin ketua Yayasan alMuntada di London. Dan kitab-kitab lain yang tersebar toko-toko buku yang meracuni pemikiran muslimin yang mesti diperingatkan dengan keras akan bahayanya, dilarang penyetakannya dan mengawasi penerbit-penerbit yang ceroboh mencetak, menyebarkan, menjual atau membagi-bagikannya.

Bila seorang yang belum kuat pemahaman agama dan tidak mempunyai benteng ilmiah membaca buku-buku di atas maka pemikiran dan akalnya rusak dan ia akan hidup dalam angan-angan hingga ia siap untuk mempraktekkan apa yang diinstruksikan penulis walau dengan membunuh diri atau orang lain dari kalangan muslimin atau kaum kafir yang dijaga keamanannya demi meraih tujuan ahir yaitu mati syahid dan berhasil masuk sorga sebagaimana yang digambarkan oleh sebagian dai mereka bahwa itulah jalan yang benar, bagi orang yang menempuhnya akan sampai kepada apa yang ia angankan dan berhasil medapatkan keridhoan Allah. Jadilah pengkafiran, teror, pengrusakan di negeri muslimin dan keluar dari manhaj salafus shalih adalah jalan hidayah bagi mereka. Penyair menyindir mereka dengan syairnya :

كفى بك داءً أن ترى الموت شافياً      وحسب المنايا أن يكن أماني

Cukup bagimu penyakit kamu melihat maut sebagai obat

Dan mencukupkan mimpi-mimpi untuk menjadi cita-cita

Kedelapan : cepatnya pergerakan dari jama’ah pemgkafiran semisal jama’ah al Ikhwanul Muslimin dan cabang-cabangnya di madrasah-madrasah, pondok-pondok pesantren dan universitas-univesitas, mereka banyak merusak fitrah anak-anak muslimin dengan manhaj pengkafiran ketika murid-murid sedang mengadakan acara study tour dan ketika disampaikan kisah-kisah yang kebanyakan berlebihan dan dusta.

Itulah sebagian sarana yang menjadi alat penyebar dakwah pengkafiran dan pengrusakan pemikiran anak-anak muslimin yang sangat besar andilnya bagi dakwah mereka sampai mereka menjauhi ulama ahlus sunnah dan pemerintah serta menganggap diri mereka paling benar dan selain mereka tidak ada apa-apanya. Setelah keterangan di atas timbul pertanyaan bagaimana kita melindungi diri dari pemikiran mereka ?

Langkah-langkah yang perlu kita ambil dalam rangka menghindari pemikiran bid’ah itu antara lain :

  1. Menyeru kaum muslimin semuanya untuk berpegang teguh dengan alqur’an dan as sunnah dalam segala sesuatu. Allah berfirman,

{ واعتصموا بحبل الله جميعاً ولا تفرقوا }

    ’Dan berpeganglah kamu dengan agama Allah dan jangan berpecah belah’.

    { وما اختلفتم فيه من شي فحكمه إلى الله }

    ‘Dan perselisihan apa saja yang kamu alami kembalikanlah hukmnya kepada Alloh’.
  1. Lebih menekankan pemahaman alqur’an dan as sunnah sesuai dengan pemahaman salafus sholih. Hal ini tidak terealisasi kecuali bila kaum muslimin memperdalam agama di hadapan ulama ahlus sunnah yang membersihkan alkitab dan assunnah dari penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, madzhab-madzhab batil dan penafsiran orang-orang bodoh. Alloh ta’ala berfirman,

{ فسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون } وقال تعالى { وإذا جاءهم أمر من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردوه إلى الرسول وإلي أولي الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منهم }

’Maka tanyakanlah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui’.(anNahl :43)

    ‘Jika datang kepada mereka urusan keamanan atau ketakutan mereka langsung menyiarkannya seandainya mereka mengembalikan kepada rasulullah dan pemimpin niscaya orang-orang yang ingin mengetahui urusan rahasia akan mengetahuinya’. Dan memutus jalan orang yang membuat kerusakan di muka bumi (kerusakan dengan menghalangi manusia dari jalan Alloh) yang mana mereka berfatwa tanpa ilmu, menjelek-jelekkan ulama dan mensifati mereka dengan sifat-siafat yang tidak pantas, sehingga muslimin selalu mengelilingi pewaris para nabi yang kokoh ilmunya dan pemuda terjaga dari para penjegal jalan kebenaran senantiada menyebabarkan kebatilan, berbuat tanpa dasar ilmu dan menganggap tidak ada lagi tempat merujuk bagi para pemuda muslim.
  1. Menjauhi tempat-tempat kersuakan dan fitnah untuk mematikan kejelakannya, Alloh ta’ala berfirman,

    { واتقوا فتنةً لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة }

    ’Dan takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang dhalim’. Hal ini dilakukan dengan bersegara beramal shalih. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

” بادروا بالأعمال فتناً كقطع من الليل المظلم يمسي الرجل فيها مؤمناً ويصبح كافراً ويصبح مؤمناً ويمسي كافراً يبيع دينه بعرض من الدنيا “

    ’Bersegeralah kalian beramal pada saat saat fitnah seperti gelapnya malam pada sore hari seorang beriman dan pada pagi hari ia kafir, pada pagi beriman dan pada sore hari ia kafir ia menjual agamanya dengan kesenangan kehidupan dunia’. Dari Abi Hurairh, Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,
    ” ستكون فتن القاعد فيها خير من القائم ، والقائم فيها خير من الماشي ، والماشي فيها خير من الساعي ومن يشرف لها تستشرفه ومن وجد ملجأً أو معاذاً فليعذ به “.
    ’Akan ada fitnah-fitnah orang yang duduk ketika itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik berlari keci. Barangsiapa mendatanginya maka akan tekena dan bagi yang menemukan perlindungan darinya maka berlindunglah dengannya”.
  1. Bersungguh-sungguh dalam beribadah dan bertakwa kepada Alloh dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi laranganNya. Alloh berfirman,

{ ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا }

    ”Barangsiapa bertakwa kepada Alloh maka Ia akan menjadikan mudah urusannya”.

{ ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا }

    “Dan barangsiapa bertakwa kepada Alloh maka akan Ia jadikan jalan keluar”.
    Maka takwa dan tetap istiqomah di atas syariatnya serta mengamalkan apa yang Ia ridhai merupakan sebab datangnya keberuntungan dan keselamatan di dunia dan ahirat.
  1. Menutup pintu-pintu kemaksiatan dan menghukum pelakunya. Sesungguhnya timbulnya kekacauan, kerusakan, musibah-musibah dan perselisihan berasal dari kemaksiatan dan kemungkaran. Alloh berfirman,
  1. { أولما أصابتكم مصيبة قد أصبتم مثليها قلتم أنا هذا قل هو من عند أنفسكم {
    ”Apakah ketika kalia ditimpa musibah yang telah menimpa kalian kalian bertanya,”Darimanakah musibah ini?’ Katakanlah,”Dari dirimu sendiri”.

Alloh ta’ala berfirman

{ ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت ا يدي الناس } .

    ”Telah nampak kerusakan di darat dan dil laut disebabkan ulah tangan manusia”.
  1. Bersatu di atas alqur ‘an dan assunnah dan pemimpin serta mengokohkan pemahaman ketaatan kepada para pemimpin. Alloh ta’ala berfirman

{ يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم }

    ”Hai orang-orang beriman taatilah Alloh dan RasulNya dan pemimpin kalian”.
    Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,

” إن الله يرضى لكم ثلاثاً ويسخط لكم ثلاثاً يرضى لكم أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً وان تعتصموا بحبل الله جميعاً ولا تفرقوا وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم “

    ”Sesungguhnya Alloh meridha tiga perkara untukmu: meridhai kamu menyembah Alloh semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun, berpegang dengan agama Alloh, tidak berpecah belah, ihlas beramal dan menasihati pemimpin kalian”.
    Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata

من رأى من أميره شيئاً يكرهه فليصبر فإن من فارق الجماعة شبراً فمات فميتته جاهلية “

Barangsiapa melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari pemimpinnya maka bersabarlah, karena sesungguhnya siapa saja yang menyempal dari kepemimpinannya sejengkal lalu mati maka mati seperti mati jahiliah(dosa besar)”.

    Diriwayatkan oleh Bukhari dari hadits Hudzaifah bin alYaman yang panjang,
  1. ” … قلت فما تأمرني إن أدركني ذلك ؟ قال : تلزم جماعة المسلمين وإمامهم ، قلت : فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام ؟ قال صلى الله عليه وسلم فاعتزل تلك الفرق كلها ولو أن تعض بأصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك “.
    ….’aku bertanya,”Apa yang anda perintahkan bila aku menemukan kejelekan? Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata ,“Kamu tetap dalam jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka”. “Bagaimana bila tidak ada jama’ah muslimin maupun imam?”. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,”Menyingkir dari kelompok-kelompok yang sesat walau kamu menggigit akar pohon sampai kamu mati dalam keadaan demikian”.
  1. Bersabar menghadapi malapetaka. Kesabaran dapat mematikan api fitnah-fitnah atau kejelekan-kejelekan. Alloh ta’ala berfirman,

{يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين }

    ”Hai orang-orang beriman minta tolonglah kepada Alloh melalui sabar dan sholat sesungguhnya Alloh menolong orang-orang yang sabar”.
    { واصبر على ما أصابك }
    “Dan bersabarlah terhadap musibah yang menimpa kamu”.
    Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,

” عجباً لأمر المؤمن إن أمره كله له خير إن أصابته سراء شكر فكان خيراً له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيراً له وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن ” .

    ”Menakjubkan bagi urusan seorang beriman, seluruh urusannya baik, jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur dan ini baik baginya dan bila ia mendapatkan musibah ia bersabar dan ini baik baginya. Yang demikian hanya ada pada orang beriman”.
    2. Memperbaiki segala sesuatu dengan tenang, sabar, tidak tergesa-gesa berfatwa, hukum dan menjauh dari emosional dan marah. Inilah sifat para nabi dan rasul. Alloh berfirman,

{ إن إبراهيم لحليم آواه منيب }

    ”Sesungguhnya Ibrahim itu orang yang penyantun, penghiba dan tobat”.
    Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata kepada alAsyaj Bani Abdil Qais,

” إن فيك خصلتين يحبهما الله ورسوله الحلم والأناة ” .

    ’Sesungguhnya padamu terdapat dua sifat yang dicintai Alloh dan rasulNya : penyantun dan pelan-pelan”.
  1. Berahlak dengan kelemah-lembutan, muamalah yang baik dan halus dalam menepis fitnah-fitnah. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,
  1. “ما كان الرفق في شيء إلا زانه ولا نزع من شيء شانه ” ويقول أيضاً ” إن الله يحب الرفق في الأمر كله ” .
    ”Tidak kelemah-lembutan ada sesuatu kecuali akan menghiasinya dan tidaklah ia dicabut kecuali akan memperjelek”. Beliau berkata juga,”Alloh menyukai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu”.
    Bersungguh-sungguh dalam mengecek segala sesuatu, memahami dan mengetahui bahaya karena hukum atas sesuatu adalah bagian dari penggambarannya. Seorang mukmin tidak boleh tertipu oleh perkara-perkara lahir dan gambaran semata tetapi ia haruslah selalu waspada terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya bersamaan tetap kokoh menggapai tujuan utama dan tidak mengalahkan prinsip aqidahnya, tidak tergesa-gesa melontarkan hukum-hukum atau mendalami masalah-masalah syar’iyaah tanpa ilmu. Alloh ta’ala berfirman,

{ ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا } .

    ”Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui ilmunya, sesungguhnya hati, pendengaran dan penglihatan akan ditanya”.
    1. Meneliti segala sesuatu dan tidak segera menyebarkan berita-berita terutama yang disebarkan melalui media masa terutama yang bertujuan mengacaukan kaum muslimin dan melemahkan persatuan mereka. Alloh berfirman,

{ يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجاهلة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين }

    ”Hai orang-orang beriman jika orang-orang fasik(dosa) membawa berita kepadamu maka telitilah…..”Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,

” إياكم والظن فإن الظن أكذب الحديث “.

    ”Jauhilah persangkaan, sesungguhnya persangkaan adalah kedustaan yang paling berat”.
    1. mengembalikan penamaan agama, iman dan menghukumi fasik, kafir atau bid’ah kepada kaidah-kaidah syariat dan hati-hati vonis atas kaum muslimin tanpa adanya penelitian dan pengecekan. Sesungguhnya haram seseorang mengatakan kafir kepada saudaranya yang muslim walaupun ia mengerjakan kekafiran kecuali setelah adanya syarat-syarat dan tidak adanya penghlang-penghalang pengkafirannya. Allah berfirman,

{ يا أيها الذين آمنوا إذا ضربتم في سبيل الله فتبينوا ولا تقولوا لمن ألقى إليكم السلام لست مؤمنا تبتغون عرض الحياة الدنيا فعند الله مغانم كثيرة كذلك كنتم من قبل فمن الله عليكم فتبينوا إن الله كان بما تعملون خبيرا }

    • ”Hai oranh-orang beriman bila pergi berperang di jalan Alloh maka telitilah dan janganlah mengatakan kepada orangorang yang mengucapkan salam kepadamu ‘kamu bukan orang beriman’ lalu kamu membunuh dengan maksud mencari harta dunia karena di sisi Alloh ada harta yang banyak. Begitu jugalah kamu dahulu lalu Alloh menganugerahkan nikmatNya atasmu, maka telitilah sesungghnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan”.(AnNisa:94)
    • Rasulullah صلى الله عليه و سلم telah memperingatkan akan hal ini dengan sabdanya,

” لا يرمي رجل رجلاً بالفسوق ولا يرميه بالكفر إلا ارتدت عليه إن لم يكن صاحبه كذلك “

    • ”Tidaklah seorang menuduh orang lain dengan kefasikan dan kekafiran kecuali akan kembali tuduhannya kepadanya jika yang dituduh tidak seperti yang dituduhkan”.
    • Dari Abu Dzar dan Ibnu Umar bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,”Tidaklah seorang mengatakan kepada saudaranya,

” أيما رجل قال لأخيه يا كافر فقد باء بها أحدهما ” متفق عليه ، يقول ابن دقيق العيد في بيان معنى هذا الحديث “

    • ’Hai kafir’ kecuali ucapan itu akan mengenai salah satu dari keduanya”.(HR, Bukhar)
    • Sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم ini merupakan ancaman yang cukup keras bagi orang yang mengafirkan muslimin padahal mereka tidak kafir. Syaikhul Islam mengatakan,”Aku adalah orang yang paling mengingkari pengkafiran, menuduh maksiat dan fasik terhadap orang tertentu kecuali bila telah tegak hujjah kepadanya yang dikafirkan, dianggap maksiat atau fasik orang yang menyelisihanya. Aku telah menetapkan bahwa Alloh telah mengampuni kesalahan umat Islam yang meliputi masalah-masalah ilmiah maupun amaliah”.
    • Itulah perkara yang hendaknya bagi semua lapisan masyarakat muslimin dan pemerintah memperhatikan ketika timbul fitnah-fitnah (kekacauan) dan hendaknya mereka mencurahkan tenaga untuk segera menyelesaikan dan mencabut sampai ke akar-akarnya terutama pemikiran khawarij yang menyebar di jaman sekarang yang telah mencapai pada tingkat penumpahan darah, perampasan harta mereka dengan berbagai macam cara dan keyakinan teror dan bunuh diri sebagai jihad fi sabilillah yang semuanya berawal dari tulisan-tulisan dan fatwa-fatwa yang menyesatkan.
    • Adapun dalam masalah jihad maka sikap muslimin adalah sebagai berikut :
    1. Jihad disyariatkan dan tetap ada sampai hari kiamat di belakang pemimpin muslim yang taat maupun yang maksiat. Muslimin harus mempersiapkan diri untuk jihad sampai mereka bertemu Alloh ta’ala. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,

” من مات ولم يغزو أو يحدث نفسه بالغزو مات على شعبة من نفاق “

    • ”Barangsiapa mati dan belum perang dan tidak berniat berperang maka mati dalam keadaan munafik”.
    • Akan tetapi jihad haruslah memenuhi syarat antara lain bisa diringkas : ihlas lillahi ta’ala, adanya kekuatan, di bawah satu kepemimpinan Islam, diserukan oleh pemimpin muslim, didahului dengan dakwah, diperkirakan tidak timbul kerusakan besar yang mengenai Islam dan muslimin. Jika syarat-syarat ini terpenuhi maka marilah kita berjihad, bila tidak maka tidak!
    1. Sikap sebagian orang yang meremehkan jihad walaupun sayarat-syarat telah terpenuhi dengan alasan bahwa sekarang tidak ada jihad kecuali jihad akbar yaitu jihad melawan nafsu. Mereka membawakan hadits palsu yang menyatakan, kita kembali dari jihad kecil kepada jihad besar. Itulah manhaj sebagian sufiah yang mengatasnamakan dakwah dan berdasar pada kisah-kisah hayalan, mimpi-mimpi, hadits-hadits palsu dan dha’if.
    2. sekelompok menamakan jihad dengan nama lain mereka adalah khawarij modern yang pendahulu mereka telah memerangi muslimin sejak pembunuhan terhadap Utsman sampai nanti mereka bergabung bersama Dajjal di ahir jaman. Mereka meyakini bahwa negeri Islam sekarang adalah negeri perang yang telah membantu orang-orang kafir. Merekalah yang menyebabkan kaum kafir garang terhadap musliimin dan sebagian negeri Islam. Alloh yang Maha Mengetahui siapa di balik dalang khawarij ini secara langsung atau tidak langsung.

Maka tiap muslim wajib menmbongkar kepalsuan dan kesesatan mereka sesuai kemampuan agar pemikiran rusak mereka tidak menyebar lebih luas dan haram menyembunyikan atau melindungi mereka karena yang demikian termasuk saling menolong dalam dosa dan permusuhan. Allah berfirman,

{ وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان }

”Dan tolong-menolonglah dalam kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”.(alMaidah:2)

Barangsiapa yang melindung, menyembunyikan, membela atau membenarkan perbuatan mereka maka ia ikut serta dengan mereka dalam membunuh muslimin dan kaum kaum kafir yang dijamin keamanannya. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata,

لعن الله من آوى محدثاً “

”Allah melaknat orang yang melindungi pelaku bid’ah(kejahatan)”.

Kita memohon kepada Alloh yang Maha Pemurah Pemilik Arsy yang agung dengan nama-nama dan sifat-sitatNya yang mulia agar Ia menjaga kaum muslimin pada umumnya dan negeri ini (Saudi) pada hususnya, semoga Ia memberikan keamanan, kekohan, menunjuki muslimin dan mengembalikan mereka ke dalam agama dengan sebenar-benarnya serta menyatukan mereka. Ahir seruan kita aljamdulillahi rabbil alamin. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم , kleuarga dan sahabatnya.

DR. Shalih bin Sa’d asSuhaimi alHarbi, anggota dewan pengajar di Universitas Madinah alMunawwarah dan pengajar di Masjid Nabawi asySyarif.

Disusun oleh Abul Hasan alQurasyi

Entry filed under: Manhaj. Tags: , , , .

Dialog Dengan Teroris Sebelum Menteror (Bag.2) Aksi Kelompok Teroris di Tanah Suci


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: