<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Millah Ibrohim</title>
	<atom:link href="http://millahibrohim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://millahibrohim.wordpress.com</link>
	<description>"Dan ikutilah agama Ibrohim yang lurus..."</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Mar 2011 23:33:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='millahibrohim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Millah Ibrohim</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://millahibrohim.wordpress.com/osd.xml" title="Millah Ibrohim" />
	<atom:link rel='hub' href='http://millahibrohim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kesalahan dalam Mendidik Anak</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/05/13/kesalahan-dalam-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/05/13/kesalahan-dalam-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 23:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[didik]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Alloh تَعاَلىَ  menciptakan anak cucu Adam, memuliakan, mengangkut mereka di daratan dan di lautan, memberi rizki yang baik-baik dan melebihkan mereka di atas mahluk lainnya. Alloh تَعاَلىَ mencipta mereka tidak dengan main-main, tidak meninggalkan mereka sia-sia bahkan mencipta mereka dengan menugasi perintah-perintah dan larangan-larangan, mewasiatkan dengan wasiat-wasiat dan menguji dengan ujian-ujian dan cobaan-cobaan. Kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=509&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya Alloh تَعاَلىَ  menciptakan anak cucu Adam, memuliakan, mengangkut mereka di daratan dan di lautan, memberi rizki yang baik-baik dan melebihkan mereka di atas mahluk lainnya.</p>
<p>Alloh تَعاَلىَ mencipta mereka tidak dengan main-main, tidak meninggalkan mereka sia-sia bahkan mencipta mereka dengan menugasi perintah-perintah dan larangan-larangan, mewasiatkan dengan wasiat-wasiat dan menguji dengan ujian-ujian dan cobaan-cobaan.</p>
<p>Kemudian pada hari kiamat Ia mengumpulkan mereka untuk meminta pertanggungjawaban atas tugas yang mereka pikul dan tentang perintah-perintah dan larangan-larangan, apakah mereka telah menjalankan tugas itu dengan sebaik-baiknya, melaksanakan perintah-perintah, berhenti dari larangan-larangan dan menegakkan wasiat-wasiatNya atau tidak ?</p>
<p>Kemudian, apakah mereka bersabar terhadap ujian-ujian dan cobaan-cobaan atau tidak ?</p>
<p>Termasuk tugas yang Alloh تَعاَلىَ pikulkan kepada anak Adam adalah pendidikan dan perbaikan anak keturunan ke arah yang lebih sempurna.</p>
<p>Alloh تَعاَلىَ berfirman :</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka<a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftn1">[1]</a> yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar (yang tidak memiliki sifat sayang), yang keras badannya, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan&#8221;.<a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftn2">[2]</a></p>
<div>
<p>Alloh تَعاَلىَ berfirman :</p>
<p>يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ   &#8220;Allah mewasiatkan `atkan bagimu tentang anak-anakmu&#8221;.<a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftn1">[3]</a></p>
<p>Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  bersabda :</p>
<p>كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا</p>
<p>&#8220;Tiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, maka imam adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang ayah adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang ibu rumah tangga adalah pimimpin di rumah suaminya dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya&#8221;.<a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftn2">[4]</a></p>
<p>Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  bersabda :</p>
<p>وَإِنَّ لِوَلَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا</p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya bagi anakmu ada hak atasmu&#8221;.<a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftn3">[5]</a></p>
<p>Maka anak-anak yang merupakan karunia sekaligus ujian bagi orang tua, apakah mereka mensyukuri nikmat Alloh tersebut atau tidak ?</p>
<p>Apakah para orang tua menegakkan hukum-hukum Alloh pada anak-anak atau tidak ?</p>
<p>Apakah para orang tua menempuh jalan dan membimbing anak-anak pada perintah Alloh atau tidak ?</p>
<p>Apakah para orang tua tergoda oleh kejelekan anak-anak ataukah kokoh di perintah Alloh atau tidak ?</p>
<p>Itulah beberapa pertanyaan yang mesti dijawab dengan baik oleh para orang tua dalam bentuk tindakan riil yang sesuai dengan aturan sang pencipta dan utusanNya agar mereka selamat di dunia dan ahirat.</p>
<p>Oleh sebab itulah saya ingin menyampaikan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orang tua sebagai pendidik pertama anak-anaknya untuk mereka jauhi supaya tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang sangat fatal yang sulit diperbaiki dan akibatnya menghasilkan generasi yang tidak diridhoi oleh Alloh تَعاَلىَ .</p>
<div>
<div>
<p>Selengkapnya dapat dibaca di <a title="Kesalahan dlm Mendidik Anak" href="http://millahibrohim.files.wordpress.com/2010/11/kesalahan-dlm-mendidik-anak.pdf" target="_blank">sini</a></p>
</div>
</div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftnref1">[1]</a> Menjaga diri dan keluarga adalah dengan mendidik, mengajarkan ilmu dan mengarahkan mereka untuk taat kepada perintah Allah Ta’ala. Seorang tidak selamat dari azab neraka kecuali dengan menegakkan perintah Allah Ta’ala pada diri dan orang yang di bawah kekuasaannya. (AsSa&#8217;dy, Taisir alKarimir Rahman &#8211; penerj )</p>
</div>
<div>
<p><a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftnref2">[2]</a> AtTahrim :6. Mereka selalu mampu mengerjakan tugas-tugas mereka tidak pernah merasa tidak mampu &#8211; penerj .</p>
<div>
<p><a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftnref1">[3]</a> AnNisa :11.</p>
</div>
<div>
<p><a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftnref2">[4]</a> HR. Bukhori  no. 2554 dan Muslim no. 1829 dar Ibni Umar رَضِيَ اللهُ عَنْهَُ .</p>
</div>
<div>
<p><a href="/My%20Document/Downloads/Kesalahan%20Dlm%20Mendidik%20Anak.doc#_ftnref3">[5]</a> HR. Muslim juz 6 hal 41.</p>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/category/adab-dan-akhlaq/'>Adab dan Akhlaq</a> Tagged: <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/tag/anak/'>anak</a>, <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/tag/didik/'>didik</a>, <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/tag/keluarga/'>keluarga</a>, <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/tag/kesalahan/'>kesalahan</a>, <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/tag/mendidik/'>mendidik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=509&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/05/13/kesalahan-dalam-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Asy-Syaikh Al-‘Allâmah Al-Muhaddits Al-Imâm Yahyâ bin ‘Alî Al-Hajûrî Untuk Salafiyyîn Indonesia</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/02/25/nasihat-asy-syaikh-al-%e2%80%98allamah-al-muhaddits-al-imam-yahya-bin-%e2%80%98ali-al-hajuri-untuk-salafiyyin-indonesia/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/02/25/nasihat-asy-syaikh-al-%e2%80%98allamah-al-muhaddits-al-imam-yahya-bin-%e2%80%98ali-al-hajuri-untuk-salafiyyin-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 01:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Hanif : Assalamu’alaikum ya syaikh kami, Syaikh Yahyâ : Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barokatuh. Hanif : Apa kabar anda ya Syaikh kami? Syaikh Yahyâ : Alhamdulillah, baik. Hanif : Anda bersama Hanif dari Indonesia dan di sampingku ada Abu Hazim. Ikhwan telah berkumpul menginginkan nasihat dari anda ya Syaikh. Syaikh Yahyâ :Ya ini termasuk kebaikan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=502&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Hanif : Assalamu’alaikum ya syaikh kami,</p>
<p>Syaikh Yahyâ : Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barokatuh.</p>
<p>Hanif : Apa kabar anda ya Syaikh kami?</p>
<p>Syaikh Yahyâ : Alhamdulillah, baik.</p>
<p>Hanif : Anda bersama Hanif dari Indonesia dan di sampingku ada Abu Hazim. Ikhwan telah berkumpul menginginkan nasihat dari anda ya Syaikh.</p>
<p>Syaikh Yahyâ :Ya ini termasuk kebaikan dari Allôh, semoga Allôh memberkahi kalî an.</p>
<p>Hanif : Baik, silakan ya Syaikh.</p>
<p>Syaikh Yahyâ :</p>
<p>Bismillahirrohmanirrohim,</p>
<p>إِنَّ الحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p>
<p>Sesesungguhnya segala pujian adalah milik Allôh , kami memujiNya dan meminta ampunan kepadaNya, berlindung dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan-kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa Allôh tunjuki maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang Ia sesatkan maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ilah yang haq selain Allôh dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rosûl-Nya. Amma ba’du,</p>
<p>Sesungguhnya ini adalah satu kesempatan dari banyak kesempatan pertemuan apakah pertemuan secara langsung dengan tatap muka atau pun secara maknawi melalui telpon bersama saudara-saudaraku ahlus sunnah yang di Indonesia, semoga Allôh menjaga kalîan semuanya.</p>
<p>Dan ini adalah termasuk satu kenikmatan Allôh yang Ia katakan</p>
<p>$tBur Nä3Î/ `ÏiB 7pyJ÷èÏoR z`ÏJsù «!$# ( ¢OèO #sÎ) ãNä3¡¡tB Ø9$# Ïmøs9Î*sù tbrãt«øgrB ÇÎÌÈ</p>
<p>“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allôh -lah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”.<a href="/My%20Document/Downloads/Nasihat%20Syaikh%20Yahya.doc#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Insya Allôh melalui pertemuan ini kita saling menasihati dengan apa yang Allôh mudahkan dan kita semuanya berharap demikian. Aku nasihatkan pada diriku dan kalian untuk :&#8230;. selengkapnya <strong>download <a href="http://millahibrohim.files.wordpress.com/2010/04/nasihat-syaikh-yahya.pdf" target="_blank">di sini</a></strong><strong>.</strong></p>
<hr size="1" /><a href="/My%20Document/Downloads/Nasihat%20Syaikh%20Yahya.doc#_ftnref1">[1]</a> Nasihat ini disampaikan melalui telphon pada dauroh nasional yang diselenggarakan di Masjid Agung Ngawi, Jawa Timur pada jam 11.30. wib, hari sabtu tanggal 25 Rajab 1430H /18 Juli 2009 M.</p>
<p><a href="/My%20Document/Downloads/Nasihat%20Syaikh%20Yahya.doc#_ftnref2">[2]</a>An Nahl :53.</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a>, <a href='http://millahibrohim.wordpress.com/category/mutiara-hikmah/'>Mutiara Hikmah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=502&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/02/25/nasihat-asy-syaikh-al-%e2%80%98allamah-al-muhaddits-al-imam-yahya-bin-%e2%80%98ali-al-hajuri-untuk-salafiyyin-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Nuniah Kunar</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/01/15/sajak-nuniah-kunar/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/01/15/sajak-nuniah-kunar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 14:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh jamilurrahman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini aku sampaian sajak bela yang dinamakan dengan sajak Nuniah Kunar yang mengilustrasikan makar pembunuhan Syaikh Jamilur Rahman dan sekaligus ungkapan bela sungkawa segenap ahlus sunnah di seluruh dunia. بسم الله الرحمن الرحيم Segala pujian bagimu hai penunjuk manusia, kemudian shalwat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad r Inilah kisah yang menyinari jalan orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=207&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Berikut ini aku sampaian sajak bela yang dinamakan dengan sajak Nuniah Kunar yang mengilustrasikan makar pembunuhan Syaikh Jamilur Rahman dan sekaligus ungkapan bela sungkawa segenap ahlus sunnah di seluruh dunia.</span></h3>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">بسم الله الرحمن الرحيم</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Segala pujian bagimu hai penunjuk manusia, kemudian shalwat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad </span><span style="font-family:'AGA Arabesque';font-size:small;">r</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Inilah kisah yang menyinari jalan orang-orang yang kebingungan</span></p>
<h3><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;"><span style="font-weight:normal;">Agar jalan orang-orang bodoh jelas</span></span></h3>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Kefanatikan berdiri tegak untuk berupaya memerangi satu kabilah</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Menumpahkan darah di Kunar</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Membunuh kakek-kakek dan wanita</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Membantai tentara (mujahidin) dan memporak-porandakan rumah</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Mereka memukul Abu Anas, amir kami</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Meninggalkan kehidupan untuk berjihad</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Apakah mereka membunuh pencuri</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Ataukah mereka menginginkan jihad</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Ataukah mereka menolak masuknya pasukan ke Kunar</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Mengapa kalian menghalalkan darah tokoh-tokoh kami</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Mereka menjawab,&#8221;Karena mereka tidak mau berpegang kepada salah satu madzhab&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Maka teladanilah mereka hai pembalik agama tauhid</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Engkau hakim yang membentuk hizbi-hizbi yang jelek</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Engkau menjulurkan lidah di belakang kabilah Muhammad</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Engkau berusaha bertahun-tahun denga semua sarana</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Bagaikan anjing yang makan semua makanan</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Hari-hari melaluinya di atas permusuhan</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Tiba-tiba seorang yang dicurigai datang berniat ke rumah AsSyaikh</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Dengan tujuan membunuhnya dengan tangannya sendiri yang dibayar</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Mengeluarkan revolver dengan rasa dengki hai orang yang membunuh</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Dengan membunuh Syaikh mereka menyangka aqidah dan jama&#8217;ah yang Shahihah segera lenyap.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Agama ditolong melalui beliau dan penolong-penolong, Allah yang menolongnya.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Dakwah yang baik tetap kokoh</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Aku memohon kepada Allah keberlangsungan jihad</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Aku memohon kepada Allah rahmat dan syahid.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Dari saudaramu Abu Abdillah Handhalah AlQashimi</span></p>
<br />Posted in Manhaj Tagged: afghanistan, jihad, sajak, syaikh jamilurrahman <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=207&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/01/15/sajak-nuniah-kunar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibrah Kisah Musa عَلَيْهِ السَّلاَمُ Bersama Fir’aun</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/01/07/ibrah-kisah-musa-%d8%b9%d9%8e%d9%84%d9%8e%d9%8a%d9%92%d9%87%d9%90-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d9%8e%d9%91%d9%84%d8%a7%d9%8e%d9%85%d9%8f-bersama-fir%e2%80%99aun/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/01/07/ibrah-kisah-musa-%d8%b9%d9%8e%d9%84%d9%8e%d9%8a%d9%92%d9%87%d9%90-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d9%8e%d9%91%d9%84%d8%a7%d9%8e%d9%85%d9%8f-bersama-fir%e2%80%99aun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 13:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah; musa; fir'aun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah rabbul alamin, akibat yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa, tidak ada permusuhan kecuali pada orang-orang kafir, aku bersaksia bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah تَعاَلَى tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya seluruh kerajaan, tidak ada ilah yang hak selain Ia, pencipta Arsy yang mulia dan aku bersaksi bahwa Muhammad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=256&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Segala puji bagi Allah rabbul alamin, akibat yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa, tidak ada permusuhan kecuali pada orang-orang kafir, aku bersaksia bahwa tidak ada ilah yang hak selain Allah تَعاَلَى tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya seluruh kerajaan, tidak ada ilah yang hak selain Ia, pencipta Arsy yang mulia dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya, datang dengan membawa kebenaran yang nyata, memerangi orang-orang kafir dan munafik hingga Allah menyempurnakan agama baginya dan menyempurnakan kenikmatanNya kepada seluruh kaum muslimin. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada beliau, pengikut, sahabat, pembela, orang-orang yang hijrah dan berhijrah bersamanya dengan ihlas, benar dan yakin.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Amma ba’du : Ayyuhannas, bertakwalah kepada Allah تَعاَلَى dan ambillah ibrah kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu yang Ia kabarkan dalam AlQur&#8217;an. Sesungguhnya Allah تَعاَلَى berfirman yang artinya : <em>“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu (para rasul dan kaumnya) terdapat ibrah”.</em> <strong>(Yusuf :111)</strong>. Di antara berita besar itu adalah kisah Musa bersama Fir’aun seorang raja angkuh yang mengaku “Tuhan” dan sakti</span></span><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;"> </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">yang Ia sebutkan secara husus dalam firmanNya yang artinya : <em> &#8220;Kami akan membacakan kepadamu (melalui Jibril) sebagian dari kisah Musa dan Fir`aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman.  Sesungguhnya Fir`aun telah berbuat sewenang-wenang dan sombong di muka bumi dan menjadikan penduduknya bergolong-golong yang berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka (bani Israil), menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir`aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas (bani Israil) di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (kerajaan Fir’aun),  dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir`aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka”. </em><strong>(AlQashash :3-6)</strong>. Maka kami akan meringkaskan beberapa ibrah dari kisah di atas yaitu :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span id="more-256"></span>Orang-orang beriman diuji dengan musuh-musuh dari kaum kafir dan munafik, akan tetapi bila mereka bersabar, kokoh di atas agama dan berjihad maka kaum muslimin mendapatkan akibat yang baik dan dimenangkan atas kaum kafir. Sesungguhnya raja Fir’aun ketika mengancam orang-orang beriman dengan ucapannya yang dikisahkan Allah تَعاَلَى dalam firmanNya : <em>&#8220;Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka&#8221;. </em><strong>(AlA’raf:127)</strong> Maka Musa menyikapi ancaman Fir’aun ini dengan memerintahkan kaumnya untuk meminta pertolongan kepada Allah تَعاَلَى, bersabar mengahadapi ujian dan menjanjikan akan turunnya pertolongan Allah تَعاَلَى pada mereka sebagaiaman yang Ia sebutkan dalam firmanNya : &#8220;<em>Ketika Fir’aun telah bertekad bulat melaksanakan rencananya, Musa berkata kepada kaumnya: &#8220;Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah diberikan kepada siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa&#8221;.  Kaum Musa berkata: &#8220;Kami telah ditindas (oleh Fir`aun) sebelum dan sesudah kamu datang kepada kami. Musa menjawab: &#8220;Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu”.</em> <strong>(AlA’raf:128-129)</strong>. Dan pergulatan antara hak dan kebatilan terus berlangsung yang pada puncaknya Allah تَعاَلَى memerintahkan NabiNya dan pengikut-pengikutnya untuk keluar dari negeri Mesir guna menyelamatkan agama mereka. <em>&#8220;Maka Fir’aun mengumpulkan seluruh tentara, kekuatan dan makarnya, keluar menyusuri jejak Musa dan pengikutnya untuk menangkap mereka. Ketika itu Fir’aun berkata meremehkan Musa : &#8220;Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga&#8221;.</em><strong>(AsySyua’ra’:53-56)</strong>. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Tatkala Fir’aun dan tentaranya menemukan Musa dan pengikutnya di tepi pantai, orang-orang beriman sangat cemas dan menyangka Fir’aun dapat melaksanakan makarnya, dan saat itulah Musa menenangkan Bani Israil :<em>&#8220;Sekali-kali kita tidak akan tertangkap; sesungguhnya Robku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku untuk kesalamatan kita&#8221;.</em><strong>(AsySyua’ra’:62)</strong>. Janji Allah تَعاَلَى terlaksana melalui lisan rasulNya, maka tiba-tiba lautan terbelah menjadi beberapa jalan yang kering. Pada waktu Musa dan pengikutnya telah melewatinya, dan Fir’an dan tentaranya masuk ke jalan-jalan itu maka laut kembali seperti semula, gelombangnya menelan orang-orang kafir itu semuanya. Sedangkan Musa dan pengikutnya menyaksikan adzab yang menimpa mereka. Wahai hamba Allah, lihatlah betapa mirip sikap Musa yang yakin akan pertolongan Allah تَعاَلَى  dalam kondisi amat genting dan bahaya dengan sikap Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ketika beliau dan sahabatnya Abu Bakar رَضِيَ الله ُعَنْهُ keluar hijrah dan bersembunyi di gua Tsur, dan orang-orang kafir mengejar keduanya untuk menangkap dan membunuh mereka sampai mereka berhenti di atas gua persembunyian itu. Maka Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ketika temannya cemas menjawab :”Hai Abu Bakar, apa persangkaanmu dengan dua orang yang ketiganya adalah Allah تَعاَلَى ?”. dan Allah تَعاَلَى menurunkan ayatNya yang berkaitan dengan ini : <em>”Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang musyrikin Mekah mengusirnya (dari Mekah pada waktu hijrah) sedang dia dan salah seorang dari temannya berlindung di dua. Waktu itu ia berkata kepada temannya: &#8220;Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.&#8221; Maka Allah menurunkan kekuatan dan pertolonganNya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya (malaikat), dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir (Seruan kepada syirik/kekafiran.) itulah yang rendah. Dan kalimat Allah (Seruan kepada tauhid dan Islam) itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa dalam murka dan menolong dan Maha Bijaksana ucapan dan perbuatanNya”.</em> <strong>(AtTaubah :40)</strong> Jadi pertolongan Allah تَعاَلَى itu datang bersama kesabaran, jalan keluarnya bersama marabahaya dan kemudahannya bersama kesulitan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Pelajaran lainnya yang bisa kita ambil adalah : kebatilan bagaimana pun kuatnya sesungguhnya tidak berdaya menghadapi kebenaran bila kebenaran itu disampaikan oleh ahlinya. Lihatlah Fir’aun yang perkasa dan banyak pengikutnya terkalahkan oleh Musa dan pengikutnya yang sedikit disebabkan kekuatan iman dan pertolongan rabb mereka. Sebagaimana yang Ia katakana :</span></span><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;"> </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><em>Katakanlah: &#8220;Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap&#8221;. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti sirna”.</em><strong>(AlIsra’:81)</strong> <em>“Sebenarnya Kami menerangkan yang hak atas yang batil lalu yang hak itu membinasakannya, maka dengan serta merta yang batil itu binasa. Dan kecelakaanlah bagimu, hai orang yang mengatakan bahwa Alloh Ta’ala punya anak, disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)”</em>.<strong>(AlAnbiya :18)</strong>. Termasuk jalan hidup para nabi adalah bersyukur ketika mendapatkan kesenangan dan pertolongan. Seperti Musa melakukan puasa pada hari di mana Allah تَعاَلَى memenangkan kebenaran dan menghinakan kebatilan, tenggelamnya Fir’aun dan tentaranya dan Nabi kita puasa juga ikut puasa sunnah pada hari itu (hari Asyura) sebagaimana rasa syukur atas kemenangan kebenaran atas kebatilan melalui tangan saudaranya Musa. Sunnah para nabi satu yaitu memerangi kaum kafir dan meninggikan kalimat Allah تَعاَلَى di muka bumi. Kemenangan agama termasuk nikmat Allah تَعاَلَى yang harus disikapi dengan syukur dan ketaatan dengan cara para Nabi bukan dengan saling membanggakan, kesombongan, mengadakan hari besar bid’ah yang dinamakan dengan hari kemerdekaan, hari kemenangan dan hari besar yang tidak diperintahkan dalam Islam. Sementara dalam Islam hanya ada dua hari besar yang diperintahkan memperingatinya : Idul Fitri dan Idul Adha. Semua hari yang tidak disyariatkan dan tidak ada dalilnya termasuk syiar jahiliah yang Islam sendiri melarangnya. Pertolongan hanyalah diminta kepada Allah تَعاَلَى bukan kepada batu-batu keramat, jimat dan yang sejenisnya. Nabi tidak mengetahui perkara ghaib kecuali yang diberitahukan kepadanya, andaikan Nabi tahu perkara ghaib tentu tidak ditimpa musibah dan bencana. Sehingga orang selain Nabi yang mengetahui perkara ghaib dianggap ingkar terhadap ayat dan ajaran Nabi yang wajib meluruskan syahadatnya. Dan ibrah lain yang bisa diambil dari kisah di atas adalah pentingnya kesabaran dalam menghadapi musibah-musibah. Karena musibah-musibah yang menimpa orang-orang beriman tidak keluar dari dua aspek : akibat dosa-dosa yang dilakukan mereka sehingga Allah تَعاَلَى menurunkan bencana supaya mereka bertobat dan pencucian hati dari kotoran dosa sehingga derajatnya naik di sisi Allah تَعاَلَى . Kalau kita perhatikan di jaman sekarang ini masih banyak muslimin yang melakukan dosa yang besar maupun kecil. Dosa besar seperti syirik, bid’ah, riba (rentenir), perzinaan, melihat gambar dan film parno, korupsi, suap menyuap, menipu dan sebagainya. Sedangkan dosa kecil tak terhitung jumlahnya. Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan. </span><em><span style="color:#000000;">Barakallahu li wa lakum fil Qur’anil ‘Adhim….</span></em></span></p>
<br />Posted in Mutiara Hikmah Tagged: kisah; musa; fir'aun <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=256&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2010/01/07/ibrah-kisah-musa-%d8%b9%d9%8e%d9%84%d9%8e%d9%8a%d9%92%d9%87%d9%90-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d9%8e%d9%91%d9%84%d8%a7%d9%8e%d9%85%d9%8f-bersama-fir%e2%80%99aun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dzikir Berjama&#8217;ah dalam Khatbah</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/12/25/dzikir-berjamaah-dalam-khatbah/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/12/25/dzikir-berjamaah-dalam-khatbah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 15:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir; jamaah; khutbah; jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Aku melihat seorang imam masjid di sebuah kota sedang khatbah di masjid berkata kepada jama’ah,”Esakanlah Alloh!”. Lalu jama’ah mengucapkan takbir dan tahlil dengan suara yang keras. Apakah yang demikian termasuk kewajiban imam ? Apakah jama’ah harus bertakbir atau tahlil ? Apakah makna hadits,”Apabila seorang berkata kepada temannya, diamlah, sementara imam sedang khatbah jum’at [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=242&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Tanya : Aku melihat seorang imam masjid di sebuah kota sedang khatbah di masjid berkata kepada jama’ah,”Esakanlah Alloh!”. Lalu jama’ah mengucapkan takbir dan tahlil dengan suara yang keras. Apakah yang demikian termasuk kewajiban imam ? Apakah jama’ah harus bertakbir atau tahlil ? Apakah makna hadits,”Apabila seorang berkata kepada temannya, diamlah, sementara imam sedang khatbah jum’at maka sungguh ia telah lalai? Kami mengharap jawaban dari anda. Assalamu’alaikum wa rahmatullah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Jawab : Segala pujian hanyalah milik Alloh, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم, keluarga dan sahabatnya…</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Jawab : Jika yang dikehendaki khathib adalah memberi petunjuk kepada hadirin agar mengesakan Alloh dalam tauhid rububiah, asma dan sifatNya untuk meyakininya bukan untuk menirukannya bertahlil dan takbir dengan suara seperti keras dan tinggi, tetapi jama’ah salah paham lalu menirukan dengan takbir dan tahlil dengan suara keras maka tidak mengapa. Bila jama’ah salah paham terhadap apa yang dikehendaki khathib maka khathib harus menasihati mereka sesuai dengan kehendaki. Bila yang dikehendaki khathib adalah takbir dan tahlil denngan mengeraskan suara maka ia dan jama’ah sama-sama salah dan mengadakan kebid’ahan. Karena amalan yang demikian tidak pernah dilakukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم , sahabat dan orang-orang yang mendengarkannya. Yang pernah dilakukan Rasulullah صلى الله عليه و سلم hanyalah menanyakan kepada sebagian sahabatnya yang duduk di masjid dan belum shalat tahiyyatul masjid lalu Rasulullah صلى الله عليه و سلم memerintahkannya shalat dua rakaat. Juga ketika seorang arab badui menjumpai Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang sedang khatbah dan mengeluhkan musim kemarau kemudian meminta beliau agar mendoakan turun hujan. Rasulullah صلى الله عليه و سلم pun berdoa lalu turunlah hujan. Setelah itu orang badui meminta Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang sedang khatbah agar berdoa kepada Alloh untuk menghentikan hujan. Maka beliau berdoa dan berhentilah hujan dan menjadikannya bermanfaat dan tidak memberi bahaya. Sebagaimana percakapan antara Umar dan Utsman ketika Umar sedang khatbah. Umar menegur Utsman mengapa ia tidak berangkat shalat jum’at lebih awal.,”Hari apa sekarang?” Utsman menjawab,”Demi Alloh aku tidak menambah dari wudlu (tidak mandi jum’at)”. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabada,” Barangsiapa beramal suatu amalan yang bukan dari perintah kami maka ia tertolak”.HR.Bukhari (2697) dan Muslim (1718)</span><span style="color:#000000;"> “Dan barangsiapa mengadakan perkara baru dalam agama kami yang bukan darinya maka tertolak”.<span style="font-size:13px;">HR.Muslim (1718) (18)</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Kedua : hadits yang kamu sebutkan di atas maknanya jika kamu berbicara dengan teman sebelahmu sementara imam sedang khatbah jum’at walaupun kamu bertujuan menasihati dan memerintah perkara yang baik maka kamu telah berbuat jelek dan melakukan apa yang tidak pantas. Yang seharusnya kamu lakukan memperhatikan khathib sehingga khathib memberikan nasihat kepada hadirin agar menahan kejelekan dan menerima kebaikan sehingga hadirin tidak ramai ketika dilangsungkan khatbah. Tidak mengapa kamu memberikan isyarat kepada temanmu yang berbuat salah ketika khathib sedang khatbah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Wabillahi taufiq, shalawat dan salam semoga tercurah keada nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. (Lajnah Daimah, Fatwa no. 3246)</span></span></p>
<br />Posted in Doa dan Dzikir, Hadits Tagged: dzikir; jamaah; khutbah; jum'at <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=242&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/12/25/dzikir-berjamaah-dalam-khatbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dzikir Jama&#8217;ah setelah Shalat</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/12/21/dzikir-jamaah-setelah-shalat/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/12/21/dzikir-jamaah-setelah-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 15:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir; jamaah; shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Mengulang-ulang Dzikir-dzikir Setelah Shalat Dengan Berjama&#8217;ah Tanya: Apakah dzikir-dzikir setelah shalat wajib harus diulang-ulang oleh tiap orang yang shalat ? Apakah di belakang imam mesti ada yang membantunya ? di tempat kami muadzin yang membantunya. Apakah disunnahkan mengeraskan suara setelah shalat membaca : Jalla rabbuna alkarim, jalla rabbuna al’adhim, subhanan ya ‘adhim (subhanallah), yakni imam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=246&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#000000;">Mengulang-ulang Dzikir-dzikir Setelah Shalat Dengan Berjama&#8217;ah</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Tanya: Apakah dzikir-dzikir setelah shalat wajib harus diulang-ulang oleh tiap orang yang shalat ? Apakah di belakang imam mesti ada yang membantunya ? di tempat kami muadzin yang membantunya. Apakah disunnahkan mengeraskan suara setelah shalat membaca : </span><em><span style="color:#000000;">Jalla rabbuna alkarim, jalla rabbuna al’adhim, subhanan ya ‘adhim (subhanallah), </span></em><span style="color:#000000;">yakni imam memerintahkan membaca subhanallah 33 kali, (</span><em><span style="color:#000000;">alhamdulillah</span></em><span style="color:#000000;">) yakni ucapkanlah </span><em><span style="color:#000000;">alhamdulillah </span></em><span style="color:#000000;">33 kali,  kemudian imam berkata </span><em><span style="color:#000000;">alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya lau laa an hadana Alloh jalla sya’nuhu (Alloh akbar) </span></em><span style="color:#000000;">yakni ucapkanlah Alloh akbar 33 kali kemudian ia mengatakan : </span><em><span style="color:#000000;">laa ilaha illa Alloh wahdahu la syarikalahu lahul mulku walhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qadir </span></em><span style="color:#000000;">? Apakah disunnahkan imam bersuara sedangkan ma’mum mendengarkannya kemudian mereka bertasbih, tahmid dan takbir? Apakah disunnahkan setelah selesai shalat meminta ampunan lalu mengucapkan </span><em><span style="color:#000000;">astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullahal ‘adhim.</span></em><span style="color:#000000;"> Kemudian ia mengucapkan </span><em><span style="color:#000000;">allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikrom</span></em><span style="color:#000000;">. Kemudian </span><em><span style="color:#000000;">allahumma Alloh’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik </span></em><span style="color:#000000;">kemudian bertasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali sendiri-sendiri ? Apakah dzikir-dzikir ini dikerjakan dengan sendirian atau imam memerintahkan mengecupkannya satu demi satu?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Jawab : Sifat yang disebutkan penanya dan yang semisalnya adalah bid’ah yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Yang ada sunnahnya hanyalah seseorang istighfar sendiri-sendiri. Akan tetapi disunnahkan mengeraskan suara dzikir setelah selesai salam.<span id="more-246"></span> Disebutkan bahwa Ibnu Abbas mengeraskan dzikir setelah selesai shalat wajib pada jaman Rasulullah صلى الله عليه و سلم  (<span style="font-size:13px;">Yakni mengeraskan takbir tiga kali setelah shalat wajib sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsir alBaqaroh ayat 185 – penerj)<span style="font-size:small;">. Sebagian kaum muslimin mengeraskan tahlil, tahmid dan takbir (yang dibaca 33 kali), aku tidak mengetahui dalilnya sama sekali. Ada orang yang mengatakan, bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم mengeraskan dzikir setelah shalat hanyalah untuk mengajari sahabat dzikir. Ini pendapat yang perlu diteliti. Karena pengajaran dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم cukup dengan ucapan sebagaimana beliau perintahkan kepada orang-orang fakir dari kalangan muhajirin,”Bertasbih, tahmid dan takbirlah 33 kali tiap selesai shalat”. Kemudian kami katakan, katakanlah yang demikian untuk mengajari. Pengajaran doa atau dzikir sesuai dengan sifat asalnya yaitu mengeraskan suaranya yang sekaligus menunjukkan sunnah mengeraskan dzikir. Kalaulah dzikir dengan mengeraskan suara hanya untuk mengajari niscaya Rasulullah صلى الله عليه و سلم mencukupkannya dan mengatakan,”Ini dzikir dengan suara pelan”. Yang penting pendapat yang kuat bahwa dzikir dengan mengeraskan suara sunnah. (Kitab Sual wa Jawab Min Barnamij Nur Alad Darb 1/14, Syaikh ‘Utsaimin)</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#000000;">Dzikir Berjama&#8217;ah Setelah Shalat Dengan Mengeraskan Suara dan Amin</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Tanya: Aku melihat di sebagian tempat seorang imam mengangkat kedua tangannya dan diikuti makmum…imam berdo’a dan makmum mengaminkannya. Apakah hukumnya?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Jawab : Ibadah adalah tauqifiyah maka kita tidak boleh mengatakan sesuatu ibadah disyariatkan dengan cara, jumlah, waktu atau tempat tertentu kecuali dengan dalil syar’I yang menunjukkannya. Kami tidak mengethaui satu dalil pun dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم baik dari ucapan, perbuatan ataupun penetapannya. Semua kebaikan dengan mengikuti petunjuk Rasulullah صلى الله عليه و سلم . dan petunjuk Rasulullah صلى الله عليه و سلم dalam masalah ini telah ada dalilnya yang menunjukkan apa yang pernah beliau lakukan setelah salam, sahabat dan tabiin. Barangsiapa mengadakan suatu amalan yang menyelisihi petunjuk Rasulullah صلى الله عليه و سلم maka tertolak sebagaimana kata Rasulullah صلى الله عليه و سلم ,”Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang bukan dari agama kami maka tertolak”. Maka imam dan makmum yang mengaminkan dengan mengangkat tangan dan mengeraskan amin dituntut mendatangkan dalil bagi amalnya. Jika tidak bisa mendatangkannya maka amalannya tertolak. (Fatawa Islamiyah 4/179, Lajnah Daimah).</span></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><br />
</span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#000000;">Doa Berjama’ah Setelah Shalat Dengan Satu Suara</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Lajdah Daimah berkata:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Doa berjama’ah setelah shalat dengan satu suara kami tidak mengetahui dalilnya dari syariat. Lajnah Daimah telah mengeluarkan fatwanya dalam masalah ini yaitu : “Doa dengan mengangkat tangan setelah shalat wajib apakah dari imam atau makmum sendirian atau secara berjama’ah bukanlah sunnah. Bahkan yang demikian adalah bid’ah yang tidak dalilnya dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم maupun sahabatnya. Adapun do’a dengan cara lain tidak seperti itu maka tidak mengapa karena ada dalilnya dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Wabillahi taufiq, shalawat dan salam semoga tercurah keada nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. (Lajnah Daimah, Fatwa no. 1/ 318)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#000000;">Dzikir-dzikir  atau Shalawat atas Nabi dengan Berjama’ah Setelah Shalat</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Tanya : Sebagian muslimin pada bulan ramadhan mengeraskan suara bershalawat atas nabi, khulafaurasyidin, ummahatul mukminin dan 10 sahabat yang  diberitakan masuk sorga pada tiap selesai dua rakaat tarawih. Apa hukum amalan ini?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Jawab : Segala pujian hanyalah milik Alloh, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم, keluarga dan sahabatnya…</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Dzikir-dzikir atau shalawat setelah shalat wajib atau sunnah atau di antara rakaat tarawih adalah bid’ah. Rasulullah صلى الله عليه و سلم telah mengatakan,” “Barangsiapa mengadakan suatu perkara baru dalam agama yang bukan dari agama kami maka ia tertolak”.HR.Bukhari (2697) dan Muslim (1718).</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Wabillahi taufiq, shalawat dan salam semoga tercurah keada nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. (Lajnah Daimah, Fatwa no. 6260)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#000000;">Istighfar Dengan Berjama’ah</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Tanya: Kami pernah shalat di suatu masjid, setelah selesai shalat jama’ah mengucapkan astaghfirullahal adhim wa atubu ilaihi dengan berjamaah…apakah yang demikian sesuai dengan petunjuk nabi صلى الله عليه و سلم ?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Jawab  : Segala pujian hanyalah milik Alloh, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم, keluarga dan sahabatnya…amma ba’du :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Adapun istighfar maka Rasulullah صلى الله عليه و سلم mengucapkannya tiga kali setelah selesai shalat sebelum menghadap makmum. Sedangka istighfar yang kalian sebutkan dengan satu suara berjama’ah maka bid’ah bukan petunjuk Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Beliau istighfar untuk dirinya dan tidak berhubungan dengan lainnya dan tanpa suara berjama’ah. Sahabat dan tabiin dahulu istighfar sendiri-sendiri tanpa berjama’ah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"> Istighfar itu sendiri disunnahka setelah salam. Akan tetapi dengan cara berjama&#8217;ah termasuk bid’ah yang wajib ditinggalkan dan dijauhi. (Nur Ala adDarbi Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan alFauzan 1/23).</span></span></p>
<br />Posted in Doa dan Dzikir, Hadits Tagged: dzikir; jamaah; shalat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=246&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/12/21/dzikir-jamaah-setelah-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Poligami:Penutup dan Nasehat (14)</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/poligamipenutup-dan-nasehat-14/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/poligamipenutup-dan-nasehat-14/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 08:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Ukhti muslimah…. Janganlah kamu menolak hukum ta’addud. Ta’addud adalah hukum Allah. Dia lebih mengetahui apa yang membuat maslahat manusia. Ia berkata : “ Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari dan hukum siapa yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang – orang yang yakin ?” ( Al Maidah : 50 ) ( Tiap hukum yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=378&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ukhti muslimah….</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah kamu menolak hukum ta’addud. Ta’addud adalah hukum Allah. Dia lebih mengetahui apa yang membuat maslahat manusia. Ia berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">“ Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari dan hukum siapa yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang – orang yang yakin ?” ( Al Maidah : 50 ) ( Tiap hukum yang menyelisihi hukum Allah adalah hukum jahiliyah walaupun banyak orang yang memakainya – penerj ). Aku tidak memerintahkan kamu. Mintalah pada suamimu agar agar ia menikah lagi.” Karena hal ini menyelesaikan fitnahmu. Akan tetapi aku katakan : “ Tidak ada hak bagimu menghalangi suamimu berta’addud, kamu hanya berhak minta keadilan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ukhti muslimah….</p>
<p style="text-align:justify;">Darimanakah kamu takut suamimu tidak akan berbuat adil terhadap istri – istrinya ?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kamu mengetahui kejadian yang akan datang atau ketakutan yang samar ? Hati – hatilah terhadap pengaruh sebagian orang yang lemah imannya dan dungu yang membiarkan istri kedua menyakiti istri – istri dan tidak adil. Islam tidak mengakui perbuatan mereka dan kondisi muslimin bukanlah dalil ( hujah ) atas Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah kamu cepat minta cerai pada suamimu tanpa alasan yang dibenarkan. Sesungguhnya kamu tidak bisa mengambil lebih banyak dari pembagian Allah. Hati – hatilah jika kamu mengetahui suamimu mau kawin lagi, kamu menghalanginya. Yang demikian itu berarti kamu mempermudah baginya menempuh jalan haram dan di kuatirkan kamu bergabung dalam dosa bersama suamimu karena kamulah penyebabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Teladanilah para shahabat wanita, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam teladan terbaik manusia dan para shahabat mempunyai beberapa istri. Orang tua sekarang yang menikahkan anak perempuannya dengan lelaki yang telah beristri membuktikan bahwa anak mereka hidup lebih berbahagia daripada istri – istri yang suaminya tidak ta’addud.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku nasihatkan kepada para suami yang ta’addud…</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-378"></span>Bertaqwalah kepada Allah, jangan menjadikan ta’addud tujuan utama memuaskan nafsu birahi semata. Orang – orang yang hanya ingin merasakan kenikmatan seksual yang berganti – ganti pasangan dicela syari’at dan masyarakat. Terkadang mereka masuk ke dalam nikah muth’ah ( sebagaimana syi’ah ). Manakala ia kawin dan berniat mencerai dan tidak ingin tinggal lama bersama istrinya, maka niatnya akan terlihat.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang penyair berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">“ Barang siapa mengumpulkan wanita – wanita hanya mencari kepuasan, Sungguh ia bersama dalam mara bahaya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan lupa, Allah mengharamkan kedholiman apapun macamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu hendaknya mengikhlaskan niat dalam menikah dan meneladani Rasulullah dan shahabatnya. Ingatlah firman Allah :</p>
<p style="text-align:justify;">“ Hai manusia, takutlah kepada Allah yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Ia ciptakan istrinya dan dari keduaya Ia kembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling mencintai dan menyambung silaturrahim. Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu.” ( An Nisaa’ : 1 )</p>
<p style="text-align:justify;">Kita memohon kepada Allah mudah – mudahan menjauhkan kita dari maksiat – maksiat dan fitnah – fitnah yang nampak dan terselubung.</p>
<br />Posted in Adab dan Akhlaq, Muslimah, Mutiara Hikmah Tagged: nasehat, poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=378&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/poligamipenutup-dan-nasehat-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adil dalam Poligami (13)</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/adil-dalam-poligami-13/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/adil-dalam-poligami-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 07:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[adil]]></category>
		<category><![CDATA[poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Berlaku adil termasuk agama yang telah Allah perintahkan. Allah ta’ala berfirman : “Sesunguhnya Allah memerintahkan manusia berbuat adil dan membari nafkah /sedekah kepada karib kerabat.”( An Nahl : 90 ) “Berbuat adillah sesunguhnya ia lebih dekat pada ketakwaan ”( Al Maidah : 8 ). Maka tiap muslim wajib berusaha berbuat adil pada seluruh kondisinya, pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=377&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berlaku adil termasuk agama yang telah Allah perintahkan. Allah ta’ala berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesunguhnya Allah memerintahkan manusia berbuat adil dan membari nafkah /sedekah kepada karib kerabat.”( An Nahl : 90 )<a href="http://millahibrohim.files.wordpress.com/2009/11/dua_mawar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-418" title="dua_mawar" src="http://millahibrohim.files.wordpress.com/2009/11/dua_mawar.jpg?w=210&#038;h=168" alt="dua_mawar" width="210" height="168" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">“Berbuat adillah sesunguhnya ia lebih dekat pada ketakwaan ”( Al Maidah : 8 ).</p>
<p style="text-align:justify;">Maka tiap muslim wajib berusaha berbuat adil pada seluruh kondisinya, pada kehidupan dunia agamanya hingga menjadi akhlak yang terpatri pada dirinya dan ia wajib menjauhi kedholiman ( aniaya ) dan nafsu sehinga menjadi sebab dicintai Allah sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang adil.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan berbuat adilah sesunguhnya Allah mencintai orang &#8211; orang yang adil “( Al Hujurat : 9 )</p>
<p style="text-align:justify;">Adil terhadap istri &#8211; istri adalah aspek fundamental. Wajib bagi suami memberi hak &#8211; hak istri meneladani rasulullah. Beliau adalah manusia yang paling adil tak terkecuali adil kepada semua istrinya. Hal ini terbukti ketika beliau sakit keras yang mengantarkan pada kematian dan ketika itu sedang di rumah Maimunah, memanggil semua istrinya untuk minta ijin kepada mereka untuk tinggal dirumah Aisyah selama sakit lalu diijinkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim yang benar tidak mendholimi seorangpun terlebih mendholimi istri. Allah ta’ala telah melarang kedholiman dan mengancam pelakunya dengan ancaman neraka :</p>
<p style="text-align:justify;">“ Dan kamu melihat orang &#8211; orang dholim tatkala melihat adzab mengatakan “Apakah ada jalan keluar darinya?” ( Asy Syura : 44 )</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga rosulullah mengingatkan kita akan doa orang &#8211; orang yang terdholimi :</p>
<p style="text-align:justify;">“ Sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa orang yang didholimi dengan Allah.” (HR.Bukhori No. 2448)</p>
<p style="text-align:justify;">Maka tiap muslim wajib takut terhadap adzab Allah dan menjauhi tiap perbuatan yang menyebabkan dosa. Apabila ia merasa dirinya tidak bisa berbuat adil maka sebaiknya urungkan niat ta’addud sebagaimana Allah ta’ala perintahkan :</p>
<p style="text-align:justify;">“ Apabila kamu takut tidak bisa berbuat adil maka nikahilah satu wanita atau budak – budak wanita yang kamu miliki.” ( An Nisaa’ : 3 )</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaknya ia menjaga iffah (kehormatan dan sabar) sampai Allah memberi kecukupan dan keadilan pada jiwanya</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Adab dan Akhlaq, Muslimah Tagged: adil, poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=377&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/adil-dalam-poligami-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://millahibrohim.files.wordpress.com/2009/11/dua_mawar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dua_mawar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda dan Poligami (12)</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/pemuda-dan-poligami-12/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/pemuda-dan-poligami-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 07:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah; pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Tidak disangsikan lagi mengaplikasikan sunnah ta’addud bagi laki &#8211; laki yang mampu secara materi dan spiritual (adil) dalam kehidupan bermasyarakat adala hak asasi yang tidak bisa dipungkiri. Disisi lain sunnah ini termasuk aspek kehidupan yamg dijauhi oleh banyak pemuda dan orang yang berusia lanjut. Namun bagi yang mau memperhatikan sunnah ta’addud menyimpan banyak kelebihan, manfaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=376&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tidak disangsikan lagi mengaplikasikan sunnah ta’addud bagi laki &#8211; laki yang mampu secara materi dan spiritual (adil) dalam kehidupan bermasyarakat adala hak asasi yang tidak bisa dipungkiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Disisi lain sunnah ini termasuk aspek kehidupan yamg dijauhi oleh banyak pemuda dan orang yang berusia lanjut. Namun bagi yang mau memperhatikan sunnah ta’addud menyimpan banyak kelebihan, manfaat dan maslahat. Sebagaimana yang telah kami paparkan dimuka. Dimuka diantarkan manfaatkan adalah sebagai sarana pelampiasan keinginan biologis pemuda pada jalan yang halal, kami tidak melalaikan akan kemampuan keadilan dan materi lelaki dipengaruhi oleh umur, maka sebaiknya bagi yang masih muda dan mampu hendak segera menjadikan sunnah ta’addud.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita mempunyai tauladan yang baik pada diri sahabat dan tabi’in. Banyak dari mereka menjalankan poligamy pada usia muda29. Demikian juga para pemuda yang sholih di masyarakat Islam sekarang banyak yang menerapkan sunah ta’addud dan mengalami kehidupan yang seimbang antara kebahagian pribadi, istri – istri keridhoan Allah dan kemanfaatan serta menambah jumlah umat islam dan tarbiah bagi generasi masa dengan tarbiah yang sholih ( baik ). Dari Said bin Jubir katanya “ Ibnu Abbas bertanya kepadaku “ Apakah kamu telah kawin? Aku jawab “ belum ”, Kawinlah sesungguhnya sebaik &#8211; baik umat ini adalah orang yang paling banyak istrinya.” (HR.Bukhori No 5069)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya kita tidak menutup mata di masyarakat kita jumpai sebagaimana lelaki menikah yang kedua kali setelah semua anaknya menikah dan membantunya dalam suka dan duka. Jelas perbuatanya tidak adil dan bukan cara seperti itu yang dikehendaki syariat dan orang – orang baik. Hendaknya ia menyesali perbuatanya bertaubat dari kesalahan sesungguhnya Allah Maha menerima taubat.</p>
<br />Posted in Adab dan Akhlaq, Hadits, Muslimah Tagged: poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah; pemuda <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=376&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/pemuda-dan-poligami-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istri Meminang Wanita Buat Suami (11)</title>
		<link>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/istri-meminang-wanita-buat-suami-11/</link>
		<comments>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/istri-meminang-wanita-buat-suami-11/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 07:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>millahibrohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[tv; kerusakan; dampak; nonton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millahibrohim.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Gholial al jahdari berkata “Aku adalah istri, aku mengkhitbahkan seorang wanita untuk suamiku dengan keridhoan dari diriku. Aku tidak anggap hal ini ringan bagiku. Bahkan kecemburuanku menggelegak. Tetapi benak dan keimananku merasakan bahwa semua maslahat ada pada pilihan Allah dan aku siapkan menerimanya walau wanita yang aku pinang menolak karena ia takut ( putus asa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=374&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Gholial al jahdari berkata “Aku adalah istri, aku mengkhitbahkan seorang wanita untuk suamiku dengan keridhoan dari diriku. Aku tidak anggap hal ini ringan bagiku. Bahkan kecemburuanku menggelegak. Tetapi benak dan keimananku merasakan bahwa semua maslahat ada pada pilihan Allah dan aku siapkan menerimanya walau wanita yang aku pinang menolak karena ia takut ( putus asa ) suamiku tidak menyukai wajahnya. Aku tekankan bahwa ia wanita sholihah dan aku sanggup meminangkan untuk seorang lelaki kepadanya dengan syarat ia mau menerima kondisi lahir wanita itu apa adanya.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengaruh Media Informasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Telah diketahui bahwa media-media informasi sekarang merupakan sarana penyampaian berita dan pemikiran yang sangat cepat dan menggugah. Media ini ibarat pedang bermata ganda yang bisa dijadikan alat penyebar luasan kebaikan maupun alat penyebar luasan keburukan. Hendaknya bagi muslim berhati-hatilah memanfaatkan karunia Allah ini, mempergunakannya untuk menerangkan kebaikan islam, kejelekan, kekafiran, kesyirikan, kerancuan yang menyebar dan bantahannya tidak memakannya untuk hal-hal selain itu.</p>
<p style="text-align:justify;">DR. Nashir al-umar, berkata memilih penetapan UU UNESCO seiring maraknya media – media infomasi baru di masyarakat khususnya tv menimbulkan kegoncangan yang mengembalikan manusia ke jaman ratusan tahun silam…”( Fatayatuma baina at taqhris wa al Afaf DR Nashir bin sulaiman al umar, 3 ) yang kita temukan beberapa film dan sandiwara yang mengisahkan ta’addud. Setelah kesalahan, dosa kedholiman dan masa depan suram bagi suami istri. Kemudian kita melihat di akhir film kejelekan ta’addud atau akhir kehidupan yang buruk bagi suami yang beristri lebih dari satu yang berujung pada Rumah sakit jiwa atau ia pergi dan tak kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukankah lebih baik seandainya ceramah – ceramah menerangkan keutamaan – keutamaan ta’addud, manfaat-manfaat, kemaslahatan-kemaslahatannya serta solusi dari problem masyarakat sebagai ganti dari pada film dan sandiwara ’’kacau’’?</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Adab dan Akhlaq, Muslimah Tagged: poligami; ta'addud; hak; wanita; muslimah, tv; kerusakan; dampak; nonton <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/millahibrohim.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/millahibrohim.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=millahibrohim.wordpress.com&amp;blog=6728897&amp;post=374&amp;subd=millahibrohim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millahibrohim.wordpress.com/2009/11/08/istri-meminang-wanita-buat-suami-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6c00be6c3efb6d8b95262ba198c595e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">millahibrohim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
