Kehususan dan Perbedaan Aqidah Salaf Dibanding Aqidah yang lainnya :

Kehususan dan Perbedaan Aqidah Salaf Dibanding Aqidah yang lainnya :

1. Aqidah salaf diambil dari sumber yang asli dan bersih dari kitabulloh dan sunnah rosululloh yang jauh dari kotoran nafsu dan kesamaran dan kosong dari penafsiran dari luar Islam.

2. Aqidah salaf meninggalkan ketenangan dalam jiwa dan menjauhkan seorang muslim dari keraguan dan angan-angan kosong.

3. Aqidah salaf menjadikan sikap seorang muslim mengagungkan nash-nash AlQur’an dan AsSunnah karena ia tahu bahwa tiap apa yang di dalamnya kebenaran dan pada yang demikian itu terdapat keselamatan yang besar dan keistimewaan yang husus.

4. Aqidah salaf mewujudkan bagi muslimin karakter yang Alloh ridhai dengan firmanNya :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya : “Maka demi Robmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian hati mereka tidak merasa keberatan terhadap hukum yang kamu putuskan dan mereka menerima dan tunduk secara lahir dan batin”.(AnNisa :65)

5. Aqidah salaf menghubungkan seorang muslim dengan pendahulunya yang sholih.

6. Aqidah salaf menyatukan barisan muslimin dan menyatukan mereka karena ia jawaban bagi firman Alloh :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya :”Dan berpegangteguhlah kamu dengan tali Alloh (kitabulloh dan agamaNya) semuanya dan janganlah berpecah belah”. (Ali Imron:103)

6. Di dalam aqidah salaf terdapat keselamatan bagi yang berpegang teguh dengannya dan termasuk orang yang diberi kabar gembira rosululloh shollalloh ‘alaihi wa sallam dengan kemenangan dan pertolongan di dunia dan keselamatan dari neraka dan keberuntungan mendapat sorga di ahirat.

7. Berpegang teguh dengannya merupakan sebab terbesar kekokohan di atas agama.

8. Aqidah salaf mempunyai pengaruh yang besar pada perilaku dan ahlak orang yang berpegang teguh dengannya dan selanjutnya menjadi sebab terbesar keistiqomahan di atas agama yang benar.

8. Aqidah salaf merupakan sebab terbesar kedekatan kepada Alloh dan

keberuntungan medapatkan keridhoaanNya.

Karakter Salaf

1. Kokoh di atas kebenaran dan tidak berubah-ubah keyakinan sebagaimana pengikut hawa nafsu. Hudzaifah bin AlYaman berkata kepada Ibnu Mas’ud,

(( إن الضلالة حق الضلالة أن تعرف ما كنت تنكر وتنكر ما كنت تعرف وإياك والتلون في الدين فإن دين الله واحد ))

”Sesungguhnya kesesatan sebenar-benar kesesatan kamu mengetahui yang dahulu kamu ingkari dan mengingkari apa yang kamu ketahui dan jauhilah berwarna-warni (berubah-ubah) dalam agama sesungguhnya agama Alloh itu satu”.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,”

(( وبالجملة فالثبات والاستقرار في أهل الحديث والسنة أضعاف أضعاف ما هو عند أهل الكلام والفلسفة )

“Secara umum kekokohan dan kemanatapan agama pada ahli hadits dan sunnah jauh berlipat ganda dibanding kekokohan pada ahli kalam dan

filsafat”.(Majmu’ Fatawa 4/5). Hal ini membuktikan bahwa aqidah dan manhaj mereka itu benar dan petunjuk yang lurus.

(( إن ما عند عوام المسلمين وعلمائهم أهل السنة والجماعة من المعرفة واليقين والطمأنينة والجزم بالحق والقول الثابت والقطع بما هم عليه أمر لا ينازع فيه إلا من سلبه الله العقل والدين)

Berkata Syaikhul Islam,”

“Ma’rifah, keyakinan, ketenangan, kepastian terhadap kebenaran dan ucapan yang kokoh dan pasti ada pada orang-orang awam dan ulama ahlus sunnah wal jama’ah adalah perkara yang tidak diperselisihkan lagi kecuali bagi orang yang Alloh cabut akalnya”.(alHujjah fi Bayanil Mahajjah Liqowamis Sunnah, AlAshbahani)

2. Kokohnya mereka di atas perkara-perkara Aqidah dan tidak ada perselisihan di antara mereka bersamaan perbedaan jaman dan tempat. alAshbahani mensifati mereka dengan ucapannya,

Dan termasuk perkara yang menunjukkan bahwa ahli hadits adalah ahlul hak, seandainya kamu menelaah semua karya tulis mereka yang terdahulu dan sekarang bersamaan perbedaan dan berjauhan negeri mereka kamu menemukan mereka dalam menerangkan aqidah di atas satu titik yang mereka jalani di atas satu jalan, tidak menyimpang dan condong darinya, pendapat mereka satu, penukilan mereka satu, kamu tidak menemukan pada mereka perselisihan maupun perpecahan sedikitpun bahkan seandainya seandainya kamu kumpulkan semua ucapan mereka dan apa yang mereka nukil dari pendahulu mereka kamu akan menemukan seoalah dari satu hati dan berjalan di atas satu lisan. Dan adakah dalil atas kebenaran yang lebih jelas daripada ini ?” (Majmu’ Fatawa 4/105).

3. Mereka berkeyakinan bahwa jalan salaf lebih selamat, luas ilmunya dan hikmah tidak seperti yang dianggap oleh ahli kalam bahwa jalan salaf lebih selamat dan jalan orang sekarang lebih luas ilmu dan hikmah.

(( لقد كذبوا على طريقة السلف وضلوا في تصويب طريقة الخلف فجمعوا بين الجهل بطريقة السلف في الكذب عليهم وبين الجهل والضلال بتصويب طريقة الخلف ))

Syaikhul Islam berkata membantah anggapan tersebut,”Sungguh mereka mendustakan jalan salaf dan sesat dalam membenarkan jalan orang sekarang lalu mereka mengumpulkan antara kebodohan terhadap jalan salaf dalam mendustakannya dan antara kebodohan dan kesesatan dengan membenarkan jalan kholaf, orang sekarang”.(Majmu’ Fatawa, 3/347).

4. Mereka orang yang lebih mengetahui keadaan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, perbuatan-perbuatan dan perkataannya dari selain mereka oleh karena itu mereka manusia yang paling mencintai sunnah, paling bersemangat untuk mengikutinya dan paling loyal kepada pemegang sunnah.

(( فإنه متى كان الرسول صلى الله عليه وسلم أكمل الخلق وأعلمهم بالحقائق وأقومهم قولاً وحالاً لزم أن يكون أعلم الناس به أعلم الخلق بذلك وأن يكون أعظمهم موافقة له واقتداءً به أفضل الخلق ))

Syaikhul Islam berkata,”Kalau nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam manusia yang paling sempurna, paling mengetahui hakikat-hakikat dan paling kokoh ucapan dan keadaannya maka lazim manusia yang paling mengetahui rosul maka manusia yang paling mengetahui kesempurnaan, hakikat dan ucapan dan perbuatan rosul dan menjadi manusia yang paling besar dalam menyesuaikan dan mencontoh rosul shollallohu ‘alaihi wa sallam”.

Dengan demikian jelaslah mereka adalah manusia yang paling berhak menjadi kelompok yang ditolong dangolongan yang selamat.

(( وبهذا يتبين أن أحق الناس بأن تكون هي الفرقة الناجية أهل الحديث والسنة الذين ليس لهم متبوع يتعصبون له إلا الرسول عليه الصلاة والسلام وهم أعلم الناس بأقواله وأحواله وأعظمهم تمييزاً بين صحيحها وسقيمها وأئمتهم فقهاء فيها وأهل معرفة بمعانيها تصديقاً وعملاً وحباً وموالاة لمن والاها ومعاداة لمن عاداها ))

Syaikhul Islam berkata,”Dengan demikian jelaslah bahwa manusia yang paling berhak menjadi golongan yang selamat adalah ahli hadits dan sunnah yang tidak ada bagi mereka ikutan yang mereka fanatik kepadanya selain rosul shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mereka adalah manusia yang paling mengetahui ucapan dan perbuatan rosul dan paling mengetahui perbedaan antara berita yang shohih dan lemah. Ulama mereka adalah ahli fiqih dan ahli ma’rifah yang mengetahui makna-makna hadits dengan membenarkan, mengamalkan, mencintai dan membela orang-orang yang membelanya dan memusuhi orang-orang yang memusuhinya”.

5. Di antara ciri has mereka yang paling besar adalah semangat mereka dalam menyebarkan aqidah yang shohihah dan agama yang lurus yang diutuskan Alloh kepada para rosul, mengajarkan, membimbing dan menasihati manusia disertai dengan bantahan orang-orang yang menyelisihi dan ahli bid’ah.

6. Syaikhul Islam berkata,”Ahlus sunnah dalam Islam seperti orang Islam di antara agama-agama yang lainnya”. Kemudian beliau menerangkan keadilan ahlus sunnah di tempat lainnya,”Mereka tengah-tengah dalam masalah sifat Alloh antara meniadakan metode Jahmiyah dan golongan yang memisalkan dan menyerupakan sifat Alloh dengan sifat mahlukNya. Mereka tengah-tengah dalam masalah perbuatan Alloh antara golongan qodariyah dan jabariah, tengah-tengah dalam masalah ancaman Alloh antara golongan Murjiah dan wa’idiyah dari qodariyah dan selain mereka. Dalam masalah nama-nama Iman dan agama antara haruriyah dan mu’tazilah dan antara murjiah dan jahmiyah. Dalam mensikapi sahabat nabi tengah-tengah antara rofidhoh dan

khowarij.”(Majmu’ Fatawa 3/141)

7. Kokohnya mereka terhadap gelar-gelar dan nama-nama yang sesuai syariat.

8. Semangatnya mereka kepada persatuan da’wah kepadanya dan menyeru manusia kepadanya serta membuang perselisihan dan perpecahan dan memperingatkan manusia darinya. Dan nama yang paling terkenal bagi mereka adalah ahlus sunnah wal jama’ah. Prinsip ini ada pada pokok-pokok ilmiah mereka terdapat juga pada kehidupan mereka sebagai praktek, kenyataan dan keilmuan.

 

 

April 30, 2014 at 2:00 pm Leave a comment

Simaklah Kajian Ilmiah Bermanhaj Salaf

Simaklah kajian ilmiah kitab-kitab Salaf, kitab ‘Aqidah, Fiqih, Akhlaq, Bahasa Arab dan Tajwid yang disampaikan Al Ustadz Ahmad Hamdani setiap Hari Selasa sore ba’da ‘Ashr, malam Jum’at, malam Sabtu dan malam Ahad di Musholla AtTaqwa, Kav Punggur Lama, Batam Kota. Semoga kehadiran anda dapat menambah ilmu agama dan memperkokoh ukhuwah serta amalan yang dapat mendekatkan diri anda ke sorga dan menjauhkan anda dari neraka dan termasuk orang-orang bertakwa. Aamiin.

April 25, 2014 at 3:20 am Leave a comment

Pelajaran Manhaj

Pembahasan Kedua

 

Dalil-dalil atas wajibnya mengikuti assalaf dan menetapi madzhab mereka.

Dalil dari AlQur’an AlKarim :
Firman Alloh :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

 

“Dan barangsiapa menyelisihi rasul setelah jelas petunjuk baginya dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman maka Kami palingkan dia ke mana hendak berpaling dan Kami akan masukkan dia ke jahannam dan

itulah sejelek-jelek tempat kembali”. (AnNisa :115)

dan firman Alloh :

 

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا

“Dan orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam dari Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh meridhoi mereka dan mereka meridhoiNya”.(AtTaubah :100) Maka Alloh mengancam orang yang mengikuti selain jalanNya dengan siksaan neraka jahannam dan menjanjikan orang yang mengikuti jalanNya dengan sorga dan keridhoanNya.

Dari Hadits :

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِىء أَقْوَامٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ، وَيَمِينُهُ شَهَادة

 

Dari ‘Abdillah bin Mas’ud rodhiallohu ‘anhu berkata, berkata Rosululloh shollalloh ‘alaihi wa sallam : sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian yang setelah mereka, kemudian yang setelah mereka kemudian datang satu kaum persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya”. (Muttafaq ‘alaihi) Ibnul Jauzy berkata,”Mereka tidak berhati-hati dengan persaksian dan sumpah”. (Fathul Bari 5/260-penerjemah)

Dalam hadits ‘Irbadl bin Sariyah yang panjang :

 

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Sesungguhnya orang hidup dari kalian sepeninggalku nanti akan melihat perselisihan yang banyak, maka kalian harus berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang diberi petunjuj dan gigitlah ia dengan gigi geraham dan hati-hatilah terhadap perkara-perkara yang baru dalam agama sesungguhnya setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”. (HR.Ahmad, 4/126-127, Abu Dawud, 4607, Tirmidzi, 2676, Darimi, 1/44, Baghowi, 1/205) Hadits dishohihkan Syaikh AlAlbany dalam AsShohihah 3/11, Shohih Abu Dawud,10/107, Shohih Ibnu Majah 407-penerj.)

Maka Nabi shollallohu ‘alaih wa sallam mengabarkan umatnya untuk sunnahnya dan sunnah khulafaurrosyidin setelahnya ketika terjadi perselisihan dan perpecahan sebagaimana datang berita tentang sifat golongan yang selamat dalam hadits perpecahan umat yaitu golongan yang berada di atas petunjuk beliau dan sahabatnya. Maka yang mengikuti mereka menjadi golongan yang selamat dan yang menjauhi mereka menjadi golongan yang diancam neraka.

 

Tambahan penerjemah :

 

Syaikh Abul ‘Ala berkata dalam Tuhfatul Ahwadzi pada juz 7 hal 307, berkata AlHafidz Ibnu Rojab AlHanbali dalam kitabnya Jami’ul ‘Ulum wal Hikam,”Di dalam hadits ini ada peringatan bagi umat dari mengikuti perkara-perkara baru dan bid’ah dalam agama dan beliau menekankan dengan ucapannya,’Tiap bid’ah adalah sesat’. Dan yang dimaksud dengan bid’ah adalah apa yang diadakan dari perkara yang tidak ada dasarnya dalam syari’at yang menunjukkannya. Adapun perkara yang mempunyai dasar atau pokok dalam syari’at yang ditunjukkannya maka bukan bid’ah secara syar’i meskipun bisa dikatakan bid’ah secara bahasa. Maka ucapan nabi shollalloh ‘alaihi wa sallam,’Tiap bid’ah adalah sesat” termasuk jawami’ul kalim (kalimat yang ringkas dan padat) tidak ada yang keluar darinya sesuatu apa pun dan dia dasar yang besar dari dasar-dasar agama. Adapun apa yang terjadi pada ucapan salaf dari anggapan baik bid’ah hanyalah terjadi pada bid’ah secara bahasa (yang tidak terkait dengan agama) bukan syar’i. Di antaranya ucapan Umar bin Khothob rodhiallohu ‘anhu mengenai sholat tarwih,’Sebaik-baik bid’ah adalah ini…”

 

Maka yang disebut dengan madzhab as salafy adalah ajaran yang dipegangi para

sahabat yang mulia, tabiin dan pengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat, para ulama dari orang-orang yang dipersaksikan sebagai imam/pemimpin Islam, dikenal mempunyai kedudukan besar dalam agama, dan kaum muslimin menerima fatwa mereka seperti para imam yang empat, Sufyan Tsaury, Laits bin Sa’d, Ibnul Mubarok, Nakho’i, Bukhory, Muslim dan semua penulis kitab Sunan bukan orang yang tertuduh dengan kebid’ahan atau orang-orang yang terkenal dengan gelar yang tidak layak semisal Khowarij, Rofidhoh, Murjiah, Jabariyah, Jahmiyah dan Mu’tazilah. Maka tiap orang yang berpegang teguh dengan aqidah dan fiqih para imam tersebut dinisbatkan kepada mereka meskipun berjauhan jarak dan waktu antara dirinya dan mereka. Dan tiap orang yang menyelisihi mereka bukan dari mereka meskipun hidup di di tengah-tengah mereka sejaman dan satu tempat dengan mereka. Maka yang dimaksud dengan as salaf adalah sahabat, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari tabiin, tabiut tabiin dari ulama agama yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat apakah dari generasi yang terbaik maupun orang-orang yang datang setelah mereka sebagaimana yang disebutkan dalam surat atTaubah ayat 100 di atas. Salafiyyah adalah madrasah yang menjaga aqidah dan manhaj Islamy dengan pemahaman generasi sahabat rodhiallohu ‘anhum terutama setelah munculnya kelompok-kelompok sempalan Islam. Salafiyyah mengikuti petunjuk nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dan dia adalah manhaj yang turun dengannya Jirbril yang terpercaya menyampaikan wahyuNya kepada Nabi   shollallohu ‘alaihi wa sallam yang tidak berbicara kecuali dengan wahyu tidak dengan kemauan pribadinya.

(وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى*إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى) (النجم:4 -3)

“Dan tidaklah dia berbicara dari hawa nafsunya tidak lain dari wahyu yang diturunkan kepadanya”. (AnNajam:3-4) dan firman Alloh ta’ala :

 

وقوله تعالى: (قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلا تَتَفَكَّرُونَ)(الأنعام:50)

“Katakanlah, hai Muhammad, Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbndaharaan Alloh, tidak mengetahui perkara ghaib dan tidak mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku, katakanlah, apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat, mengapa kamu tidak berpikir?” (AlAn’am :50) Maka AsSalafiyyah bukan agama buatan manusia, akan tetapi dia adalah Islam itu sendiri dengan pemahaman yang benar secara keilmuan dan amalan yaitu berpegang teguh dengan ajaran Rasul dan sahabatnya tidak keluar dari ajaran mereka sedikit pun. Jika kaum muslimin berpegang teguh dengan satu jalan untuk bangkit dari keterpurukannya maka tidak ada bagi mereka jalan kecuali persatuan jama’ah mereka dan persatuan jama’ah tidak ada jalan baginya kecuali Islam yang benar yang bersumberkan AlQur’an dan AsSunnah. Inilah ringkasan pandangan seorang salafy, mengembalikan Islam kepada sumbernya yang murni dari Kitabulloh dan Sunnah rosulNya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Sehingga da’wah salafiyyah adalah da’wah yang mengupayakan persatuan manusia dan mengarahkan mereka kepada kebenaran dan jalan yang lurus dengan ucapan dan perbuatan yaitu kepada agama Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dan syari’atnya yang datang dengannya dengan pemahamannya salafush sholih, sahabat Nabi karena mereka adalah orang-orang yang paling mengetahui kitabulloh dan sunnah Nabi. alQur’an turun dengan bahasa mereka yang memahaminya dengan baik, turun di tengah-tengah mereka dan mereka mengatahui kapan turun dan pada masalah apa turun bersamaan dengan pemahaman makna-makna dan maksud-maskudnya, perkara yang belum mereka ketahui maka mereka menanyakan langsung kepada Rosululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam lalu beliau menjelaskannya kepada mereka dengan terang. Maka da’wah kepada agama ini dan dengan pemahaman ini adalah da’wah kepada kebenaran dan jalan dan agama yang lurus, bukan da’wah perpecahan !.

Da’wah salafiyyah tegak dengan dua pondasi yang besar yang keduanya adalah da’wah nabi kita dan para rosul yang lainnya. Oleh karenanya ini adalah pondasi yang suci dan terjaga disebabkan pokok agama yang datang dari rosululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam dari sisi Alloh ta’ala. Dua pokok itu adalah tauhid yang bersih dari kesyirikan. Dan tauhid dalam pemahaman salaf ada tiga macam yaitu : tauhid rububiyah, tauhid ululuhiyah dan tauhid asma dan sifat. Tauhid rububiyah adalah keimanan terhadap perbuatan-perbuatan Alloh seperti mencipta, memberi rizki menghidupkan, mematikan, memiliki, mengatur, menghukum,…Tauhid Uluhiyah adalah mempersembahkan segala macam ibadah hanya untuk Alloh tidak menyekutukan dengan sesuatu apa pun dalam ibadah kepadaNya. Tauhid asma dan sifat adalah mensifati Alloh dengan apa yang sifati diriNya dalam kitabNya dan dengan apa yang rosul sifati dalam hadits-haditsnya tanpa menyerupakan, memisalkan, menafsirkan dengan salah, meniadakan, menanyakan bagaimananya dan membiarkan maknanya.

Da’wah nabi kita sama dengan da’wah rosul-rosul sebelumnya yang dimulai dengan tauhid sebagaimana yang Alloh terangkan :

 

(وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ )(النحل: من الآية36)

“Dan sungguh Kami telah mengutus di setiap umat seorang rosul yang memerintahkan,’Sembahlah Alloh semata dan jauhilah thoghut”. (AnNahl :36)

(وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ) (الأنبياء:25)

Dan firmanNya :

“Dan tidaklah Kami mengutus sebelum kamu dari seorang rosul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Dia maka

sembahlah Aku”. (AlAnbiya : 25)

(وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ) (الزخرف:45)

“Dan tanyakanlah orang-orang yang Kami utus sebelum kamu dari rosul-rosul Kami apakah Kami jadikan selain arrohman sesembahan-sesembahan yang mereka sembah”.(AzZukhruf : 45)

Maka bagi kaum salaf adalah pokok pertama dan inti daripada pokok-pokok agama dan lebih diutamakan daripada perkara agama yang lainnya. (Sampai di sini dari penerjemah)

Beberapa ucapan Salaf :

Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu berkata,”Ikutilah dan janganlah kalian mengadakan kebida’ahan sungguh kalian telah dicukupi”. (dikeluarkan oleh Waki’ dalam Zuhud , (315), Ahmad (2/110), Darimi (211) dan Ibnu Wadhoh (13).

Dari beliau rodhiallohu ‘anhu juga berkata,”Kami hanyalah mengikuti jejak rosul tidak memulaim, mengikuti dan tidak mengadakan kebid’ahan dan tidak akan sesat selama mengikuti atsar (hadits)”. (Dikeluarkan oleh AlLalikai dalam Syarhul Ushul I’tiqod,…106-115)

Dari beliau rodhiallohu ‘anhu berkata,”Barangsiapa dari kalian mau mengikuti maka ikutilah sahabat rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya mereka adalah manusia yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit memberat-beratkan diri, paling lurus petunjuk dan paling baik keadaannya, kaum yang dipilih Alloh untuk menemani nabiNya, menegakkan agamaNya, maka kenalilah keutamaan mereka dan ikutilah mereka dalam jejak mereka sesungguhnya mereka di atas petunjuk yang lurus”.(Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyah dan Ibnu Abdil Barr dalam Bayan Ilmi wa Fadhlihi)

AlAuza’i berkata,”Sabarlah dirimu di atas sunnha, berhentilah di mana kaum itu berhenti, berkatalah dengan apa yang mereka katakan, dan tahanlah dari apa yang mereka tahan dan tempuhlah jalan pendahulumu yang sholih sesungguhnya ia meluaskanmu apa yang meluaskan mereka”. (AlAjury dalam AsySyar’iah, 58)

 

Manhaj Salaf dalam ‘Aqidah :

Pokok-pokok terpenting dari manhaj mereka dalam ‘Aqidah

1. Semangatnya mereka berpegang teguh kitabulloh dan sunnah rosulillah dalam menerima ilmu ‘aqidah.

2. Berdalil dengan hadits yang shohih dalam ‘aqidah tidak membedakan antara mutawatir dan hadits ahad. Adapun hadits-hadits lemah yang mereka tulis di buku-buku mereka mengenai ‘aqidah tidak mereka jadikan sebagai pokok dalil tetapi sebagai penguat dari hadits yang shohih.

3. Memahami dalil-dalil di atas cahaya ucapan salaf dan tafsir mereka dan apa yang dinukil dari mereka.

4. Menerima apa yang datang dari wahyu bersamaan dengan memberikan hak akal dan tidak berdalam-dalam memikirkan perkara ghaib yang tidak masuk akal.

5. Tidak mendalami ilmu kalam, filsafat dan menolak penafsiran ahli kalam.

6. Mengumpulkan dan memadukan dalil-dalil dalam satu masalah.

April 25, 2014 at 2:41 am Leave a comment

Demokrasi Bukan Dari Islam Dan Termasuk Amalan Syirik Rububiyyah

Demokrasi Bukan Dari Islam Dan Termasuk Amalan Syirik Rububiyyah

April 15, 2014 at 4:22 am Leave a comment

Demokrasi Bukan Dari Islam Dan Termasuk Amalan Syirik Rububiyyah

Demokrasi Bukan Dari Islam Dan Termasuk Amalan Syirik Rububiyyah

April 15, 2014 at 4:20 am Leave a comment

Fatwa-fatwa Syaikh Al Albani rohimahulloh ta’ala

الجواب: هذا الذي يحدد نسله بدون سبب مشروع أراه أحمق إن لم يكن كافرا بالقضاء والقدر، ذلك لأن الذي يحدد نسله بثلاثة أبناء-مثلا- وصار عمره خمسين سنة! لم يخطر بباله الموت، أو أن تأتي عاصفة تأخذ أولاده الثلاثة فيبقى الى آخر حياته كالأبتر ليس له نسل؛ فالذين يحددون النسل لا يفكرون في الذي يفكر فيه كل مسلم وهو القدر الذي يتصرف بالإنسان كيف يشاء لا كيف شاؤا هم؛ فهذا في الواقع غفلة شديدة، وحرمة ظاهرة.

v  Tanya : Apa Hukum Membatasi Kelahiran ?

v  Jawab : Orang yang membatasi kelahiran tanpa alasan yang disyari’atkan aku katakan ia seorang yang bodoh jika tidak ingkar terhadap takdir dan ketetapan Alloh, karena orang ini, misalnya membatasi anaknya 3 orang saja – dan ia berumur umur 50 tahun, dan tidak menduga sama sekali terjadinya kematiannya atau datang kepadanya bencana yang membinasakan anak-anaknya, lalu tinggallah ia hidup sendiri di ahir hayatnya. Maka orang-orang yang membatasi kelahirannya tidak berpikir pada yang dipikirkan seorang muslim yaitu Alloh Maha Kuasa yang mengatur manusia sekehendakNya bukan kehendak manusia. Dan pembatasan kelahiran merupakan kelalaian dan keharaman yang jelas.

 

April 15, 2014 at 4:04 am Leave a comment

Faidah Hadits Arba’in

Hadits no. 2
2. عَنْ عُمَرَ بن الخَطَّابِ – رضي الله عنه -، قال : بَينَمَا نَحْنُ جلوس عندَ رَسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – ذاتَ يومٍ ، إذْ طَلَعَ علينَا رَجُلٌ شَدِيدُ بياضِ الثِّيابِ ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ ، لا يُرى عليهِ أثَرُ السَّفَر ، ولا يَعرِفُهُ مِنّا أحدٌ ، حتَّى جَلَسَ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فأسنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلى رُكْبَتَيْهِ ، ووضع كَفَّيه على فَخِذيه ، وقالَ : يا مُحَمَّدُ ، أخبِرني عَنِ الإسلامِ . فقال رَسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : (( الإسلامُ : أنْ تَشْهَدَ أنْ لا إلهَ إلاَّ الله ، وأنَّ محمَّداً رسولُ اللهِ ، وتُقيمَ الصَّلاةَ ، وتُؤتِي الزَّكاةَ ، وتصومَ رمضَانَ ، وتَحُجَّ البَيتَ إن استَطَعتَ إليه سبيلاً )) . قال : صَدَقتَ ، قال : فَعَجِبنا لَهُ يسأَلُهُ ويصدِّقُهُ .قال: فأخْبِرني عَنِ الإيمان . قال : (( أنْ تُؤْمِنَ باللهِ وملائِكَته وكُتُبِه، ورُسُله، واليَومِ الآخِرِ ، وتُؤْمِنَ بالقَدرِ خَيرِهِ وشَرِّهِ )) . قالَ : صَدَقتَ . قالَ : فأخْبِرنِي عنِ الإحْسَانِ ، قال : (( أنْ تَعبُدَ اللهَ كأنَّكَ تَراهُ ، فإنْ لَمْ تَكُنْ تَراهُ فإنَّهُ يراكَ )) .قال : فأخبِرني عَنِ السَّاعةِ ؟ قال : (( مَا المَسؤُولُ عَنْهَا بأعلَمَ مِنَ السَّائِل )) .قال : فأخبِرني عنْ أَمارَتِها ؟ قال : (( أنْ تَلِد الأمَةُ رَبَّتَها وأنْ تَرى الحُفاة العُراة العَالةَ رعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلونَ في البُنيانِ )) . ثُمَّ انْطَلَقَ ، فلبثْتُ مَليّاً ، ثمَّ قال لي : (( يا عُمَرُ ، أتَدرِي مَنِ السَّائل ؟ )) قلتُ : الله ورسولُهُ أعلَمُ . قال : (( فإنَّهُ جِبريلُ أتاكُم يُعَلِّمُكُم دِينَكُم )) . رواه مسلم
_
2.Dari Umar rodhiallohu ‘anhu juga : Ketika kami duduk-duduk di sisi rosululloh pada suatu hari tiba-tiba seorang laki-laki yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, tidak terlihat dari bepergian dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya, muncul di antara kami sampai ia mendekat kepada nabi lalu menyandarkan lutunya ke lutut rosululloh dan meletakkan tangannya d atas pahanya lalu berkata,’Hai Muhammad kabarkan kepadaku tentang Islam’, maka rosululloh berkata,’Islam kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh dan Muhammad adalah rosululloh, menegakkan sholat, berpuasa di bulan romadlon, membayar zakat dan hajji ke baitulloh jika kamu mampu menempuh jalannya’, ia berkata,’Kamu benar’, kami heran, ia bertanya dan membenarkannya. Lalu ia berkata,’Kabarkan kepadaku tentang Iman’, rosul berkata,’Iman kamu beriman kepada Alloh, malaikat-malaikatNya, rosul-rosulNya, kitab-kitabNya, hari ahir dan takdir yang baik dan buruk’. Ia berkata,’Kamu benar’. Ia berkata,’Kabarkan kepadaku tentang ihsan’. Rosul menjawab,’Ihsan kamu beribadah kepada Alloh seolah kamu melihatNya, jika tidak melihatNya maka Ia melihat kamu’. Ia berkata,’Kamu benar’. Ia berkata,’Kabarkan kepadaku tentang hari kiamat’. Rosul berkata,’Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya’. Ia berkata,’Kabarkan kepadaku tanda-tandanya’. Rosul berkata,’Kamu melihat budak perempuan melahirkan tuannya dan kamu melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang dada dan mengambal kambing saling berlomba meninggikan bangunan’. Kemudian lelaki tadi pergi, lalu diam beberapa lama, kemudian rosul berkata,’Hai Umar apakah kamu tahu siapa yang bertanya tadi ? Aku berkata,’Alloh dan rosulNya yang lebih mengetahui’. Rosul berkata,’Dia adalah Jibril datang mengajarkan agama kalian”. (HR.Muslim dalam Shohihnya)

April 13, 2014 at 8:24 am Leave a comment

Older Posts


Insya Allah,segera terbit..!

Arsip

Blog Stats

  • 16,474 klik
Yang sedang online:
counter
Jumlah pengunjung:
wordpress hit counter sejak Maret 2009
Tentang Anda:
IP Anda

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.