20 Kerusakan Nonton Televisi

June 4, 2009 at 2:32 pm

tvJudul Asli : ‘Isyruna Mafsadah min Mafasidit Tilfaz

Penulis : Khalid bin Muhammad AlGhurbani, Murid AsySyaikh Muqbil bin Hadi AlWadi’i.

Penerbit : Maktabah Sahab 2003

Judul Terjemah : 20 Kerusakan Nonton Televisi

Penerjemah : Ahmad Hamdani bin Muslim

Muqaddimah

Buku kecil yang ada di tangan pembaca ini telah aku tulis beberapa tahun yang lalu dan telah aku tunjukkan kepada Syaikh kita Muqbil bin Hadi alWadii, lalu beliau berkata,”Sebarkanlah”.

Dan alhamdulillah buku ini telah tersebar dengan karunia Allah semata dan telah dicetak sampai tiga kali. Aku memohon keihlasan dan kekohan hati kepada Allah.

Untuk kali ini aku kirimkan naskahnya kepada Syabkah Sahab asSalafiah agar banyak kaum muslimin yang mengambil manfaatnya. Dahulu di sampul depan tertulis beberapa markaz dakwah ahlus sunnah di Yaman dan beberapa nomor telephonnya. Oleh karena itu aku juga ingin menuliskannya di sini akan tetapi sebagian nama markaz yang sekarang diduduki ahli bid’ah itu ada yang aku buang seperti markaz di Ma’rib yang diduduki oleh Abul Hasan seorang ahli bid’ah yang sesat. Inilah isi kitabnya

بسم الله الر حمن الر حيم

إن الحمـد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من

يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلاّ الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله e . } يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون {آل عمران [102 ]}يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالاً كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا {النساء [ 1 ] } يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم

أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما{الأحزاب [ 70 /71 ]

Sesungguhnya segala pujian hanyalah milik Allah semata. Kami memujiNya dan meminta ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa Kami dan kejelekan amal-amal Kami. Barangsiapa Allah tunjuki maka tidak ada yang menyesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan rasulNya.

Allah ta’ala berfirman, {يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ }

” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.(Ali Imran :102)

Allah ta’ala berfirman, {أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَآءً واتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ والأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً } ” Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.(AnNisa :1)

Allah ta’ala berfirman, {يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُم وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً }. ” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.(AlAhzab :70-71)

. أما بعد :
فإن أصدق الحديث كتاب الله ، وخير الهدي هديُ محمد وشر الأمور محدثاتها ، وكل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .

Maka sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah perkataan kitabullah dan sebaik-baik petunkjuk adalah petunjuk Muhammad rdan sejelek-jelek perkara adalah perkara baru dalam agama. Dan setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap sesat di neraka.
Ahlak-ahlak yang rusak telah memasuki ke dalam banyak rumah tangga kaum muslimin dengan disadari atau tidak. Hal ini disebabkan tersebarnya bangsa Arab secara husus dan bangsa-bangsa lainnya secara umum. Salah satu faktor perusak yang masuk ke dalam rumah tangga mulsimin adalah Televisi.

Pada tulisan ini aku akan memaparkan dua puluh kerusakan TV tanpa melihat manfaatnya karena dampak negatifnya lebih besar daripada dampak positifnya. Tidak diragukan bahwa setiap muslim yang berakal, setelah membaca buku kecil ini akan menerima dan tunduk karena kerusakan yang akan aku sampaikan dilihat dari sisi syar’i. Sebagaimana kata Allah ta’ala, {وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِيناً }. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”.(AlAHzab : 36)

Mungkin ada sebagian point kerusakan yang anda tidak setuju, tapi bukan berarti nonton TV diperbolehkan karena satu kerusakan saja sudah cukup sebagai alasan untuk mengharamkannya.

Aku bukan seorang alim yang dapat memutuskan halal haramnya akan tetapi aku menulis buku kecil ini dengan harapan para ulama mengetahuinya kemudian menelurkan hukum syarinya. Dan tidak diragukan bahwa bahwa ketetapan hukum syarinya bisa dilihat oleh setiap mukmin dan mukminah.

Dengan melihat bahaya CD lebih besar daripada TV, aku sampaikan nasihat kepada para orang tua dalam bentuk surat seorang anak kepada ayahnya. Aku memohon keihlasan kepada Allah dan manfaatnya untuk kaum muslimin. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan menerima doa. Tidak lupa juga aku menyampaikan nasihat kepada pemerintah, doa kebaikan untuk mereka dan harapan mereka mengetahui bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah di hari kiamat. Setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Aku memohon kepada Allah memberi hidayah kebaikan dan cahaya kepada kita dan pemimpin kita dan memperlihatkan kepada kita kebenaran sebagai kebenaran dan memberi rizki untuk mengikutinya dan memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi rizki untuk menjauhinya.

Duapuluh kerusakan TV itu adalah :

1. Melihat wanita asing ; hukumnya haram apakah melihat langsung ataupun gambarnya berdasarkan firman Allah ta’ala,

{قُلْ لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُواْ فُرُوجَهُمْ ذالِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ }

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(AnNur : 30). Jika Allah melarang melihat wajahnya bagaimana dengan melihat rambut, dada, bahkan terkadang seluruh badannya secara sempurna (telanjang bulat) seolah hewan yang berjalan di atas bumi. Pada umumnya setelah melihat gambar wanita ada keinginan untuk melampiaskan apa yang Allah haramkan.

2. Melihat lelaki ; seorang wanita dilarang melihat lelaki berdasarkan firman Allah ta’ala,وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِن“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya”.(AnNur :31). Tidak bisa dikatakan,”Yang dilihat gambarnya bukan badan aslinya”. Terkadang sebuah stasiun TV menayangkan siaran langsung dari jarak jauh sehingga walaupun yang dilihat adalah gambarnya tetap dilarang apakah wanita melihat lelaki atau sebaliknya. Di manakah rasa cemburu seorang suami kepada keluarganya yang asyik melihat gambar wanita asing?

3. Imbas taklid yang rusak ; secara husus imbas taklid masyaralat barat dan meniru-niru dengan musuh-musuh Islam, sedangkan Rasulullah r berkata, من تشبه بقوم فهو منهم“Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia golongannya”.(HR. Ahmad dan Abu Dawud). Anda bisa membuktikan wanita-wanita (muslimah) di sekililing kita taklid (mengekor) memakai baju ketat dan merangsang walaupun menyelisihi agamanya. Hingga tradisi malam pertama dan pernikahan diadopsi dari Barat. Seorang suami memperlakukan istrinya seperti dalam film atau sinetron bahkan anak-anak mereka mencontoh adegan film atau sinetron dalam bermuamalah dengan kedua orang tua. Misalnya seorang anak meninggikan suaranya di hadapan ayah, memanggil dengan namanya dan para pemuda yang akan membangun kehidupan rumah tangga harus mengadakan hubungan cinta denga calonnya sebelum menikah. Maka lihatlah wahai saudaraku, bagaimana tradisi rusak itu berpindah ke negeri kita dan masuk ke dalam kamar rumah kita. Aduahai, seandainya ada seorang yang diberi petunjuk.

4. Membuang waktu tanpa manfaat; Rasulullah r bersabda, نعمتان مغبون كثير من الناس الصحة والفراغ “Dua nikmata yang banyak manusia menyia-nyiakannya yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari).

5. Menyia-nyiakan sebagian waktu shalat ; terkadang saat nonton film, kumandang adzan tidak dijawab. Hingga film selesai baru shalat dan bahkan terkadang waktu shalat telah selesai seseorang baru shalat. Padahala Allah telah berfirman,

* فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَن صَلاَتِهِمْ سَاهُونَ” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, orang-orang yang lalai dari shalatnya”.(alMa’un :4-5). Allah berfirman,

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتا” Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.(anNisa :103) Seandainya ia pergi shalat saat film sedang berlangsung, maka hatinya masih berkeinginan keras meneruskan melihatnya sehingga hilanglah kekhusu’an shalat.

6. Mengajari anak aqidah-aqidah yang rusak; biasanya melalui tayangan film-film kartun. Rasulullah r telah melarang menggambar bernyawa, [ إن أصحاب هذه الصور يعذبون يوم القيامة ويقال لهم : أحيوا ما خلقتم ]رواه البخاري ومسلم

“Sesungguhnya orang yang menggambar mahluk bernyawa akan disiksa di hari kiamat dan dikatakan kepadanya,”Hidupkanlah gambar yang kamu cipta”.(HR. Bukhari dan Muslim). Kita bisa melihat seorang anak yang barusan melihat film akan berusaha mempraktekkannya bahkan seorang anak yang melihat adegan-adegan orang Nashara yang berdoa dan memasang salib akan melakukan adegan yang dia lihat. Syariat melarang anda memberi nama anak dari nama-nama Nashrani, Yahudi, Kartoon dan nama-nama batil lainnya. Setelah itu apa yang bisa anda petik dari pendidikan anak melalui film-film kartoon? Maka takutlah kepada Allah wahai saudaraku, takutlah wahai para pemimpin, sibukkanlah anak-anak anda dengan AlQur’an dan as Sunnah. Anda akan dimintai pertanggungjawaban tentang anak-anak anda di hari kiamat. Allah berfirman, :-} يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون {التحريم [ 6 ].

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”.(AtTahrim :6)

7. Mendengarkan musik-musik yang mana hal ini telah diharamkan Allah dan RasulNya dalam alKitab dan as Sunnah. Allah berfirman, }ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله بغير علم ويتخذها هزوا أولئك لهم عذاب مهين

“Dan di antara manusia orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”.(Luqman: 6). Rasulullah rmenjelaskan, ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف ] رواه البخاري.

“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan sutera, hamer dan musik-musik”. (HR.Bukhari )

8. Mengaburkan sejarah Nabi r ; dengan cara sandiwara terkadang ditambah kisah yang tidak benar sehingga seolah dusta atas nama Rasulullah r. Padahal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, [ من كذب علي متعمداً فليتبوأ مقعده من النار ]متفق عليه.

“Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka siapkanlah tempat duduknya dari api neraka”. (HR.Muttafaq ‘alaihi )

9. Mengesankan jelek kehidupan / sejarah sahabat; dengan cara sandiwara juga seorang aktor memerankan seorang sahabat dengan memakai baju yang sangat panjang, bermain dengan wanita, mencintai dunia, minum hamer dan seterusnya…..

10. Penyebaran bid’ah-bid’ah ; pembawa acara atau programer TV biasanya tidakinterest terhadap ilmu sunnah dan ulama r sehingga banyak acara bid’ah yang mereka buat. Beliau r bersabda, [وكل بدعة ضلالة]رواه أحمد وغيره “Setiap bid’ah adalah sesat”.(HR. Ahmad dan selainnya) [من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ]رواه البخاري ومسلم

“Barangsiapa mengadakan sesuatu dalam urusan kami apa-apa yang bukan dari agama kami maka tertolak”.(Bukhari dan Muslim). Misalnya kita dapat melihat sebagian wanita memakai pakaian hitam ketika suaminya atau salah satu kerabatnya wafat. Dari manakah ia mempelajari tradisi bid’ah yang disebarkan oleh Yahudi dan Nashara? Meletakkan karangan bunga di sisi kubur dan ta’ziyah denga mengucapkan,”Semoga kehidupanmu kekal”. Kalau bid’ah hidup pasti sunnah akan mati.

11. Menyebarkan berita-berita yang benar dan tidak benar serta kabar-kabar yang sesuai dengan acara yang telah diprogramkan kepada para pemirsa yang dapat merancukan mereka. Rasulullah r telah memperingatkan agar kita tidak sembarangan menyebarkan setiap apa yang kita dengar. Beliau bersabda, [ كفى بالمرء كذباً أن يحدث بكل ما سمع ]رواه مسلم ،

” Cukup dikatakan dusta seorang yang mengabarkan setiap apa yang ia dengar”.(HR. Muslim) Termasuk dalam kaitan ini adalah pendidikan demokrasi yang diartikan syura yang menyamakan antara orang alim dengan orang bejad dan pendosa dan demonstrasi-demonstrasi yang merusak. Padahal Allah telah berfirman, } أفنجعل المسلمين كالمجرمين ما لكم كيف تحكمون {القلم [ 35 ” Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa ? (AlQalam :35)

12. Dosa bagi pemilik TV setelah ia mati karena ia mewariskan maksiat kepada anak-anaknya, Rasulullah r bersabda, [ ومن سنّ في الإسلام سنة سيئة فعليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء ]رواه

“Barangsiapa melakukan jalan yang jelek maka ia menerima dosa orang yang mengamalkannya sepeninggalnya tanpa dikurangi sedikit pun”.(HR. Muslim )

13. Melalaikan manusia dari mengingat Allah ; Di malam hari setiap muslim sangat dianjurkan shalat malam terutama pada sepertiga malam ahir di mana Allah turun ke langit dunia untuk membagi-bagi rizki lalu Ia berkata, من يدعوني فأستجيب له ؟من يسألني فأعطيه ؟من يستغفرنى فأغفر له ] رواه البخاري ومسلم

“Barangsiapa berdo’a kepadaKu maka aku akan menjwabnya, barangsiapa yang meminta kepadaKu maka Aku akan memberinya dan barnangsiapa minta ampunan kepadaKu maka Aku akan mengampuninya”. (HR. Bukhari dan Muslim). Akan tetapi acara-acara yang ditayangkan TV sangat menarik pemirsa hingga waktu ini sehingga kaum muslimin lebih memilih menonton TV daripada ibadah yang menurut mereka kurang bermanfaat. Padahal Rasulullah r telah melarang begadang dan ngobrol setelah shalat ‘isya. Lalu bagaimana dengan orang yang begadang dengan maksiat di saat turunnya arRahman?. Yang demikian ini akan meluputkan seseorang dari shalat subuh secara berjama’ah.

14. Keasyikan seorang istri bersama TV sementara suaminya tidak di rumah yang mana ia dapat menikmati acara apa saja yang disajikan tanpa ada yang menghalangi. يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون {التحريم [ 6 ].

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”.(AtTahrim :6). Terkadang ia melihat lelaki yang lebih tampan daripada suaminya dan sebaliknya suami melihat wanita lebih cantik daripada istrinya. Hal ini dapat menyebabkan hubungan suami istri kurang harmonis. Apalagi keluarga yang memiliki antena parabola yang dapat melihat acara TV seluruh dunia.

15. Berenang dalam kemaksiatan; sampai seorang tidak terasa sedang berbuat maksiat sebagaimana kata pepatah,”Jika banyak tersentuh maka hilang kesensitifan”. Maka orang yang melihat wanita dan nyanyian yang dia dengar tidak merasakan bahwa ia sengan maksiat. Hal ini telah disinyalir Nabi r, [ تعرض الفتن على القلوب كالحصير عودا عودا فأي قلب أشربها نكت فيه نكتة سوداء ، وأي قلب أنكرها نكت فيه نكتة بيضاء ، حتى تصير على قلبين ، على أبيض مثل الصفا فلا تضره فتنة ما دامت السماوات والأرض ، والآخر مربادا كالكوز مجخيا لا يعرف معروفاً ولا ينكر منكرا إلاّ ما أشرب من هواه ] رواه مسلم.

“Fitnah dosa-dosa teranyam di hati seperti tikar yang teranyam seutas demi seutas. Hati mana saja yang menerimanya maka akan terjadi bintik warna hitam padanya dan hati mana saja yang mengingkarinya maka akan terjadi warna putih. Hingga terjadilah dua hati. Hati yang putih bersih yang tidak terkena bahaya fitnah sedikit pun selama ada langit-langit dan bumi dan hati yang lainnya yang berwarna hitam kelam seprti bejana hitam yang terbalik. Hati ini tidak mengetahui mana yang baik dan tidak mengingkari kemungkaran kecuali apa yang sesuai dengan nafsunya”. (HR. Muslim ) Segala sesuatunya diukur dengan kemauan nafsunya.

16. Berpaling dari AlQur’an dan as Sunnah; Acara TV diawali dan diahiri dengan AlQur’an. Akan tetapi siapa yang mau mendengarkannya. Bahkan sebagian orang – dan ini fakta – ketika mulai memutar TV dan bertepatan dengan acara pembacaan AlQur’an maupun hadits ia mengecilkan volume suaranya. Sampai pada saat mendapati acara yang ia sukai atau acara vaforit baru ia besarkan volumenya. Benarlah kata seorang penyair ;

Kecintaan kepada AlQur’an dan kecintaan kepada nyanyian selamanya tidak akan bertemu.

Allah mengabarkan skibat daripada keberpalingan ini sangat mengerikan, Ia berfirman, } ومن أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكا ونحشره يوم القيامة أعمى {طه [ 124 ].

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.(Thaha :124)

17. Sebagian orang mengatakan,”Kalau saya tidak menyediakan TV di rumah maka anakku akan pergi menonton TV di rumah tetangga. TV dapat menghindarkan anak dari bermain di jalanan”. Satu pernyataan yang dihasilkan dari pengalamannya yang ia saksikan atau ia jalani di rumahnya. Jika tidak maka kalau ia menyibukkan waktu luang anaknya dengan menghapal AlQur’an tentu tidak ada waktu untuk melihat TV Kemudian kalau mau jujur TV lebih berbahaya daripada bermain di jalan dilihat dari sisi aqidah dan ahlak. Bahkan bermain di jalan adalah kebiasaan anak para sahabat Nabi r. Sampai tatkala Nabi r melewati mereka beliau mengucapkan salam.

18. Penyebaran rasa takut dan gentar kepada musuh-musuh Islam, sebagai perang pemikiran (ghazwul fikri); hal ini terjadi ketika ditayangkan acara shaw power dari anggkatan bersenjata orang-orang kafir yang canggih dan menghandurkan, membesarkan kekuatan Amerika, Eropa dan negara-negara sekutu. Jadilah kaum muslimin merasa minder dan takut kepada negara-negara itu dan melalaikan kekuatan dan kekuasaan Allah. Allah menegaskan bahwa, لا يرقبون في مؤمن إلاً ولا ذمّة وأولئك هم المفلحون {التوبة [ 10 ] “Mereka tidak memelihara kerabat terhadap orang-orang mu’min dan tidak perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”.(AtTaubah :10) أتخشونهم فالله أحق أن تخشوه إن كنتم مؤمنين {التوبة [ 13 ].

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah , padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.(AtTaubah :13)

19. Mendidik penonton cara mencuri, minum hamer dan membuat macam-macam hemer bahkan mendidik bagaimana cara mencuri yang terbaik yang biasanya melalui acara film dan sandiwara.

20. Rasulullah r “Tiga golongan yang tidak dilihat Allah di hari kiamat; orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, wanita yang menyurapai lelaki dan suami yang membiarkan kemaksiatan di rumahnya (dayuts)”. (HR. Ahmad, Nasai dan lafadz Ahmad disebutkan,”Tiga golongan yang diharamkan masuk sorga; orang yang senantiasa minum hamer, durhaka kepada orang tua dan dayuts”.) Jika anda telah mengetahui bahwa makna dayuts adalah orang meridhai keluarganya bergelimang dengan kemunkaran di dalam rumahnya, maka anda tahu bahwa kerusakan-kerusakan yang telah disebutkan semua adalah kemungkaran yang masuk ke dalam rumah anda. Apakah anda ridha Allah tidak melihat anda di hari kiamat? Kita memohon kepada Allah ampunan, keselamatan dan membimbing ketaatan kepada kita semuanya.

Nasihat….

Sesungguhnya semua apa yang anda lakukan dicatat di sisi Allah, amalan anda akan dihitung dan nanti banyak orang yang mengelak dan menyesal terhadap catatan amalannya yang jelek yang diperlihatkan kepada mereka. Allah berfirman, ووضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين مما فيه ويقولونا يا ويلتنا مال هذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلاّ أحصاها ووجدوا ما عملوا حاضرا ولا يظلم ربك أحدا {الكهف [49 ]

” Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.(AlKahfi :49)

Semua orang yang pernah menyaksikan TV akan menyesal dan meminta maaf kepada Allah di hari kiamat. Tetapi perminataan ampunan yang terlambat.

Maka demi Allah selamatkanlah diri anda dari siksa yang mengerikan di hari yang membuat beruban rambut anak kecil.

Takutlah kepada Allah, anda telah memasukkan kerusakan ke dalam rumah lalu anda merusak ahlak dan menyebarkan kehinaan.

Kalian menyebarkan film-film yang lebih banyak kejelekannya daripada kebaikannya. Bahkan tidak ada kebaikannya sedikit pun.

Perbuatan anda memalingkan manusia dari AlQur’an dan as Sunnah nanti anda akan menemukan diri anda paling jauh daripada keduanya, maka pekerjaan anda tidak ada kebaikannya sama sekali.

Ketahuilah bahwa neraka memiliki pengikut dan penduduk, maka hati-hatilah anda terjatuh ke dalamnya.

Hati-hatilah jangan sampai anda menjadi penghuninya, demi Allah anda tidak dapat istirahat sedetik pun di dalamnya, maka beramallah yang Allah dan rasulNya ridhai.

Aku memohon kepada Allah yang mulia, rob ‘arsy yang agung agar Ia menunjuki anda, meluruskan kondisi anda dan menunjukkan kebaikan kepada anda.

Dari saudaramu.

Surat dari seorang anak kepada ayahnya

Ayahku yang mulia, semoga ayah panjang umur dan semoga Allah menjadikan ayah hamba-hamba yang shalih, jika melewati hal yang melalaikan dari dzikir lewat dengan mulia.

Sungguh aku mencintai ayah, aku tahu sejauh mana kecintaan ayah kepadaku dan aku tahu ayah suka membanggakanku di hadapan kebanyakan orang, tetapi….

Hai ayahku, apakah ayah yakin ketika ayah membelikanku CD bahwa ayah dapat menjagaku dari jalan agar aku melihat film-film kartoon, dan dapat memberikanku kesenangan-kesenangan dan istirahat ? Tidak…tidak…tidak. wahai ayahku bahkan CD melalaikan dari AlQur’an yang telah menyentuh hatiku.

Melihat film-film kartoon madharatnya lebih banyak daripada manfaatnya, maka aku tidak tahu apakah ini akan menjadi kebaikan atau kejelekan dalam timbangan amal ayah di hari kiamat? Bersamaan keyakinanku bahwa Allah akan menyiksa dengan siksa neraka orang yang menyamai ciptaanNya. Aku merasakan kesesatanku dengan memutar VCD dan aku takut ayah dilemparkan ke dalam neraka dengan sebab kesesatanku.

Ayahku, apakah ayah pernah berpikir sebelum memasukkan CD ke dalam rumah kita? Apakah ayah ingat ? Apakah ayah ingat berapa ayat AlQur’an yang telah ayah baca ? Bagaimana ayah menjaga shalat lima waktu di masjid tepat waktu ? Bahkan ayah memerintahkanku shalat di masjid, tetapi sekarang ayah meremehkan shalat dan lebih suka shalat di rumah daripada shalat di masjid dan bagaimana ayah bisa memperolokku dan menyerupakanku dengan saudara perempuanku ketika aku shalat di rumah?

Ayahku, apa yang akan ayah lakukan di hari kiamat ketika kedua mata ayah mempersaksikan bahwa di dunia kedua mata ayah pakai untuk melihat film-film dan biduan-biduan padahal ayah tahu firman Allah, :-{ قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم }،

“Katakanlah kapada orang-orang yang beriman agar mereka menundukkkan pandangan mata mereka”. Apa yang akan ayah lakukan ketika pendengaran ayah mempersaksikan bahwa dahulu telinga ayah pakai untuk mendengarkan musik-musik ?

Ayahku yang kucintai, apakah ayah ingat katika membeli CD bertujuan hanya untuk pengetahuan dan agar aku melihat film kartoon, dan sekarang aku malah melihat acara-acara film yang lainnya yang jorok ? dan di dalamnya aku melihat hewan-hewan berbicara dan serangga-serangga adalah hewan yang cantik dan bersih.

Ayahku, apakah engkau yakin aku akan memakaikan mahkota di kepala ayah di hari kiamat karena engkau mengajariku membaca AlQur’an ? Apakah engkau suka aku menuntun ayah ke neraka karena CD setan itu?

Wahai ayahku yang mengharapkanku kebahagiaan, kebahagiaan tidak dengan membeli CD dari uang yang ayah kumpulkan sedikit demi sedikit bahkan mungkin dengan berhutang. Akan tetapi kebahagiaan pada orang yang bertakwa.

Ayahku, aku minta ma’af jika aku berkata kasar padamu, namun hai ayahku, mengapa engkau melihat hal-hal yang tidak mendengar, melihat dan tidak memberi manfaat padamu sedikitpun ? Hai ayah, janganlah engkau memasukkan setan ke dalam rumah kita karena sesungguhnya setan itu durhaka kepada ArRahman. Hai ayahku, aku takut engkau tersentuh adzab yang mengerikan dari arrahmn dan sehigga engkau menjadi teman dekat setan. Hai ayahku, mengapa engkau tidak mencontoh Ismail yang memerintah kelurganya shalat dan zakat dan ia di ridhai di sisi Allah.

Wahai ayahku, aku banyak lupa ayat AlQur’an karena melihat CD, ketika aku masuk ke masjid untuk belajar AlQur’an di madrasah tahfidz AlQur’an, aku terdengang seolah AlQur’an adalah barang asing bagiku. Aku sering malu ketika ustadku berkata,”Sesungguhnya orang-orang yang memiliki CD dan mereka mempunyai anak adalah seperti anak-anak perempuan yang dipenjara di rumah-rumah yang menghapal nama-nama kartoon, sedangkan kamu hai anak-anak masjid menghapal kalamullah, sabarlah”. Aku malu pada diriku.

Pada saat duduk-duduk di masjid aku melihat seorang lelaki memberi pelajaran membaca AlQur’an, aku melihat orang-orang di sekelilingnya masing-masing memegang AlQur’an yang sengan mereka baca dan pada satu kelompok temanku berkata kepadaku,”Apakah kamu tahu di mana ayahku? Di mana dia?”, tanyaku. Itu dia yang memegang AlQur’an. Kemudian temanku yang lainnya memicingkan matanya sambil berkata,”Apakah kamu tahu di manakah ayahku? “Di manakah dia? Tanyaku. Ia berkata,”Itu dia yang sedang menunggu shalat dan memegang AlQur’an”. Lalu aku bertanya pada diriku,”Di manakah ayahku?” Kemudian aku teringat bahwa ayah sedang duduk di depan layar TV yang mencari-cari acara favorit. Maka aku tahu terdapat perbedaan yang besar antara orang yang membolak-balik halaman AlQur’an dengan orang yang memencet-mencet remot TV atau VCD….

Terahir aku meminta ayah memaafkanku atas kesalahanku, aku tidak bisa memberi nasihat secara langsung. Aku menulis surat ini penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang, taat dan berbakti kepadamu. Kami, wahai ayah, adalah amanahmu di hari kiamat nanti dan engkau akan dimintai pertanggungjawaban tentang kami. Rasulullah r, [ فكلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya”. { يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا..}

“Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Semoga Allah yang menjaga, memeliharamu dan menjadikanku barakah untukmu.

Sadaraku muslim, kalau engkau ditakdirkan sampai ke Yaman jangan lewatkan mengunjungi markas-markas ta’lim ahlus sunnah wal jama’ah yang ada di sana untuk mendengarkan pelajaran-pelajaran ilmiyah yang disampaikan oleh para ulama. Berikut aku sampaikan beberapa alamatnya:

1. Darul Hadits, Damaj (Sha’dah) yang dipimpin oleh AsySyaikh al’Allamah Ahli Hadits Muqbil bin Hadi alWadi’I yang sekarang digantikan oleh Syaikh Yahya alHajuri.

2. Markas as Sunnah al’lmi di kota alHadidah yang dipimpin oleh asSyaikh Muhammad bin Abdil Wahhab alWashabi mufti Yaman. Thelphone :9931323.

3. Markas anNur al’Ilmi di kota Mu’abbir yang dipimpin oleh AsySyaikh Muhammad bin Abdullah alImam arRimi. Thelphone : 12503460

4. Markas Mufarraq Hubaisy al’Imi di kota Ib yang dipimpin oleh AsySyaikh Abdul ‘Aziz albar’I. Thelephone : 39033404.

5. Markas ‘Atmah al’Ilmi di di kota ‘Atmah dipimpin oleh AsySyaikh ‘Utsman al’Atmi.

6. Markas as Sunnah di Masjid ashShabari di Dzamar yang dipimpin oleh asySyaikh Abdur Razaq bin Shalih anNahmi. Thelephone : 8661605-60.

7. Markas alKhair al’Ilmi di Masjid alKhair, Shan’a, jalan Tu’iz Khalaf yang disampaikan ceramah umum setiap pekan sekali oleh sala seorang ulama sunnah dipimpin oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih ash Shumali

8. Markas Masjid as Sunnah di kota Ib yang dipimpin oleh asySyaikh Abdul Mushawwir

9. Masjid alMadinah asSukniah Sawad Sa’ wan di Shan’Allah yang dipimpin oleh AsySyaikh Muhammad bin Mani’ AlAnisi.

10. Masjid Syaqaini di Shan’Allah yang dipimpin oleh AsySyaikh Ma’mar alQudsi..

Tambahan:

Dampak Negatif Nonton TV dan Videoa Bagi Anak

Dua media audio visual yang digemari seluruh lapisan masyarakat ternyata berbuntut jelek bagi perkembangan psikis dan psikologis anak-anak. Dampak negatifnya yang menakutkan terlihat dengan jelas bila kedua atau salah satunya tersedia di rumah orang tua, telebih setelah anak-anak sudah mulai pandai berjalan dan mengerti. Gejala-gejala perubahan fisik dan jiwa pada anak pun bisa dilihat oleh anggota keluarga lainnya. Yaitu adanya keinginan-keinginan baru, perilaku-perilaku yang melukiskan peran tertentu atau perilaku peran hayalan dan sebagainya.

Anak-anak yang berteman dengan TV di rumahnya semenjak dilahirkan setelah beberapa lama, logika, tingkah laku, perasaan dan hobi mereka sangat dipengaruhi oleh acara layar kaca ini.

Banyak ayah dan ibu, apalagi bagi orang tua yang tidak memiliki visi dan misi syariat dalam berumah tangga, kurang memperhatikan masalah ini.

DR. Ibrahim Imam menegaskan akan bahaya Video dan TV terhadap anak. Beliau menilai dampaknya sangat berbahaya dan memperingatkan kaum muslimin jangan menganggap enteng terhadap dampak negatif yang diakibatkannya. Belaiu berkata,”Sesungguhnya dampak film bagi anak-anak sangat kuat. Tidak sepantasnya orang tua melalaikan bahayanya. Tidak diragukan lagi bahwa TV dan vidio dimasyakatkan dalam rangka menghidupkan kebudayaan setempat. Terutama jika dilihat cara kerja permainan kamera menjadikan TV sebagai sarana yang valid untuk menakuti dan merangsang pemirsa dalam tema kekerasan yang disajikan. Tayangan-tayangan yang menyajikan tema kenyataan dan hayalan, misalnya mereka melihat orang jahat pendek bayangannya, kebenaran dimenangkan pada ahir kisah, polisi dalam peran tertuduh dan cemoohan, seorang hakim adalah manusia yang bingung dan kocak, berpengaruh kuat pada jiwa anak-anak. Jadi pengaruh-pengaruhnya sulit dihindarkan Walaupun dampak ini bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkat kecerdasan anak, namun kedua sarana ini tetap harus diwaspadai sebab lebih berdampak negatif daripada positifnya..”(DR, Ibrahim Imam, alIdza’i wat Tailifizyun, 138)

TV dan Pendidikan Anak

Dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh TV dan video, banyak orang tua dan guru mengeluhkan anak-anak karena mereka lebih menyukai acara TV daripada buku-buku dan pelajaran sekolah. Menurut hasil penelitian bahwa daya tangkap dan perhatian yang minus terhadap pelajaran yang disampaikan guru disebabkan anak kebanyakan nonton TV. Secara kebiasaan anak yang diberi fasilitas TV atau Video tidur lebih malam daripada anak yang tidak diberikan fasilitas TV atau Video pada umur yang sama. TV juga merusak konsentrasi murid-murid mengerjakan pekerjaan rumah. Pada tahun 1977 M. terbit satu buku yang menggemparkan masyarakat Eropa. Buku yang ditulis oleh Maridin dan mengagetkan orang tua, alim ulama dan para guru ini, membantah secara ilmiyah manfaat menonton dan penayangan televisi. Penulis menegaskan bahwa nonton TV bagi anak dapat menyebabkan satu macam kecanduan, merubah satu generasi yang baik menjadi generasi yang jelek, mengakibatkan anak tidak dapat merespon percakapan, bermain, bekerja, dan berpikir. Bagaimana anak-anak semacam ini dapat menyerap pelajaran-pelajaran dan mewujudkan cita-cita mereka ? Dalam ketetapan badan pendidikan dan sosial dunia, UNESCO no.33 dijelaskan bahwa anak-anak Arab sejak berumur enam sampai enam belas tahun menghabiskan waktunya antara 12 sampai 24 jam di depan TV selama seminggu.Oleh karena itu berikutnya Majalah UNESCO menyimpulkan bahwa tayangan-tayangan audio visual menghilangkan kemampuan penalaran pada anak.Hal yang senada disebutkan para dokter dan guru, media tersebut sangat membahayakan bagi anak terutama tayangan film-film kekerasan dan porno. Pikiran anak yang terus-menerus terisi dengan tontonannya tidak mempunyai kesempatan memikirkan pelajaran sekolah. Dan selanjutnya membuat anak membenci pelajaran-pelajaran dan buku-buku. Karena pelajaran-pelajaran dan buku-buku tidak mengajak mereka beraksi, tertawa, menari, menyanyi dan sebagainya. (Sumber bacaan :AlFidiyuu wat Tilviziyuun Khathrun Muakkaddun ‘alal Athfal, Ruknul Mar’ah, www.sahab.net).

Entry filed under: Manhaj. Tags: .

Agar Dada Seorang Hamba menjadi Lapang dan Bersinar Bahaya Ahlak Fir’aun


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 31,051 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

%d bloggers like this: